Takut Deposit karena Penipuan, Nasabah Ini Bertahan 5 Tahun di HSB Investasi - Koran Mandalika

Takut Deposit karena Penipuan, Nasabah Ini Bertahan 5 Tahun di HSB Investasi

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maraknya penipuan trading membuat seorang nasabah berhati-hati. Pengalaman lima tahun di HSB Investasi ini menyoroti pentingnya legalitas, transparansi, dan disiplin dalam trading.

Maraknya kasus penipuan berkedok trading dan investasi membuat banyak masyarakat semakin berhati-hati sebelum menempatkan dana. Berbagai modus, mulai dari titip dana, grup tertutup di media sosial, hingga janji keuntungan tetap dalam waktu singkat, kerap menjadi jebakan yang merugikan, terutama bagi trader pemula.

Kondisi ini juga pernah dirasakan oleh Dwi Ardiansyah, seorang karyawan yang mulai mengenal trading sejak 2020. Ketertarikannya muncul bukan karena ingin mencari jalan pintas, melainkan keinginan untuk memahami instrumen keuangan secara mandiri di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya saya tertarik karena melihat trading sebagai salah satu instrumen yang bisa dipelajari dalam pengelolaan keuangan. Tapi yang paling saya khawatirkan justru soal keamanan dana, terutama saat harus melakukan deposit,” ujar Dwi.

Pengalamannya menyaksikan berbagai kasus dana nasabah yang tertahan di broker, baik lokal maupun luar negeri, membuatnya bersikap ekstra hati-hati. Menurutnya, rasa aman dalam trading tidak hanya datang dari kemampuan membaca pasar, tetapi juga dari kepastian bahwa dana dapat ditarik sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Pelindo Solusi Logistik Hadirkan Layanan Mudik Gratis & Nyaman Menuju Kampung Halaman

Belajar Pelan dan Menghindari Jalan Pintas

Alih-alih terburu-buru mengejar hasil, Dwi memilih pendekatan yang lebih hati-hati. Ia mempelajari dasar-dasar trading secara bertahap, mulai dari analisis teknikal, pola pergerakan harga, hingga memperkaya literasi dari berbagai sumber edukasi.

Baginya, trading bukan soal kecepatan hasil, melainkan bagaimana prosesnya dijalani dengan disiplin dan terukur. Prinsip inilah yang kemudian membentuk cara pandangnya dalam mengambil keputusan.

Legalitas Jadi Pertimbangan Utama

Dalam memilih platform trading, Dwi menempatkan aspek legalitas sebagai prioritas. Ia akhirnya menggunakan HSB Investasi, platform yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), OJK, dan Bank Indonesia, serta didukung lembaga kliring resmi.

“Buat saya, yang penting platformnya jelas dan legal. Banyak kasus penipuan justru bermula dari broker yang tidak memiliki izin resmi,” jelasnya.

Salah satu kekhawatiran terbesar dalam trading di aplikasi adalah ketika dana sulit ditarik. Namun, pengalaman penarikan dana (withdraw) yang berjalan lancar dan sesuai prosedur menjadi alasan utama Dwi bertahan lebih dari lima tahun di HSB Investasi.

Selama menggunakan platform tersebut, ia menilai proses transaksi berjalan secara terstruktur, sehingga aktivitas trading dapat dijalani dengan lebih tenang. Hasil transaksi pun bisa dikelola sesuai dengan perencanaan keuangannya.

Baca Juga :  Menavigasi Tantangan Mompreneur di Indonesia

Fokus ke Konsistensi dan Manajemen Risiko

Meski telah memiliki pengalaman dalam aktivitas trading, Dwi menegaskan pentingnya menjaga ekspektasi. Ia menilai keberlanjutan jauh lebih penting dibandingkan mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Kita tidak boleh serakah. Ketika kondisi sudah sesuai dengan rencana, penting untuk menjaga disiplin dan tidak berlebihan. Selain itu, konsistensi dan manajemen risiko juga penting,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pergerakan pasar sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kebijakan ekonomi global dan kondisi geopolitik, yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.

Di tengah maraknya kasus penipuan investasi, kisah Dwi menjadi pengingat bahwa membangun kepercayaan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses belajar, disiplin, dan keputusan yang matang. Perlu diingat, aktivitas trading memiliki risiko dan membutuhkan pemahaman serta pengelolaan yang matang.

Tentang HSB Investasi (PT Handal Semesta Berjangka)

HSB Investasi merupakan pialang resmi dan diawasi langsung oleh Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti) di bawah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. HSB juga terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan anggota dari bursa ICDX, Lembaga Kliring ICH, dan asosiasi Aspebtindo.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream
Inovasi Untuk IKN Dari IA-ITB Kaltim Hadirkan Ganesha Hub
FLOQ Dukung Bulan Literasi Kripto 2026 dan Penguatan Literasi Aset Digital di Indonesia
Kontribusi Freeport ke Negara Sentuh Rp 187 Triliun
Kesalahan Psikologis yang Sering Dilakukan Trader di Pasar Keuangan
Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:05

Gubernur Iqbal Dorong MUI Lebih Sensitif Terhadap Kasus Kekerasan Seksual

Sabtu, 11 April 2026 - 10:49

Rapat dengan Menteri ATR/BPN, Gubernur Iqbal Singgung Aset Daerah yang Belum Bersertifikat

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Berita Terbaru

Teknologi

Inovasi Untuk IKN Dari IA-ITB Kaltim Hadirkan Ganesha Hub

Minggu, 12 Apr 2026 - 21:00