300 SPPG Belum Mampu Capai Target Sasaran MBG di NTB - Koran Mandalika

300 SPPG Belum Mampu Capai Target Sasaran MBG di NTB

Jumat, 3 Oktober 2025 - 12:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat sampai dengan Oktober 2025, sebanyak 300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah beroperasi di NTB.

Kepala BPS NTB, Wahyudin mengatakan sebelumnya tercatat hanya 33 SPPG yang beroperasi sampai dengan Mei 2025.

“Sekarang ini, SPPG sudah berkembang sudah beroperasi lebih dari 300 sekarang ini,” kata Wahyudin, Kamis (2/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, jumlah tersebut belum dapat memenuhi target sasaran penerima manfaat di NTB. Wahyudin membeberkan sasaran penerima manfaat di NTB yakni sebanyak 1,8 juta jiwa.

Baca Juga :  ‎Jumlah SPPG Lampaui Target, Pemprov NTB Fokus Ratakan Penyaluran MBG

“Jadi, kita butuh SPPG ini sekitar 600, kita baru sekitar 300 lebih. Jadi belum memenuhi,” bebernya.

Jika dilihat dari dampak sosial, keberadaan SPPG ini mampu mengurangi angka pengangguran. Pasalnya, satu SPPG saja dapat mempekerjakan 47 orang.

“Kalau 300 SPPG, itu sudah menyerap tenaga kerja berapa banyak? Pasti lebih dari sepuluh ribu, karena mereka syaratnya minimal 47 orang,” tutur Wahyudin.

Ia mengungkapkan bahwa ini merupakan cara pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja. Jika lapangan kerja sudah terpenuhi, lanjut Wahyudin, otomatis akan menambah penghasilan keluarga.

Ia menjelaskan rata-rata satu SPPG mendapatkan 3-4 ribu sasaran dengan anggaran yang dikucurkan dari pemerintah sebesar Rp 15 ribu per penerima manfaat.

Baca Juga :  Pergerakan Ekonomi NTB Tunjukan Tren Positif, BPS Mencatat Nilai Ekspor Meningkat

Kemudian, Rp 15 ribu itu dibagi lagi menjadi tiga dengan rincian untuk makanan Rp 10 ribu, pekerja Rp 3 ribu, dan dapur Rp 2 ribu.

“Kalau kita ambil Rp 3 ribu per pekerja, kali 3.500 (sasaran) kan dapat Rp 10.500.000, dibagi tenaga kerja 47 misalnya ya itu kan diatas Rp 200 ribu sehari, kali lima hari dalam seminggu. Jadi hari kerjanya mereka itu Senin sampai Jumat,” jelas Wahyudin

Dia menambahkan, Program MBG ini memilik tiga sasaran, yaitu pemerataan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan penurunan angka kemiskinan.

“Itu tiga sasarannya untuk MBG,” imbuhnya. (dik)

Berita Terkait

Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib
Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV
Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya
Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik
Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa
Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional
Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB
BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02