Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari - Koran Mandalika

Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari

Selasa, 28 April 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Sebagian besar sampah yang dihasilkan setiap hari belum terkelola dengan baik, memicu berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan. Di tengah situasi itu, inisiatif warga di Desa Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber manfaat ekonomi.

Adalah Didi Saputra (41), yang akrab disapa Untung, menjadi penggerak pengelolaan sampah di desanya. Sejak 2021, ia bersama warga mulai mengolah sampah organik menggunakan maggot atau larva Black Soldier Fly.

Dari upaya tersebut, terbentuk kelompok Sari Larva Berdaya (SLB) yang kemudian berkembang menjadi Bank Sampah Berseri pada 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya kami belajar mengelola sampah dengan maggot. Lama-lama kami sadar ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bisa jadi sumber penghasilan,” ujar Didi.

Saat ini, kelompok tersebut mampu mengelola sekitar 1 hingga 2 ton sampah setiap hari. Sampah dikumpulkan dari limbah katering perusahaan serta rumah tangga warga sekitar.

Baca Juga :  Menikmati Keindahan Alam dari Atas Rel : Pesona Perjalanan Kereta Api di Jembatan Lahor Karangkates

Hasil pengolahannya beragam. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk ayam, bebek, dan ikan. Selain itu, limbah kayu palet diolah menjadi meja dan kursi, sementara limbah kertas dan pelepah pisang diubah menjadi kertas daur ulang dan paper bag yang memiliki nilai jual.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga. Sebanyak 17 orang kini aktif terlibat dalam pengelolaan sampah tersebut.

Didi secara khusus melibatkan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan anak-anak putus sekolah.

“Ada yang tuna netra, ada juga yang punya keterbatasan lain, tapi mereka tetap bisa bekerja, seperti memilah sampah atau membuat produk daur ulang,” katanya.

Selain itu, kelompok ini juga membantu anak-anak putus sekolah untuk mengikuti ujian Paket B dan C agar memiliki ijazah.

Manfaat ekonomi juga dirasakan melalui sistem tabungan Bank Sampah Berseri. Warga dapat menukarkan sampah anorganik seperti plastik dan kertas menjadi saldo tabungan.

Baca Juga :  Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Biaya Pendaftaran Perusahaan untuk Perusahaan Milik Asing di Indonesia

Menariknya, menjelang hari besar seperti Lebaran, saldo tersebut bisa dicairkan dalam bentuk paket sembako dengan harga sekitar 30 persen lebih murah dari pasaran.

Upaya ini turut didukung oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebagai bagian dari MIND ID. Dukungan diberikan dalam bentuk pelatihan dan penyediaan sarana, sehingga masyarakat mampu mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri.

Program ini menjadi bagian dari inovasi sosial yang berkontribusi pada capaian penghargaan PROPER Emas yang diraih perusahaan.

Meski demikian, Didi menilai perjalanan mereka masih panjang. Ke depan, ia berharap dapat memiliki armada pengangkut sampah agar jangkauan layanan bisa diperluas ke lebih banyak rumah tangga.

“Kami terus belajar dan bergerak. Dari sampah, kami bisa mandiri dan saling membantu,” ujarnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Optimalkan Kondisi Perkerasan Jalan, PT JMTM Lakukan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi di Tol Semarang
Managed SOC Semakin Dibutuhkan untuk Memperkuat Deteksi dan Respons Ancaman Siber 24/7
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menaikkan Daya Listrik
Kripto Masuki Era Pertumbuhan, Tokenisasi Jadi Penggerak Baru Industri
Zentara Dorong Perusahaan Beralih dari Pengujian Keamanan Berkala ke Pendekatan Proaktif
ION Build Dorong Startup dan Pelaku Bisnis Manfaatkan Open Network untuk Perluas Konektivitas Digital
Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?
IRGCE 2026 CONCLUDES WITH STRONG INTERNATIONAL PARTICIPATION AND BUSINESS PROSPECTS

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:02

Optimalkan Kondisi Perkerasan Jalan, PT JMTM Lakukan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi di Tol Semarang

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:02

Managed SOC Semakin Dibutuhkan untuk Memperkuat Deteksi dan Respons Ancaman Siber 24/7

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:02

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menaikkan Daya Listrik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:02

Kripto Masuki Era Pertumbuhan, Tokenisasi Jadi Penggerak Baru Industri

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:02

ION Build Dorong Startup dan Pelaku Bisnis Manfaatkan Open Network untuk Perluas Konektivitas Digital

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:02

Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:03

IRGCE 2026 CONCLUDES WITH STRONG INTERNATIONAL PARTICIPATION AND BUSINESS PROSPECTS

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:02

Software Distributor: 5 Kebocoran Margin yang Tak Terlihat di Laporan Manual

Berita Terbaru