Koran Mandalika, Lombok Tengah – Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah Muhamad Nursiah memastikan layanan gratis pengantaran jenazah bagi warganya. Hal itu diungkap Nursiah usai memimpin Apel di RSUD Praya, Senin (26/1).
Dalam kesempatan itu, Nursiah menyerahkan satu unit ambulans jenazah kepada RSUD Praya. Dia juga memotivasi semua tenaga kesehatan agar lebih baik lagi dalam melayani kesehatan masyarakat.
Seiring dengan kebijakan peningkatan tipe C ke tipe B RSUD Praya, kata Nursiah, dibutuhkan wujud pelayanan secara khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Contoh, yaitu pelayanan ambulans bagi warga kita yang meninggal dunia. Nah, ini pengantarannya gratis oleh sopir yang sudah dilatih, ada SOP-nya. Sehingga InsyaAllah, jadi pelayanan ini akan lebih meningkat,”kata Nursiah.
Ketua DPD II Golkar Lombok Tengah itu juga menyampaikan rasa syukur dalam proses akreditasi fungsi diklat peningkatan kompetensi di NTB, tenaga kesehatan RSUD Praya mendapat akreditasi B.
Sementara itu, Direktur RSUD Praya Mamang Bagiansyah mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan. Mamang pun menyadari masih ada keterbatasan dan kekurangan.
“Kami selalu terbuka menerima kritik saran,” ungkap Mamang.
Menanggapi pernyataan Wabup Nursiah, Mamang juga memastikan semua pasien yang meninggal di RSUD Praya kini diberikan layanan gratis untuk pengantaran jenazah.
“Kadang-kadang mereka sudah dalam keadaan bersedih, berkabung, masih harus mikir bayar ambulans. Waktu-waktu yang lalu kadang-kadang kami tagihkan (tarif pengantaran jenazah),” jelas Mamang.
Sejauh ini, RSUD Praya memiliki tiga unit armada ambulans jenazah. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk mendukung layanan.
“Jadi, sekali lagi ini poinnya bahwa nanti masyarakat Lombok Tengah atau masyarakat siapa pun yang asalkan pemakamannya di wilayah Lombok Tengah, kami antar gratis. Itu intinya, jadi mereka tidak perlu lagi mikir harus bayar ambulans, harus cari ambulans dan sebagainya,” tegas Mamang.
Program layanan ambulans gratis dihajatkan dapat mengurangi beban sosial dan beban anggaran masyarakat LombokTengah.
“Apapun statusnya (BPJS ataupun umum). Dari mana pun, yang penting dimakamkan di wilayah Lombok Tengah (gratis pengantaran jenazah),” tutur Mamang.
Mamang memastikan kendati pengantaran jenazah ramai, pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan ambulans desa dan beberapa ambulans yang ada.
“Keluarga pasien tidak perlu susah mencari anbulans. Kami yang koordinasi dan siapkan,” tandas Mamang. (wan)












