Tak Kenal Waktu, Gubernur Iqbal Sidak Balai Karantina Hewan Pototano Dini Hari - Koran Mandalika

Tak Kenal Waktu, Gubernur Iqbal Sidak Balai Karantina Hewan Pototano Dini Hari

Senin, 21 April 2025 - 15:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sidak ke Kantor Balai Karantina di Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. (istimewa)

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sidak ke Kantor Balai Karantina di Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. (istimewa)

Koran Mandalika, Sumbawa – Tata kelola ternak dalam beberapa hari terakhir mengalami eskalasi cukup tinggi. Sapi dari Pulau Sumbawa mengantre dikirim ke Pulau Jawa.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (LMI) inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Karantina Hewan Pototano. Sidak tersebut dilakukan dini hari sekitar pukul 00.35, setelah berlabuh di Pelabuhan Penyeberangan Pototano.

Gubernur tampak turun ditemani Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsj NTB Riadi. LMI menemui petugas karantina dan dokter hewan yang bertugas dan menyampaikan ucapan terima kasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seperti yang saya minta melalui kepala dinas seminggu terakhir teman-teman di Karantina standby 24 jam setiap hari untuk mengantisipasi arus pengiriman sapi dari Pulau Sumbawa ke Gilimas dam Lembar,” katanya, Senin (21/4) pagi melalui pesan singkat.

Baca Juga :  Nasib 518 Honorer Pemprov NTB Tunggu Keputusan Pusat

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras mereka,” ujarnya.

Dijelaskan, dari 8.907 rekomendasi untuk sapi yang akan dikirim melalui Pelabuhan Gili Mas dan Lembar, 6.000 sudah mendapatkan setifikat dari karantina dan sudah menyeberang ke Lombok.

“Jadi masih ada sekitar 2.907 ekor yang akan menyeberang ke dalam seminggu ke depan ini,” ucap LMI.

Sejak pertamakali menerima keluhan dari Asosiasi Peternak Sapi soal berbagai hambatan pengiriman sapi ke Pulau Jawa pada 14 April lalu, LMI telah mengambil sejumlah langkah cepat.

Baca Juga :  Lombok Sumbawa Motocross Sukses, UMKM Ketiban Durian Runtuh

Mulai dari mengeluarkan Pergub yang memungkinkan tes PCR ternak dilakukan di Mataram, selama ini hanya bisa dilakukan di Bali, mempercepat proses perijinan dan rekom menjadi satu hari, dan menambah frekuensi kapal angkutan hewan di Gili Mas, Lembar, dan Teluk Bima. Bahkan, ia meminta jajarannya menyiapkan dukungan air serta pemeriksaan kesehatan hewan bagi hewan yang mengantri di pelabuhan.

LMI mengatakan, segera setelah Idul Adha, Pemprov NTB akan mengumpulkan seluruh pemangku kepetingan untuk membuat tata kelola pengiriman hewan ternak yang baik.

“Ini guna memastikan di tahun-tahun mendatang krisis yang berulang kali terjadi menjelang Idul Adha tidak terulang kembali,” tukas Mantan Dubes Turki ini. (*)

Berita Terkait

‎Lima Komisioner KI NTB Resmi Dilantik
‎Seribu KK Terdampak Banjir Akibat Cuaca Ektrem di Lombok
‎Dewan RI Lale Syifa: Dana Haji Bukan Sekadar Angka Tapi Amanah dari JCH
‎Guru Jangan Galau, Pemprov NTB Pastikan TPG dan THR Tetap Cair
‎Pemprov NTB Siap Intervensi Kenaikan Harga Bahan Pokok
‎Bank NTB Syariah Sepakati Pengalihan Portofolio Pembiayaan ASN Penyuluh Pertanian ke BSI
‎Tinjau Lokasi Banjir Obel-Obel, Gubernur NTB Soroti Pendangkalan Sungai
‎Pemerintah Pusat Tetapkan Teluk Ekas Sebagai Lokasi Riset Rumput Laut Dunia

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:48

‎Seribu KK Terdampak Banjir Akibat Cuaca Ektrem di Lombok

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:44

‎Dewan RI Lale Syifa: Dana Haji Bukan Sekadar Angka Tapi Amanah dari JCH

Senin, 23 Februari 2026 - 21:09

‎Guru Jangan Galau, Pemprov NTB Pastikan TPG dan THR Tetap Cair

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:00

‎Pemprov NTB Siap Intervensi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:46

‎Bank NTB Syariah Sepakati Pengalihan Portofolio Pembiayaan ASN Penyuluh Pertanian ke BSI

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:32

‎Tinjau Lokasi Banjir Obel-Obel, Gubernur NTB Soroti Pendangkalan Sungai

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:51

‎Pemerintah Pusat Tetapkan Teluk Ekas Sebagai Lokasi Riset Rumput Laut Dunia

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:57

‎Pemprov NTB Sebut Isu Penelantaran WNA Asal Malaysia Tidak Sesuai Fakta

Berita Terbaru