Tangani Jalur Lintas Tengah, Kementerian PU Perbaiki 13 Jembatan Putus yang Diterjang Banjir dan Tanah Longsor di Aceh - Koran Mandalika

Tangani Jalur Lintas Tengah, Kementerian PU Perbaiki 13 Jembatan Putus yang Diterjang Banjir dan Tanah Longsor di Aceh

Sabtu, 27 Desember 2025 - 21:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi penanganan infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Setelah berhasil memulihkan sebagian besar akses jalan di Jalur Lintas Barat dan Timur, kini fokus utama penanganan dialihkan ke Jalur Lintas Tengah Aceh. Di Jalur Lintas Tengah ini, Kementerian PU mencatat sebanyak 13 jembatan mengalami kerusakan parah hingga benar-benar terputus.

Perbaikan kerusakan infrastruktur jembatan ini menjadi perhatian serius. Terputusnya jembatan telah menghambat pergerakan logistik dan mobilitas masyarakat, khususnya pada jalur penghubung wilayah pegunungan Takengon.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas di wilayah terdampak bencana di Sumatera menjadi prioritas utama kementeriannya saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Menteri Dody.

Beberapa ruas jalan nasional di Aceh masih terputus akibat banjir bandang dan longsor. Ruas jalan itu antara lain: ruas Meureudu–Bireuen, Bireuen–Bener Meriah, dan koridor Gayo Lues–Aceh Tenggara. Namun, seluruh lokasi terdampak telah ditangani dengan pengerahan alat berat, penimbunan oprit jembatan, pembersihan material longsor, hingga pemasangan jembatan Bailey secara bertahap.

Baca Juga :  XRP and Dogecoin Price Analysis: A Bullish Outlook for 2025

Salah satu fokus utama perbaikan saat ini adalah Jembatan Teupin Mane, yang merupakan akses utama menuju Jalur Lintas Tengah Aceh. Pemasangan jembatan Bailey telah dimulai sejak 10 Desember 2025 sebagai pengganti jembatan yang rusak. Jembatan darurat ini ditargetkan dapat dilalui kendaraan pada 15 Desember 2025.

Setelah Jembatan Teupin Mane tersambung, tim di lapangan akan bergerak secara bertahap untuk memasang jembatan Bailey di titik-titik putus lainnya hingga seluruh akses menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah terbuka kembali.

Sementara itu, di wilayah pegunungan dengan medan berat seperti ruas Blangkejeren–Aceh Tenggara dan Geumpang–Pameue–Takengon, penanganan berskala besar juga terus dilakukan secara intensif. Kementerian PU menargetkan pengangkutan material jembatan, perbaikan oprit, dan pembersihan longsoran di wilayah ini dapat tuntas sepenuhnya pada akhir Desember 2025.

Progres Lintas Timur dan Barat

Pemulihan konektivitas Aceh menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal. Perkembangan pesat telah dicapai pada Jalur Lintas Timur dan Lintas Barat.

Baca Juga :  BRI Branch Office Gunung Sahari Perkuat Kemitraan Strategis dengan Yifang Cargo Mutiara Elektronik

Sejumlah ruas yang sebelumnya terputus kini telah kembali dapat dilalui, di antaranya Banda Aceh–Meureudu, Lhokseumawe–Langsa, Langsa–Kuala Simpang, hingga Kota Kutacane–perbatasan Sumatera Utara.

Pada ruas Simpang Uning–Uwaq–Blangkejeren, kendaraan roda dua sudah bisa melintas dan pembukaan jalur roda empat ditargetkan selesai 15 Desember 2025. Dua jembatan yang putus pada Lintas Timur Aceh sedang dikebut penanganannya dan ditargetkan selesai 14 Desember 2025.

Sementara untuk Lintas Barat, seluruh jalur sudah fungsional dan kini memasuki fase pembersihan material banjir serta perbaikan minor.

Kementerian PU memastikan bahwa seluruh tim Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus bekerja dengan dukungan peralatan berat, unit jembatan Bailey, serta koordinasi penuh dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur
Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan
SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas
Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini
Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global
BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama
Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli
BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:02

Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02

Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:02

“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21

BRI BO Gunung Sahari Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:02

Besi Datang Tepat Waktu dan Utuh, Ini yang Disiapkan Sentral Besi Pratama Putra

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:02

Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan

Berita Terbaru