3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko, Kamu Termasuk yang Mana? - Koran Mandalika

3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko, Kamu Termasuk yang Mana?

Kamis, 31 Juli 2025 - 13:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam hidup, risiko itu tidak bisa dihindari. Kita hanya bisa mengenalinya dan bersiap menghadapinya. Entah itu memulai bisnis, menikah, pindah kerja, atau bahkan memilih jurusan kuliah, semua mengandung risiko. Termasuk juga ketika mengelola uang. Maka dari itu, saat seseorang memutuskan untuk mulai berinvestasi, mengenali risiko adalah langkah pertama yang wajib dilakukan.

Setiap instrumen investasi, apapun bentuknya, pasti punya potensi imbal hasil dan juga kemungkinan kerugian. Ada yang stabil tapi lambat, ada juga yang fluktuatif tapi menjanjikan. Nah, kuncinya ada pada satu hal, seberapa siap kamu menghadapi risiko tersebut? Inilah yang disebut sebagai profil risiko, dan penting banget dipahami agar kamu bisa memilih instrumen yang sesuai dengan kepribadian dan tujuan finansialmu.

Jadi, sebelum kamu ambil langkah investasi, kenali dulu seberapa besar toleransi kamu terhadap ketidakpastian. Karena di dunia finansial, yang paling siaplah yang paling bertahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko 

Memahami profil risiko akan membantu kamu memilih rekomendasi investasi yang sesuai dengan tujuan, toleransi risiko, dan situasi keuangan pribadi. Inilah 3 tipe profil risiko dan bagaimana mengidentifikasi serta mengelola risiko investasi.

 Konservatif

Investor yang menganut profil risiko konservatif umumnya bertujuan untuk meminimalkan paparan risiko. Pendekatan yang hati-hati ini ditandai dengan preferensi untuk investasi yang menawarkan stabilitas dan menunjukkan tingkat risiko yang lebih rendah. 

Tujuan utama bagi investor tersebut adalah untuk menghindari fluktuasi yang signifikan dalam nilai investasi mereka dan untuk menjaga modal mereka.

Bagi individu dengan strategi investasi konservatif, fokusnya adalah memilih instrumen keuangan yang dianggap aman dan memiliki profil risiko minimal. Investasi ini dipilih dengan maksud untuk memberikan pengembalian yang konsisten sambil menjaga modal awal yang diinvestasikan. 

Salah satu tujuan utama bagi investor konservatif adalah untuk memastikan bahwa pengembalian mereka setidaknya sesuai dengan tingkat inflasi. Ini membantu melindungi daya beli mereka dari penurunan seiring waktu karena tekanan inflasi.

Baca Juga :  Perkuat Wellbeing di Komunitas BINUSIAN, BINUS SCHOOL Semarang Gelar Family Sports & Games Day

Dengan memprioritaskan investasi yang stabil, investor konservatif berusaha menghindari volatilitas yang terkait dengan aset berisiko tinggi. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi potensi kerugian besar tetapi juga membantu dalam menjaga nilai investasi mereka secara riil. 

Investor konservatif lebih peduli dengan mengamankan modal mereka dan mencapai pengembalian yang stabil, meskipun sederhana, yang sejalan dengan toleransi risiko dan tujuan keuangan mereka.

Moderat 

Mungkin kamu merasa tidak ingin mengambil pendekatan yang sepenuhnya konservatif tetapi juga belum siap menghadapi risiko yang tinggi, kemungkinan besar kamu termasuk dalam kategori toleransi risiko sedang. 

Posisi ini menunjukkan bahwa kamu bersedia menerima risiko yang moderat dan dapat menangani fluktuasi nilai investasi kamu dalam jangka menengah.

Bagi investor dengan toleransi risiko sedang, disarankan untuk memilih instrumen investasi yang menawarkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian. Instrumen ini biasanya memberikan tingkat pengembalian yang lebih menarik dibandingkan dengan opsi konservatif, sehingga memungkinkan kamu untuk berpotensi melampaui inflasi. 

