Teknologi yang Bisa Diajak Main Catur: Inovasi Mahasiswa Faculty of Engineering BINUS University Jadi Sorotan - Koran Mandalika

Teknologi yang Bisa Diajak Main Catur: Inovasi Mahasiswa Faculty of Engineering BINUS University Jadi Sorotan

Jumat, 20 Juni 2025 - 22:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 17 Juni 2025 — Faculty of Engineering BINUS University terus membuktikan diri sebagai pusat inovasi dan kolaborasi global melalui penyelenggaraan “Chess Game Against DOBOT”, yang berlangsung pada 17–20 Juni 2025 di Black Plaza, BINUS @Kemanggisan, Anggrek Campus. Acara ini menyatukan dunia robotik, kecerdasan buatan (AI), dan pengalaman interaktif, serta menjadi ruang inspiratif bagi generasi muda untuk belajar langsung dari implementasi nyata teknologi masa depan.

Image

Salah satu highlight utama acara ini adalah peluncuran proyek Voice Chess sebuah sistem catur berbasis perintah suara yang terhubung dengan lengan robotik DOBOT. Pemain cukup menyebutkan langkah catur melalui mikrofon, dan DOBOT akan mengeksekusinya secara fisik di papan catur. Sistem ini mengintegrasikan speech recognition, robotik, dan engine AI catur Stockfish, menjadikan pengalaman bermain catur benar-benar otomatis dan futuristik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Image

Voice Chess dikembangkan oleh tiga mahasiswa magang dari ISEN-France: Romain Guglielmi, Jalil El Khalfi, dan Titouan Curt, sebagai bagian dari program kolaborasi internasional yang dimiliki oleh Faculty of Engineering BINUS University. Mereka bekerja di bawah arahan Ibu Rinda Hedwig, dosen sekaligus peneliti aktif di bidang photonic dan computer engineering

Baca Juga :  Menyimpan Dana Jangka Pendek dengan Strategi Bertahap

Image

“Di BINUS University, saya merasa seperti benar-benar menjadi engineer, bukan sekadar mahasiswa. Kami diberi kepercayaan untuk bereksperimen, dibimbing dengan penuh kesabaran, dan diberi ruang untuk mengembangkan solusi yang bisa langsung diuji di lapangan,” ungkap Jalil, yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem pengenalan suara untuk Voice Chess.

“Dukungan dari dosen dan fasilitas teknik di Faculty of Engineering, BINUS University membuat kami merasa dihargai, dan itu sangat memotivasi saya untuk memberikan yang terbaik dalam proyek ini.” ujar Jalil

Sementara itu, Romain menambahkan, “Kami terbiasa bekerja di laboratorium di Prancis, tetapi di BINUS University, kami langsung terlibat dalam interaksi nyata dengan pengguna.”.

Tak hanya itu, acara ini juga memperkenalkan CyGen, sepeda statis multifungsi karya dari Marcel Saputra, Alumni dari Computer Engineering yang juga sebagai Research & Development Coordinator Computer Engineering, BINUS University. Uniknya, CyGen memungkinkan penggunanya mengisi daya baterai ponsel atau power bank sambil berolahraga, dengan kecepatan pengisian rata-rata 1% per menit. Prototipe ini menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa engineering BINUS University didorong untuk menciptakan solusi yang aplikatif, relevan, dan berorientasi pada sustainability.

Baca Juga :  Mimpi Lama Hendy Tan Jadi Nyata : Dari Konsultan Teknik ke Mentor Ribuan Trader Indonesia

Image

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Faculty of Engineering BINUS University, Maker Innovation Space, ISEN-France, dan Research Interest Group in Photonics and Computer Systems (RIG-PCS).

Faculty Engineering BINUS University: Bukan Sekadar Belajar, Tapi Menciptakan Solusi

Faculty of Engineering BINUS University didesain sebagai ekosistem pembelajaran berbasis project, riset, dan kolaborasi industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga membangun teknologi, memecahkan masalah nyata, dan menjalin relasi global. Melalui project seperti Voice Chess dan CyGen, kami menunjukkan bahwa menjadi mahasiswa Teknik berarti siap menghadapi tantangan di masa depan. 

Berita Terkait

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar
CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto
Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik
Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 01:02

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

Rabu, 16 September 2026 - 18:02

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Berita Terbaru

Teknologi

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:02