Ketika Banyak Orang Mundur, Kenapa Josshhua Justru Bertahan di Properti? - Koran Mandalika

Ketika Banyak Orang Mundur, Kenapa Josshhua Justru Bertahan di Properti?

Rabu, 4 Juni 2025 - 16:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belakangan, bisnis properti tak lagi seksi karena dinilai mahal, rumit, dan memakan waktu. Akan tetapi, di tengah menurunnya minat properti, Josshhua Abraham Sutanto justru tetap melangkah.
Bukan karena keras kepala, tapi karena ia tahu satu hal yang tidak banyak disadari orang: selama ada sistem yang tepat, properti tetap bisa jadi mesin penghasil cuan yang konsisten.

Realita Baru Dunia Properti: Tidak Lagi Sekadar Investasi “Pasti Untung”

Banyak yang berpaling dari properti. Margin sempit, biaya operasional tinggi, dan tingkat risiko manajerial yang tak kecil membuat industri ini terlihat kurang menjanjikan dibanding instrumen lain seperti saham atau kripto.

Josshhua memahami kekhawatiran itu. Ia sendiri pernah mengalami kejatuhan saat bisnisnya tidak memiliki arus kas harian yang stabil, meski secara nilai aset tergolong besar. Bank pun menolak pengajuan pinjamannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari situlah ia menyadari, yang dibutuhkan bukan sekadar aset besar, tapi arus kas yang sehat, sistem yang tertata, dan mindset yang tepat.

Kenapa Masih Bertahan?

Jawabannya sederhana: karena masalah di properti bukan pada produknya, tapi pada caranya.

Baca Juga :  Di Tengah Ketidakpastian Perang Dagang, Peminat Emas Naik 195% Sebagai Safe Haven

Josshhua sudah mencoba berbagai pendekatan. Ia membuktikan sendiri bahwa pendapatan besar tidak berarti stabil jika tidak ada sistem. Dan passive income pun bisa jadi jebakan jika tidak didukung manajemen yang matang.

Itulah yang membuatnya terus menggali, menyusun sistem, dan akhirnya mengembangkan konsep “My Passive Cash Profit”—bukan sekadar passive income, tapi sistem profit otomatis yang mengalir, terukur, dan bisa bertahan dalam berbagai kondisi.

Framework 5D a la Josshhua

Semua kegagalan di dunia properti yang telah ia hadapi, dari pengelola yang curang sampai sistem manual yang tidak akurat, justru menjadi bahan bakar bagi Josshhua untuk menyusun framework kerjanya sendiri yang ia beri nama 5D : 1) Dream: berani menetapkan tujuan besar, 2) Delete: singkirkan aktivitas dan kebocoran yang tidak efisien, 3) Digitize: sistemisasi & otomasi alur kerja, 4) Delegate: distribusikan peran sesuai fungsi, 5) Distinctive: jadikan properti Anda punya nilai unik di pasar

Framework ini menjadi dasar dari sistem AutoScale Growth, sebuah pendekatan properti yang tidak lagi mengandalkan kehadiran pemilik, tapi justru dirancang untuk berjalan sendiri secara efisien.

Automation Bukan Teknologi, Tapi Cara Pikir

Menurut Josshhua, banyak orang salah kaprah soal otomasi. Mereka mengira membeli software akan menyelesaikan masalah.

Baca Juga :  Mau Liburan Hemat, Manfaatkan Diskon Tarif Tiket Berikut

Padahal, jika sistemnya belum rapi, otomasi justru mempercepat kekacauan.

Karena itu, AutoScale Growth dimulai dari mindset. Tujuannya bukan cuma punya aset banyak, tapi bagaimana membuat aset itu bekerja, bertumbuh, dan menghasilkan cashflow jangka panjang tanpa ketergantungan pada kehadiran pemilik.

Hari ini, Josshhua aktif membagikan pengalamannya lewat seminar dan webinar Property AutoScale Mastery, membantu pemilik properti dari berbagai kota untuk menyusun sistem, membangun cashflow, dan bertumbuh lebih efisien.

Bukan karena ia selalu berhasi, justru karena ia pernah gagal, dan iat terus belajar untuk memperbaiki diri.

Properti Tak Lagi Sekadar Soal Investasi

Bagi Josshhua, properti bukan soal besar-kecil aset. Tapi bagaimana aset itu bisa memberikan waktu, ruang, dan ketenangan hidup. Ia percaya, ketika sistem sudah bekerja, pemilik bisa kembali mengurus hal-hal yang lebih penting: keluarga, kesehatan, dan pertumbuhan diri.

“Kalau hari ini orang-orang menjauh dari properti, bukan berarti industrinya mati. Mungkin mereka belum menemukan sistem yang tepat. Dan di situlah saya ingin membantu,” ujarnya.

Berita Terkait

Harga Emas Hari Ini Bersiap Melonjak? Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish
20 Kali Perjalanan Sehari, KA Srilelawangsa Permudah Mobilitas Masyarakat Binjai dan Sekitarnya
BINUS @Malang Gelar SheCodes Society Digital Leadership Academy untuk Dorong Perempuan Muda di Bidang STEM
BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah untuk Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR
Ras Kucing Abu Abu Populer yang Cocok Dipelihara di Rumah
Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi
Trend Flower Gifting Meningkat, Athaya Secara Resmi Membuka Floral Studio Pertamanya di Area Cibubur

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:42

Hari Terakhir BRI KKB Expo, BRI Finance Ajak Masyarakat Lampung Manfaatkan Promo Pembiayaan Kendaraan

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:33

Mengapa IDBW 2026 di JICC Jadi Investasi Bisnis Paling Strategis Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:03

Tahukah Kamu? Hati Bekerja Tanpa Henti Menjaga Tubuh, Tapi Saat Bermasalah, Gejalanya Sering Tidak Disadari

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:27

Marianna Resort Luncurkan Paket Escape Lake Toba untuk Liburan Juli di Pulau Samosir

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:10

Ingin Punya Tas Branded dengan Harga Lebih Terjangkau? Coba Ikuti Luxury Bag Auction deGaiya Setiap Senin dan Kamis

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:27

Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:10

Memperkuat Kualitas Layanan, IPCC Lakukan Management Walkthrough Terminal Satelit Banjarmasin

Kamis, 9 Juli 2026 - 05:24

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Akses Air Bersih, PTPN IV PalmCo dan Polres Langkat Bangun Sumur Bor bagi Masyarakat

Berita Terbaru