Koran Mandalika, Lombok Tengah – Warga Lingkungan Tebero, Kelurahan Leneng, Kabupaten Lombok Tengah, mengeluhkan distribusi PDAM Tirta Ardhia Rinjani yang dinilai kurang maksimal lantaran aliran air yang sering mati di waktu sore dan sudah berlangsung lama.
Tidak hanya di musim kemarau saja, tapi juga pada saat musim penghujan pun kejadian itu tetap berulang di waktu yang sama.
Salah seorang warga yakni Muhamad Ilmi mengaku bingung dengan kejadian tersebut. Pasalnya, tidak ada pemberitahuan yang jelas dari PDAM terkait apa penyebab matinya aliran air di lingkungan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jam 5 sore itu sudah mulai menyusut atau sudah mulai mati. Saya kurang tau apa penyebabnya, tapi beberapa informasi katanya kebocoran atau mingkin perbaikan pipa. Itu aja alasan dari PDAM,” katanya, Rabu (17/6).
Ia melanjutkan, matinya aliran air itu berdurasi lama, dari sekitar pukul 15.00 hingga pukul 03.00 Wita.
“Mau hujan atau tidak kalau udah jam 5 atau jam 6 sampai jam 3 atau 4 pagi, air PDAM itu mati,” lanjut Ilmi.
Ilmi menjelaskan pihak PDAM hanya melakukan pengecekan meteran dan tagihan air saja tanpa memastikan aliran air lancar atau tidak.
“Sejauh ini saya tidak pernah melihat teman-teman PDAM turun. Hanya saja mungkin petugas lapangan setiap bulan mengecek kilometer,” jelasnya.
Sebagai alternatif, kata Ilmi, warga memanfaatkan sumur-sumur terdekat. Selain itu, warga juga selalu menyediakan ember untuk menampung air.
“Kalau di sini ada beberapa yang memakai sumur, dan itu bukan sumur bor. Dan untuk kami yang tidak punya sumur terpaksa nitip mandi ke warga yang punya sumur,” ucap Ilmi.
Dengan kondisi seperti ini, Ilmi berpesan kepada pihak PDAM Lombok Tengah untuk lebih memperhatikan warga yang masih kekurangan air. Jangan hanya fokus pada tagihan saja.
“PDAM harus memperhatikan warga yang masih kekurangan air, dan kami khususnya warga leneng rata-rata memakai PDAM. Itu menjadi catatan untuk pak Direktur PDAM, bahwa kita butuh air bersih. Kita jangan dituntut untuk bayar saja,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah, Bambang Supratomo, saat dihubungi belum memberikan jawaban apapun. (dik)






