Menikmati Keindahan Alam dari Atas Rel : Pesona Perjalanan Kereta Api di Jembatan Lahor Karangkates - Koran Mandalika

Menikmati Keindahan Alam dari Atas Rel : Pesona Perjalanan Kereta Api di Jembatan Lahor Karangkates

Sabtu, 17 Mei 2025 - 14:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjalanan menggunakan kereta api kini tidak hanya menawarkan kenyamanan dan keamanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang memukau. Salah satu panorama favorit para penumpang adalah saat kereta melintasi Jembatan Lahor Karangkates yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Jembatan Lahor Karangkates membentang kokoh setinggi 30 meter di atas Sungai Lahor, menyuguhkan pemandangan memukau berupa Bendungan Sutami yang tenang, dikelilingi hamparan perbukitan hijau dan langit biru yang membentang luas. Momen saat kereta melintasi jembatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang, khususnya di lintas selatan, terutama pada pagi atau sore hari ketika cahaya matahari menyempurnakan keindahan panorama.

Image

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan Lahor Karangkates yang saat ini dirawat oleh PT KAI Daop 8 Surabaya tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai historis dan strategis. Dibangun pada tahun 1880-an oleh Staatspoorwegen perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, jembatan ini merupakan bagian penting dari jalur rel yang menghubungkan Malang, Blitar, hingga daerah-daerah di selatan Jawa. Selama lebih dari satu abad, jembatan ini telah menjadi jalur vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Jawa Timur.

Baca Juga :  “Orbit” , Manifesto Pengalaman Percintaan Toxic DNDY

“Perjalanan kereta api tidak hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang pengalaman selama di perjalanan. Melintasi Jembatan Lahor Karangkates memberikan sensasi tersendiri karena penumpang dapat menikmati panorama alam yang luar biasa indah,” ujar Luqman Arif, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

“Ini merupakan salah satu keunggulan transportasi kereta api, penumpang bisa bersantai sembari menikmati pemandangan yang tidak bisa dirasakan saat menggunakan moda transportasi lain. Dengan jendela yang lebar dan kenyamanan interior yang semakin baik, penumpang dapat menikmati keindahan alam tersebut dengan lebih maksimal. Kami berharap pengalaman ini menjadi kenangan positif yang mendorong masyarakat untuk semakin mencintai perjalanan dengan kereta api,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kompetisi Memasak Virtual Pertama di Indonesia: Virtual Chef, Real Food!

Kereta api yang melintasi Jembatan Lahor antara lain KA Malabar, KA Gajayana, KA Brawijaya, dan berbagai KA lainnya yang melayani rute dari dan menuju kota-kota besar seperti Malang, Blitar, Kediri, hingga Bandung. Setiap harinya jembatan ini dilalui 30 perjalanan KA yang terdiri dari 18 KA jarak jauh, 10 KA lokal, dan 2 KA barang, dengan puncak kecepatan 80 KM/Jam.

Selain menyuguhkan panorama, PT KAI Daop 8 Surabaya terus berkomitmen menjaga kualitas layanan melalui pemeliharaan rutin infrastruktur, termasuk jembatan-jembatan yang dilalui kereta api seperti Jembatan Lahor. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.

“Melalui pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan penuh kesan ini, PT KAI Daop 8 Surabaya mengajak masyarakat untuk menjadikan kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian, baik untuk keperluan liburan maupun aktivitas sehari-hari”, tutup Luqman Arif.

Berita Terkait

PT Arafura Surya Alam Dukung Kesehatan Masyarakat Lewat Khitanan Massal di Kotabunan
Tak Sekadar ASI Pertama, Ini Alasan Kolostrum Dijuluki Liquid Gold
Dari Titik Terendah Menjadi Gerakan Membangun Ekosistem: ConnectX Rayakan Satu Tahun Perjalanan Melalui Founder & Builder Summit 2026
Wujudkan Kendaraan Impian, BRI KKB Expo 2026 Hadir di Yogyakarta dengan Beragam Promo
Sederet Penghargaan BRI Life Selama Q3 Tahun 2026, Tegaskan Kepemimpinan dalam Inovasi Digital, serta GCG di Industri Asuransi Jiwa
Operasional Minimarket Semakin Kompleks, Sistem POS Jadi Andalan Kelola Transaksi dan Stok
Transaksi Kripto di Indonesia Selalu Tembus Rp45 Triliun pada Agustus, Apa Penyebabnya?
Tekanan Jual Belum Mereda, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Masih Rentan Terkoreksi

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:02

PT Arafura Surya Alam Dukung Kesehatan Masyarakat Lewat Khitanan Massal di Kotabunan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:02

Tak Sekadar ASI Pertama, Ini Alasan Kolostrum Dijuluki Liquid Gold

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:02

Dari Titik Terendah Menjadi Gerakan Membangun Ekosistem: ConnectX Rayakan Satu Tahun Perjalanan Melalui Founder & Builder Summit 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:16

Wujudkan Kendaraan Impian, BRI KKB Expo 2026 Hadir di Yogyakarta dengan Beragam Promo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:02

Sederet Penghargaan BRI Life Selama Q3 Tahun 2026, Tegaskan Kepemimpinan dalam Inovasi Digital, serta GCG di Industri Asuransi Jiwa

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:02

Transaksi Kripto di Indonesia Selalu Tembus Rp45 Triliun pada Agustus, Apa Penyebabnya?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:02

Tekanan Jual Belum Mereda, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Masih Rentan Terkoreksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:02

Mengusung Sustainable dan Smart Living, NARALOKA 2026 Hadirkan Karya Terbaik Mahasiswa BINUS @Malang

Berita Terbaru