Koran Mandalika, Mataram- Balai Besar POM di Mataram, menyampaikan sebanyak 86 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE).
Dalam informasi tertulis BBPOM di Mataram, dikatakan hal ini sangat penting untuk memastikan produk obat dan makanan terjamin keamanannya untuk masyarakat.
”Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat, sejalan dengan amanah Pancasila, UUD 1945, serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tulisnya, Rabu (4/3).
Selain itu, dengan dimilikinya NIE ini memperkuat pengawasan serta daya saing produk lokal.
Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar saat peresmian kegiatan “Coaching and Development Center UMKM Kosmetik Kosmesia di Surabaya, pada 18 Januari 2026 lalu juga mengatakan pembinaan yang terstruktur melalui pelatihan, asistensi, dan edukasi menjadi prasyarat agar pelaku usaha mampu naik kelas dan memenuhi standar regulasi.
Sepanjang periode tahun 2025, Balai Besar POM di Mataram telah memberikan pendampingan kepada 39 UMKM. Hasilnya, sebanyak 202 Nomor Izin Edar (NIE) berhasil diterbitkan, yang terdiri atas 4 NIE obat bahan alam dari 2 UMKM, 78 NIE pangan olahan dari 29 UMKM, serta 120 NIE kosmetik dari 8 UMKM.
Berdasarkan wilayah kabupaten/kota, penerbitan NIE tersebut tersebar di:
- Kota Mataram sebanyak 40 NIE,
- Kabupaten Lombok Barat 106 NIE,
- Kabupaten Lombok Tengah 19 NIE,
- Kabupaten Lombok Timur 22 NIE, dan
- Kabupaten Lombok Utara 15 NIE.
Adapun jenis produk pangan olahan yang telah memperoleh NIE meliputi gula semut, VCO, minuman botanikal, dan produk lainnya. Sementara untuk obat bahan alam mencakup cairan obat luar dan kapsul. Pada kategori kosmetik, produk yang telah mengantongi izin edar antara lain pomade, sabun cair, parfum, dan berbagai produk perawatan lainnya.
Secara kumulatif pada periode 2024–2025, Balai Besar POM di Mataram telah mendampingi 86 UMKM dengan total 440 NIE yang diterbitkan. Rinciannya meliputi:
- 6 NIE untuk 3 UMKM obat bahan alam,
- 164 NIE untuk 56 UMKM pangan olahan, serta
- 270 NIE untuk 12 UMKM kosmetik.
Capaian ini diharapkan menjadi fondasi penguatan pengawasan terpadu bersama para pemangku kepentingan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. (*)






