Viral Pengakuan PMI Jadi Korban TPPO di Arab, Disnakertrans Belum Pastikan Ada Warga NTB - Koran Mandalika

Viral Pengakuan PMI Jadi Korban TPPO di Arab, Disnakertrans Belum Pastikan Ada Warga NTB

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan, buka suara terkait sebuah video pengakuan dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) wanita yang diduga mengalami Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab.

Dalam video yang beredar luas di medsos itu, dikatakan PMI tersebut diiming-imingi pekerjaan. Namun, bukannya diberikan pekerjaan yang layak, PMI itu justru dipekerjakan di tempat prostitusi.

Bahkan, dirinya mengaku mendapatkan perlakuan buruk jika tidak mau bekerja. Parahnya lagi, ia dipaksa untuk melayani 15 orang dalam sehari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkan juga, adanya PMI asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, ikut bekerja di tempat tersebut.

Merespons hal itu, Furqan mengatakan pihaknya sudah menghubungi pemilik akun yang mengunggah video tersebut, namun belum ada respons dari yang bersangkutan.

Baca Juga :  Disnakertrans NTB Tunggu Regulasi Soal Bantuan Subsidi Upah

“Kita sudah hubungi nomor yang upload agar kita dapat informasinya. Dia tidak menjawab, tidak merespons,” katanya, Kamis (7/5).

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Akan tetapi, belum ada informasi apapun.

“Kita sudah menghubungi Kemenlu, sampai hari ini, sudah seminggu ini, kita tidak dapat data tidak dapat informasi. KBRI belum memberi data,” ucap Furqan.

Furqan menjelaskan jika terjadi peristiwa semacam itu, biasanya ada yang mendatangi kantornya untuk melapor.

“Ini zonk, sampai hari ini belum (ada laporan). Karena setelah kami lacak, yang upload itu kan bukan orang sini, orang Jawa Barat, endak bisa dihubungi. Apakah HP-nya sudah tidak aktif atau akunnya sudah endak aktif lagi?,” jelasnya.

Baca Juga :  'NTB Bermunajat' Bentuk Syukur Atas Segala Pencapaian

Namun, pihaknya belum dapat memastikan terkait PMI asal NTB yang turut bekerja di tempat prostitusi tersebut.

“Mudah-mudahan lah enggak ada orang NTB lah. Kan disebut salah satunya kan. Nah kita menunggu, kita lacak juga, ndak dapat informasi,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan iming-iming pekerjaan yang belum jelas.

Dirinya juga mengajak masyarakat yang berniat bekerja di luar negeri agar mengikuti semua prosedur yang telah ditetapkan.

“Dan supaya aman, pakai sistem prosedur aja. Artinya yang unprosedural hindari aja lah. Karena yang prosedural itu kita pastikan tidak akan meleset. Kalau ada meleset pasti dijamin oleh perusahaan,” imbaunya. (dik)

Berita Terkait

Pocari Sweat Run 2026 Digelar di Mandalika, NTB Siap Tunjukkan Semangat Sehat
Bahas Persiapan Porprov 2026, KONI NTB Butuh Anggaran Rp 15 Miliar
Desa Berdaya Tematik Diyakini Mampu Dorong Ekonomi Desa
Marak Kasus Penipuan Jual Beli Lokasi SPPG, BGN Buka Suara
Muzihir Layangkan Surat Pemecatan ke Pimpinan DPRD NTB, Akri: Kami Juga Berhak
Bukti Nyata Kepedulian Sari Yuliati, Sapi Qurban Raksasa Diserahkan di Lombok Tengah
Bank NTB Syariah dan Pemprov NTB Luncurkan KUR PMI, Putus Mata Rantai Rekrutmen Ilegal
Gubernur Iqbal Tegaskan Desa Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40

Pocari Sweat Run 2026 Digelar di Mandalika, NTB Siap Tunjukkan Semangat Sehat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:24

Bahas Persiapan Porprov 2026, KONI NTB Butuh Anggaran Rp 15 Miliar

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:41

Marak Kasus Penipuan Jual Beli Lokasi SPPG, BGN Buka Suara

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:15

Muzihir Layangkan Surat Pemecatan ke Pimpinan DPRD NTB, Akri: Kami Juga Berhak

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:58

Bukti Nyata Kepedulian Sari Yuliati, Sapi Qurban Raksasa Diserahkan di Lombok Tengah

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:46

Bank NTB Syariah dan Pemprov NTB Luncurkan KUR PMI, Putus Mata Rantai Rekrutmen Ilegal

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:45

Gubernur Iqbal Tegaskan Desa Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:07

Insiden Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani, Korban Berhasil Dievakuasi

Berita Terbaru