Earthworm Foundation bersama Pemerintah Provinsi Riau Menyelenggarakan Lokakarya untuk Memperkuat Ketahanan melalui Pendekatan Lanskap Terpadu dan Berkelanjutan - Koran Mandalika

Earthworm Foundation bersama Pemerintah Provinsi Riau Menyelenggarakan Lokakarya untuk Memperkuat Ketahanan melalui Pendekatan Lanskap Terpadu dan Berkelanjutan

Kamis, 17 Juli 2025 - 20:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, 17 Juni 2025 – Earthworm Foundation (EF), yang beroperasi di
Indonesia melalui Yayasan Hutan Tropis (YHT), berkomitmen terhadap pembangunan
berkelanjutan. EF bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau menyelenggarakan
lokakarya multipihak “Memperkuat Ketahanan Melalui Pendekatan Lanskap
yang Terpadu, Efektif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan”
di Pekanbaru. Lebih
dari 70 peserta dari pemerintah kabupaten/kota dan kecamatan, kementerian
terkait, masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta, serta media hadir dalam
lokakarya ini.

Lokakarya ini merupakan kelanjutan dari program yang
telah diimplementasikan selama beberapa tahun belakangan di lanskap Riau, wilayah
yang kaya akan lahan gambut, hutan, dan keanekaragaman hayati, namun juga
menghadapi tantangan akibat perubahan tata guna lahan. Earthworm melalui
Yayasan Hutan Tropis mendorong inisiatif lanskap yang didukung oleh berbagai Perusahaan
global yang berkomitmen atas keberlanjutan rantai pasok mereka. Inisiatif ini
telah mendorong solusi inklusif berbasis komunitas untuk melindungi hutan dan
meningkatkan mata pencaharian masyarakat di beberapa kabupaten di Provinsi
Riau.

Dampak dari program lanskap antara lain rencana
pengelolaan konservasi di 23 desa, dengan implementasi yang didukung oleh 24
organisasi berbasis masyarakat, serta adopsi praktik pertanian berkelanjutan
oleh lebih dari 3.000 petani di lahan seluas 5.600 hektare. Capaian ini
menunjukkan bahwa kolaborasi multipihak yang berakar pada kekuatan lokal dapat
mendorong pembangunan berkelanjutan secara nyata.

Melanjutkan inisiatif lanskap dan momentum ini,
lokakarya ini juga menandai peluncuran program RISE (Riau Integratif, Sumber
Daya Tangguh, dan Ekologis), yang didukung oleh Walmart Foundation. Program ini
merupakan fase kedua dari dukungan Walmart Foundation terhadap program lanskap
Earthworm di Riau, yang didukung berbagai perusahaan global yang berkomitmen
dalam keberlanjutan rantai pasok. RISE bertujuan memperdalam inisiatif lanskap
melalui integrasi perlindungan ekologi, ketahanan ekonomi, dan perencanaan tata
guna lahan yang inklusif dengan rantai pasok dan berfokus di tiga kabupaten:
Indragiri Hulu, Kampar, dan Pelalawan.

Dalam sambutannya, Indira Nurtanti, Direktur Regional
Indo-Pasifik Earthworm Foundation, menyampaikan, “Setelah lebih dari lima tahun
bekerja di Riau, kami percaya bahwa keberlanjutan hanya bisa dicapai melalui
kolaborasi. Dengan apa yang telah kita mulai dan capai melalui pendekatan
lanskap, pelibatan langsung masyarakat, dan kontribusi semua pemangku
kepentingan sesuai perannya masing-masing, saya yakin kita dapat mempercepat
transformasi positif bagi lingkungan, kesejahteraan sosial, dan mata
pencaharian masyarakat, yang tentunya sejalan dengan rencana pembangunan jangka
panjang pemerintah.”

