Kinerja Solid, Krakatau Steel Siap Topang Kebutuhan Baja Nasional untuk Konstruksi dan Pertahanan - Koran Mandalika

Kinerja Solid, Krakatau Steel Siap Topang Kebutuhan Baja Nasional untuk Konstruksi dan Pertahanan

Selasa, 8 Juli 2025 - 08:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) terus menunjukkan geliat positif sepanjang semester pertama 2025, dengan berbagai langkah strategis yang mengisyaratkan masa depan yang lebih cerah bagi raksasa baja nasional ini. Inisiatif perusahaan yang progresif, ditambah dengan valuasi aset yang solid, menjadikan saham KRAS semakin menarik di mata investor yang jeli melihat peluang pertumbuhan jangka panjang.

Momentum positif ini menjadi landasan bagi Krakatau Steel untuk
menegaskan optimismenya dalam mendukung pertumbuhan produksi baja nasional
secara menyeluruh. Perusahaan secara khusus menyatakan kesiapannya untuk
menjadi pemasok andal bagi sektor konstruksi, termasuk proyek strategis
nasional, serta berkontribusi pada penguatan industri pertahanan negara. Hal
ini mencakup potensi pemenuhan kebutuhan baja untuk entitas penting dalam
ekosistem pertahanan seperti PT PAL Indonesia dan PT Pindad (Persero).

Keyakinan ini bukanlah tanpa dasar. Krakatau Steel telah
membuktikan kapabilitasnya baik di pasar domestik maupun internasional. Di
dalam negeri, peranannya sebagai pemasok utama baja untuk proyek infrastruktur,
terus diperkuat. Upaya restrukturisasi dan efisiensi yang konsisten juga
meningkatkan daya saing perusahaan.

Di kancah global, kesepakatan awal (MoU) ekspor Hot Rolled Coil(HRC) sebanyak 120.000 ton ke Vietnam
pada bulan Mei 2025 menjadi bukti nyata kualitas produk dan kemampuan penetrasi
pasar Krakatau Steel di Asia Tenggara.

Krakatau Steel menekankan bahwa akan selalu fokus pada inovasi,
efisiensi, dan ekspansi pasar untuk mengejar pertumbuhan perusahaan. Perusahaan
menetapkan target produksi tahun 2025 sebesar 1,9 juta ton baja dari berbagai
jenis. Hingga Q2 Tahun 2025, PT Krakatau Steel telah memproduksi sebanyak
540 ribu ton baja.

“Berbagai pencapaian dan peningkatan kinerja ini kami
dedikasikan untuk memperkokoh peran Krakatau Steel sebagai pilar industri baja
nasional. Kami siap dan optimis dapat menyokong kebutuhan baja untuk
sektor-sektor vital, mulai dari konstruksi besar hingga mendukung kemandirian
industri pertahanan strategis bangsa kita,” ujar Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk., Muhamad Akbar Djohan.

Baca Juga :  4 Alasan untuk Mulai Gunakan Dompet Crypto Indonesia untuk Kelola Aset Digital

Seperti
tertuang dalam Forum Indonesia Steel Summit &
Exhibition (ISSEI) 2025 yang berlangsung bulan Mei 2025 di Jakarta, dua BUMN
strategis, PT Pindad dan PT PAL Indonesia, menyuarakan pentingnya kemandirian
dalam sektor industri baja nasional. Keduanya sepakat bahwa tanpa kemandirian
baja nasional, cita-cita membangun industri pertahanan yang tangguh akan sulit
terwujud.

Pindad memerlukan sekitar 4.000 ton baja armor dan 2.000 ton
baja struktural untuk kendaraan tempur. Sementara PT PAL membutuhkan ratusan
ribu ton baja untuk memproduksi 260 kapal perang, 150 kapal energi (chemical
tanker hingga gas
carrier), 200 kapal ketahanan pangan (mencakup kapal
kargo, kontainer, dan livestock
carrier), dan lebih dari 20.000 kapal ikan untuk
mendukung perkembangan sektor perikanan nasional.

Berita Terkait

Dari Limbah Jadi Karya: ARTCYCLE Hadirkan Eksplorasi Material di ASHTA District 8
Himbauan Kepada Masyarakat untuk Taat Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api Demi Keselamatan Bersama
Mengapa Pasangan Mata Uang Tertentu Lebih Likuid di Pasar Forex
WSBP Catat Pendapatan Usaha Rp395,10 miliar pada Triwulan I/2026
Peringati Hari Kartini, Pekerja Pria dan Wanita BRI Branch Office Segitiga Senen Kompak Kenakan Pakaian Nasional
Siloam Gelar Simposium Uro-Nephro 360 di Balikpapan Untuk Perkuat Kompetensi Penanganan Ginjal di Indonesia
Kenaikan Harga BBM Tekan Biaya Operasional Mobil Mewah, Pemilik Mulai Cari Alternatif Likuiditas
Harga Emas Terseret Sentimen Global, Potensi Koreksi Masih Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 12:00

Dari Limbah Jadi Karya: ARTCYCLE Hadirkan Eksplorasi Material di ASHTA District 8

Kamis, 23 April 2026 - 12:00

Himbauan Kepada Masyarakat untuk Taat Saat Melintas di Perlintasan Kereta Api Demi Keselamatan Bersama

Kamis, 23 April 2026 - 12:00

Mengapa Pasangan Mata Uang Tertentu Lebih Likuid di Pasar Forex

Kamis, 23 April 2026 - 12:00

WSBP Catat Pendapatan Usaha Rp395,10 miliar pada Triwulan I/2026

Kamis, 23 April 2026 - 12:00

Peringati Hari Kartini, Pekerja Pria dan Wanita BRI Branch Office Segitiga Senen Kompak Kenakan Pakaian Nasional

Kamis, 23 April 2026 - 11:00

Kenaikan Harga BBM Tekan Biaya Operasional Mobil Mewah, Pemilik Mulai Cari Alternatif Likuiditas

Kamis, 23 April 2026 - 11:00

Harga Emas Terseret Sentimen Global, Potensi Koreksi Masih Terbuka

Kamis, 23 April 2026 - 10:00

Hadirkan Ratusan Pengembangan Inovasi Fitur, Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Berita Terbaru