Pada saat yang sama, instrumen ini umumnya menunjukkan tingkat volatilitas yang dapat dikelola oleh investor yang tidak siap menanggung naik turun yang signifikan yang terkait dengan investasi berisiko tinggi.

Berinvestasi pada instrumen berisiko sedang berarti kamu siap menerima beberapa derajat fluktuasi nilai investasi, dengan pemahaman bahwa fluktuasi ini tidak akan separah aset berisiko tinggi. 

Pendekatan ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara mencapai pengembalian yang wajar dan mempertahankan tingkat stabilitas yang sesuai dengan tingkat kenyamanan. Dengan memilih investasi yang memberikan hasil menguntungkan dan menjaga risiko moderat. Kamu dapat berupaya menumbuhkan modal sambil melindunginya dari dampak erosi inflasi.

Investor agresif

Investor agresif sering kali dicirikan oleh pendekatan mereka yang berani dan berani dalam berinvestasi, karena mereka bersedia menanggung risiko tertinggi. Bagi investor ini, prinsipnya jelas yaitu risiko yang lebih tinggi dikaitkan dengan potensi keuntungan yang lebih besar. 

Baca Juga :  Kementerian PU Terus Pulihkan Konektivitas Jalan Nasional di Aceh, Target Fungsional Bertahap Desember 2025

Mereka biasanya tidak gentar menghadapi fluktuasi nilai investasi yang substansial, memandang variasi ini sebagai aspek normal dari strategi investasi mereka.

Bagi mereka yang memiliki sikap investasi agresif, mengelola volatilitas tinggi bukanlah masalah, melainkan komponen yang diharapkan dari perjalanan investasi mereka. Mereka secara aktif mencari peluang yang menawarkan keuntungan tinggi, dengan menerima risiko tinggi yang sesuai. 

Tak heran, investor agresif sering kali tertarik pada instrumen investasi yang dikenal karena potensinya untuk menghasilkan keuntungan yang signifikan, seperti saham individual, pasar berkembang, atau aset berisiko tinggi dan berhadiah tinggi lainnya.

Dengan memilih investasi dengan potensi keuntungan yang substansial, investor agresif siap menghadapi naik turunnya pasar yang tak terelakkan. Mereka memahami bahwa meskipun investasi ini membawa risiko yang lebih besar, investasi ini juga menawarkan kemungkinan untuk memperoleh keuntungan finansial yang lebih besar. 

Profil risiko seseorang dibentuk oleh berbagai faktor, termasuk tujuan keuangan, usia, tingkat pendapatan, dan kondisi keuangan secara keseluruhan. Setelah kamu memiliki pemahaman yang jelas tentang profil risiko, penting untuk tidak menunda. Ambil inisiatif untuk mulai berinvestasi sesegera mungkin.

Salah satu rekomendasi investasi reksa dana yang bisa kamu coba adalah melalui neobank dari Bank Neo Commerce. Investasinya disesuaikan dengan profil risiko dan untungnya masuk akal. 

Download aplikasi neobank di PlayStore dan App Store dan mulai berinvestasi reksa dana sekarang. 

Kunjungi link  reksa dana untuk info lengkap serta syarat dan ketentuan terbaru mengenai reksa dana.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan masa datang.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Terkait

Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara
Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal
Aktivasi Dupoin Futures di CFD Sudirman Tampilkan Inovasi Trading Berbasis Teknologi
Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko
KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA
SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Senin, 6 April 2026 - 07:37

Ubah Stigma Permainan Domino, ORADO NTB Gelar Pelatihan Wasit dan Pelantikan Pengurus

Kamis, 2 April 2026 - 18:12

Kasus Gratifikasi NTB Memanas! Tiga Terdakwa Siap Lapor ke Pejabat Tinggi di Jakarta

Berita Terbaru