Baca Juga :  Ketepatan Waktu KA Berangkat Capai 99,57 Persen, KAI Daop 2 Bandung Operasikan 3.258 Perjalanan Selama Angkutan Nataru 2025/2026

Lokakarya ini juga menjadi ajakan untuk terus
memperkuat kolaborasi multipihak. Transformasi berkelanjutan di Riau memerlukan
sinergi antara pemerintah daerah dan nasional, pelaku usaha, komunitas, dan
masyarakat sipil. Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik inisiatif ini sebagai
bagian dari agenda pembangunan daerah. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (BAPPEDA) Provinsi Riau, Purnama Irawansyah, menyampaikan, “Sinergi dan
kolaborasi menjadi kunci utama implementasi pembangunan rendah karbon dan implementasi
pembangunan hijau. Kami yakin Earthworm Foundation melalui program di lanskap
Riau mempunyai fokus dan tujuan yang sama dalam mendukung aksi iklim dan tata
Kelola hutan yang berkelanjutan dan kami mengajak para pihak untuk
berkontribusi secara optimal. Semua upaya kita ini bagian dari upaya perwujudan
visi Riau Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Agamis, dan Maju.”

Lebih dari 70 peserta perwakilan berbagai lembaga mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Balai Kementerian, akademisi, perusahaan, dan media hadir dalam lokakarya Memperkuat Ketahanan melalui Pendekatan Lanskap yang Terpadu, Efektif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan

Dalam lokakarya, Earthworm Foundation memaparkan
rencana program tiga tahun ke depan. Perwakilan berbagai pemangku kepentingan
aktif berdiskusi dalam sesi dialog interaktif, memberikan masukan terhadap
rancangan program serta mengeksplorasi potensi kolaborasi lebih lanjut.

Kegiatan ini
menegaskan pentingnya aksi kolektif dari seluruh pihak. Dengan semangat gotong
royong dan sinergi multipihak, Riau memiliki posisi yang lebih kuat untuk
menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di masa mendatang.

Berita Terkait

5 CRM Indonesia Terbaik Berdasarkan Google Review
IFG Life Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini
Cara Memanfaatkan Promo QRIS untuk Menghemat Pengeluaran Harian
VRITIMES Dukung Global Sustainable Development Congress 2026 sebagai Media Partner
AI Search Ubah Strategi Digital Brand, AVO AI Bantu Ukur Peluang Brand Dipilih AI
Polda NTT Sambut HUT ke-80 Bhayangkara dengan Perkuat Personel dari Dalam Lewat Terapi USEFT Massal
Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati
BP Tapera Paparkan Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa Mulai Rp500 Ribu per Bulan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:13

Aspirasi Tetap Terserap, Pemprov NTB Tegaskan Aksi Kritik atau Dukung MBG Diperlakukan Sama

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:21

NTB Jadi Tuan Rumah Pembinaan Penguatan Penyelenggaraan SDI 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:33

ESDM NTB Bergerak, Antisipasi Pedagang Eceran “Main Harga” BBM

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:16

Pertalite Diserbu Usai Pertamax Naik Rp16 Ribu, ESDM NTB: Tak Bisa Dihindari

Senin, 22 Juni 2026 - 20:49

Banyak Anggota Tak Hadir, DPRD NTB Lakukan Tes Urine Mendadak

Senin, 22 Juni 2026 - 20:40

222 Kepsek Hasil Mutasi Diduga Cairkan Dana BOS Bermasalah, FP4 NTB Siapkan Laporan Tipikor

Senin, 22 Juni 2026 - 20:27

Dukung Keberlanjutan Program MBG, Puluhan Ribu Warga Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur NTB

Senin, 22 Juni 2026 - 12:22

Setelah Delapan Tahun, Bank NTB Syariah Kembali Dipercaya Salurkan KUR untuk Dorong UMKM dan PMI NTB

Berita Terbaru

Teknologi

5 CRM Indonesia Terbaik Berdasarkan Google Review

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:00