Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut - Koran Mandalika

Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut

Rabu, 1 April 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas global kembali menunjukkan penguatan dalam perdagangan terkini, didorong oleh meredanya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat. Kombinasi sentimen tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai, sekaligus memicu minat beli dari pelaku pasar global.

Kondisi ini terjadi setelah muncul sinyal positif terkait kemungkinan de-eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan dari otoritas Iran yang membuka peluang untuk mengakhiri konflik, dengan syarat adanya jaminan keamanan, disambut optimistis oleh pelaku pasar. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga dikabarkan mempertimbangkan untuk menghentikan langkah militernya, meskipun jalur strategis seperti Selat Hormuz masih belum sepenuhnya pulih. Harapan terhadap proses perdamaian yang semakin nyata ini turut menopang penguatan harga emas dalam beberapa sesi terakhir.

Dari perspektif teknikal, Dupoin Futures melalui analisnya, Andy Nugraha, menilai bahwa tren pergerakan emas (XAU/USD) masih berada dalam fase bullish, khususnya dalam timeframe jangka pendek. Hal ini tercermin dari terbentuknya pola candlestick yang mengindikasikan dominasi tekanan beli, yang diperkuat oleh posisi harga di atas indikator Moving Average. Sinyal tersebut menjadi indikasi bahwa momentum kenaikan masih cukup kuat untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Dalam perdagangan sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level 4.482 dolar AS. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama karena pasar dengan cepat merespons sentimen positif, sehingga harga berbalik arah dan naik ke kisaran 4.648 dolar AS. Rebound ini menunjukkan adanya area support yang solid, sekaligus memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih memanfaatkan setiap pelemahan sebagai peluang untuk masuk.

Andy Nugraha memproyeksikan bahwa apabila momentum bullish terus terjaga, maka harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan hingga mendekati level resistance di 4.862 dolar AS. Sebaliknya, jika terjadi koreksi akibat aksi ambil untung atau perubahan sentimen, maka penurunan diperkirakan akan tertahan di sekitar level 4.539 dolar AS yang menjadi area support terdekat.

Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,31% menjadi salah satu faktor pendorong utama penguatan emas. Penurunan yield ini berimbas pada melemahnya dolar AS, yang tercermin dari penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 99,91. Pelemahan dolar membuat harga emas menjadi lebih kompetitif bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.

Baca Juga :  Menyiapkan Besaran DP Rumah yang Tepat dan Memudahkan

Di sisi lain, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan adanya tanda-tanda pelemahan di sektor ketenagakerjaan. Laporan Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) mencatat penurunan jumlah lowongan pekerjaan, yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.

Meski demikian, tekanan inflasi masih menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi inflasi tetap tinggi, yang pada akhirnya memengaruhi arah kebijakan moneter. Pernyataan dari pejabat Federal Reserve yang menegaskan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi menunjukkan bahwa bank sentral masih akan berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Bahkan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam beberapa tahun ke depan mulai berkurang.

Dengan latar belakang tersebut, pergerakan harga emas diperkirakan akan tetap dinamis dalam jangka pendek. Meskipun tren bullish masih mendominasi, pelaku pasar tetap perlu mencermati berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi arah harga, termasuk perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, emas tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik sebagai lindung nilai, sekaligus peluang investasi di tengah volatilitas yang tinggi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk
Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia
Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion
Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam
Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight
Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia
PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional
KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:02

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

Gudang Mau Ditambah Lantai Mezanin, Rangkanya Jangan Asal Pilih

Berita Terbaru