Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika - Koran Mandalika

Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika

Rabu, 16 September 2026 - 22:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika

Koran Mandalika, Lombok Tengah – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar tradisi “Betabeq” atau permisi sebagai bagian dari rangkaian menyambut perhelatan MotoGP 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.

Tradisi tersebut menjadi ruang bagi ITDC untuk meminta doa dan restu kepada para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat di lingkar Mandalika agar pelaksanaan MotoGP 2026 berjalan aman dan lancar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, pejabat daerah, serta sejumlah tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan, Betabeq bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang balapan. Menurutnya, ITDC ingin memastikan penyelenggaraan MotoGP juga memberikan ruang bagi budaya dan kearifan lokal untuk tampil di hadapan wisatawan.

“Dampaknya bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga sosial budaya. Budaya-budaya yang ada dan tidak pernah mendapatkan panggung, kita sediakan panggungnya,” kata Troy.

Dia menjelaskan, konsep tersebut sejalan dengan upaya ITDC mengangkat local wisdom di setiap kawasan yang dikelolanya. Hal serupa dilakukan ITDC di kawasan lain seperti Nusa Dua dan Golomori.

Di Mandalika, kata Troy, penguatan budaya lokal juga dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk Mandalika Art Culture dan Mandalika Street Food Festival.

“Bukan hanya orang, bukan hanya race, tapi kebudayaan juga kita angkat,” tegasnya.

Menurut Troy, keberadaan Mandalika Street Food Festival bahkan membuka ruang untuk memperkenalkan beragam kuliner khas NTB. Salah satunya aneka sate yang memiliki karakter dan cita rasa berbeda.

Baca Juga :  Semua Jemaah Terpantau Sehat, JCH Kloter 2 Lombok Tengah Tiba di Tanah Suci

“Di sana ada sekitar 10 jenis sate khas NTB. Itu menjadi bagian dari bagaimana kita mengangkat local wisdom,” ujarnya.

Troy menyebut tradisi Betabeq kali ini juga dikemas lebih besar dan lebih terkonsep dibandingkan tahun sebelumnya. ITDC bahkan mengajak karyawan asal Lombok Tengah yang bekerja di luar daerah untuk pulang dan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Ini acaranya masyarakat kita. Bahkan ada karyawan kita yang orang Lombok Tengah dan tinggal di Jakarta, saya minta datang. Pagi masih di Jakarta, sore sudah sampai di sini,” katanya.

Kesiapan MotoGP Capai 80 Persen

Di sisi lain, Troy menyampaikan persiapan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika telah mencapai sekitar 80 persen. Dengan waktu sekitar tiga pekan sebelum balapan, ITDC terus mengebut berbagai pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

“Kami menyampaikan sudah di 80 persen. Masih ada waktu kurang lebih 22 sampai 23 hari ke depan untuk memastikan yang belum selesai harus kita selesaikan,” ujarnya.

ITDC juga akan melakukan rapat koordinasi teknis untuk memastikan kesiapan sirkuit dan fasilitas pendukung. Perapihan lintasan, termasuk tampilan motif merah putih di aspal sirkuit, terus dilakukan agar semakin terlihat dalam siaran dan peliputan MotoGP.

Selain lintasan, pengecekan dilakukan terhadap berbagai fasilitas, mulai dari grandstand, royal box hingga common garage yang nantinya mampu menampung 53 mobil.

Dari aspek keselamatan, ITDC juga telah memperbarui fasilitas fire pump dengan teknologi terbaru dari Australia. Fasilitas tersebut telah dikurasi bersama pihak pemadam kebakaran Lombok Tengah.

Baca Juga :  GT World Challenge Asia di Sirkuit Mandalika jadi Magnet Investasi

“Kami tidak berharap terjadi apa-apa, namun kesiapan harus dilakukan. Support sistem untuk safety, keselamatan dan kenyamanan sirkuit adalah nomor satu, bukan hanya untuk pembalap tetapi juga penonton,” jelas Troy.

Koordinasi pengamanan dan penanganan bencana juga terus dilakukan bersama Polda NTB, TNI dan Basarnas.

Sementara dari sisi penjualan tiket, Troy menyebut penjualan tiket untuk penonton asal NTB telah mencapai sekitar 91 persen. Jika kuota klaster pertama habis, ITDC berencana membuka klaster berikutnya.

Troy juga menyampaikan adanya permintaan untuk menghadirkan layanan keimigrasian di kawasan Mandalika guna mendukung mobilitas wisatawan mancanegara.

Target Dampak Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

ITDC berharap penyelenggaraan MotoGP 2026 memberikan dampak ekonomi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada penyelenggaraan sebelumnya dampak ekonomi disebut mencapai sekitar Rp4,9 triliun, tahun ini ITDC menargetkan nilainya dapat menembus Rp5 triliun.

Troy menilai kehadiran pembalap Indonesia menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan antusiasme penonton. Selain kelas MotoGP, Moto2 dan Moto3, Indonesia juga memiliki wakil di Moto4.

“Dari Moto2, Moto3, Moto4 dan MotoGP, semuanya sudah ada perwakilan Indonesia. Kita berharap ke depan semakin banyak pembalap Indonesia,” katanya.

Menurut Troy, keberhasilan MotoGP di Mandalika bukan hanya diukur dari suksesnya balapan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat mulai dari Desa Pujut, Lombok Tengah, NTB hingga Indonesia secara keseluruhan.

“Mulai dari Mandalika, Desa Pujut, Lombok Tengah, NTB keseluruhan itu harus dapat dampaknya,” pungkasnya. (wan)

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi
Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari
Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi DP3AP2KB guna Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting
Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:02

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:02

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

Berita Terbaru