Koran Mandalika, Lombok Tengah- Pengerjaan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) NW Leneng, kini mulai dipertanyakan. Pasalnya, terjadi kebocoran pada 3 ruang kelas madrasah tersebut akibat diguyur hujan beberapa waktu lalu.
Di ruang kelas II, masih terlihat bekas rembesan air di bagian atap. Selain itu, lantai ruang kelas juga diduga tidak rata serta pipa instalasi listrik juga tidak terpasang.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Yayasan MI NW Leneng, Abdul Hakim mengatakan pihaknya sudah meminta kontraktor untuk melakukan perbaikan. Namun, jawaban yang diberikan dirasa kurang memuaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jawabannya adalah memang seperti itu kecuali akan dilanjutkan ke lantai dua. Nah pengalaman saya, saya bilang ke mereka, bangunan lama disini sudah puluhan tahun tapi tidak bocor,” katanya.
Sebagai ketua yayasan, pihaknya merasa kecewa dengan hasil pengerjaan gedung tersebut. Dengan kondisi atap yang bocor, pastinya akan mengganggu aktifitas belajar.
Ia melanjutkan, bangunan yang sedang dikerjakan belum diserah terimakan, namun sudah bermasalah.
Pihaknya sudah menyampaikan keluhan ke kontraktor saat hujan besar pertama, agar disesuaikan dengan perencanaan. Termasuk, harus ada konsol (penopang) belakang bangunan sehingga air tidak masuk ruangan kelas.
“Nah ini yang perlu kita klarifikasi dari hasil pekerjaan ini. Sementara di luar juga begitu, air banjir di luar, ada videonya kemarin sudah dua kali. Nah harusnya dari sisi perencanaan dari sejak awal itu, dampak kalau terjadi seperti ini, seperti apa? Tapi ini tidak dilaksanakan,” jelasnya.
Hakim menyampaikan, terjadi rembesan air di beberapa titik. Sehingga, pihaknya meminta agar segera diselesaikan rembesan tersebut termasuk konsol samping.
Dia menegaskan, ini bukan hanya soal kualitas kontruksi bangunan. Lebih jauh, Hakim juga mempersoalkan instalasi listrik sama sekali tak terpasang. Berbagai persoalan tersebut membuat Hakim menduga proyek dikerjakan asal-asalan.












