XAU/USD Lanjutkan Tren Bearish, Target Penurunan Mengarah ke 4.379 - Koran Mandalika

XAU/USD Lanjutkan Tren Bearish, Target Penurunan Mengarah ke 4.379

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas global diperkirakan masih menghadapi tekanan sepanjang pekan ketiga bulan Mei, seiring dominasi tren bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih mencerminkan kecenderungan turun yang kuat, dengan peluang penurunan lanjutan selama harga belum mampu menembus area resistance penting.

Dari sisi teknikal, struktur harga emas saat ini masih membentuk pola lower high dan lower low, yang menjadi indikasi utama bahwa tren bearish masih mendominasi pasar. Pola ini menggambarkan bahwa setiap kenaikan harga cenderung terbatas dan diikuti oleh tekanan jual baru. Selain itu, posisi harga yang masih berada di bawah indikator Moving Average (MA) 21 dan 50 memperkuat sinyal pelemahan, mengingat kedua indikator tersebut kini berperan sebagai resistance dinamis yang menahan pergerakan naik.

Dalam proyeksi untuk pekan ini, area resistance terdekat berada di level 4.589 dolar AS sebagai batas awal dan 4.639 dolar AS sebagai resistance berikutnya. Selama harga bergerak di bawah kisaran tersebut, tren turun diperkirakan masih akan berlanjut. Sementara itu, level support terdekat berada di 4.462 dolar AS, dengan support lanjutan di sekitar 4.379 dolar AS yang menjadi target berikutnya apabila tekanan jual semakin meningkat.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas masih didorong oleh penguatan dolar Amerika Serikat dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini membuat investor lebih tertarik pada instrumen berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif dalam jangka pendek. Kuatnya dolar secara langsung berdampak negatif terhadap harga emas, mengingat hubungan keduanya yang cenderung berbanding terbalik.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve turut memperkuat sentimen negatif bagi emas. Pelaku pasar saat ini meyakini bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama, terutama jika data ekonomi tetap menunjukkan kinerja yang solid, khususnya di sektor tenaga kerja dan inflasi. Lingkungan suku bunga tinggi ini menjadi faktor utama yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi.

Di sisi lain, stabilnya sentimen pasar global juga turut menekan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika kondisi pasar relatif kondusif dan investor memiliki kepercayaan terhadap pertumbuhan ekonomi, aliran dana cenderung beralih ke aset berisiko seperti saham atau instrumen keuangan lainnya. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap emas menurun, sehingga memberikan tekanan tambahan pada harga.

Baca Juga :  Nextgen Inovasi Indonesia Meluncurkan Kursus Programming Interaktif

Geraldo Kofit menegaskan bahwa selama harga emas belum mampu menembus kembali area resistance utama pada timeframe H4, maka tren bearish diperkirakan masih akan tetap bertahan. Setiap kenaikan harga yang terjadi dalam kondisi ini kemungkinan hanya bersifat sementara atau sekadar koreksi teknikal sebelum kembali melanjutkan penurunan.

Dengan mempertimbangkan kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental, harga emas pada pekan ini diperkirakan masih akan bergerak dalam bias negatif, dengan potensi menguji level support yang lebih rendah. Investor diimbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi global, khususnya data dari Amerika Serikat serta arah kebijakan moneter Federal Reserve, yang akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan harga emas ke depan. Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi kunci dalam mengelola risiko investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
PLN NPC Catatkan Milestone Baru, PLTMG Sekupang 50 MW Resmi Capai COD
PLN NPC dan PLN UIP Nusra Teken Kontrak Penyiapan Infrastruktur PLTP Atadei
Sanct Social Bergabung dalam Delegasi Bisnis Indonesia ke Global Digital Trade Expo 2026 di Hangzhou, Jajaki Kemitraan dan Pelajari Kacamata Pintar serta Model AI Tiongkok
SUCOFINDO BERSAMA DISPERINDAG JATIM PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BAHAN KIMIA
Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02