Guru Besar BINUS UNIVERSITY Gagas‘Coffee 5.0’ Integrasi AI, Blockchain, dan Live-Streaming - Koran Mandalika

Guru Besar BINUS UNIVERSITY Gagas‘Coffee 5.0’ Integrasi AI, Blockchain, dan Live-Streaming

Jumat, 14 November 2025 - 16:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 11 November 2025 — BINUS University resmi mengukuhkan Prof. Dr. Arta Moro Sundjaja, S.Kom., S.E., M.M., CDMS sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Digital Bisnis. Pengukuhan ini menegaskan komitmen BINUS University dalam memperkuat peran akademisi sebagai penggerak inovasi di era ekonomi digital, sejalan dengan Visi BINUS: Fostering and Empowering Society in Building and Serving the Nation.

Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Brew to Buy: Seduh Lebih Cerdas dengan Kecerdasan Buatan dan Live-Streaming untuk Meningkatkan Kepuasan Para Pecinta Kopi,” Prof. Arta mengajak hadirin memahami bagaimana transformasi digital, teknologi kecerdasan buatan (AI), dan integrasi omnichannel telah mengubah cara masyarakat menikmati secangkir kopi dari sekadar minuman, menjadi pengalaman sosial, edukatif, dan berkelanjutan.

Melalui kisah sederhana tentang “Joe” yang membeli kopi lewat live-streaming roastery lokal, Prof. Arta menggambarkan perubahan perilaku konsumen di era digital dan bagaimana pelaku bisnis harus beradaptasi melalui integrasi data, AI, dan komunitas. Ia menyebut konsep ini sebagai “Coffee 5.0 Operating System”, yaitu kerangka kerja bisnis yang menyatukan brew x data x AI x komunitas untuk menciptakan pengalaman yang lezat sekaligus akuntabel.

“Di balik secangkir kopi yang nikmat, kini ada kecerdasan buatan yang memahami preferensi rasa, data yang menjamin transparansi, dan komunitas yang saling memberdayakan. Inilah wajah baru bisnis digital yang tidak hanya efisien, tetapi juga manusiawi dan berkelanjutan,” ujar Prof. Arta dalam orasinya.

Riset dan gagasan Prof. Arta menyoroti bagaimana AI, blockchain, dan Internet of Things (IoT) dapat membantu menciptakan rantai pasok kopi yang transparan, menghubungkan petani hingga konsumen akhir, sekaligus membangun ekosistem bisnis yang etis dan berdampak sosial. Ia juga menekankan pentingnya transformasi organisasi dan kolaborasi lintas disiplin dalam mengimplementasikan model bisnis digital yang berdaya tahan.

Dalam penutup orasinya, Prof. Arta menegaskan visinya terhadap masa depan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Perguruan tinggi harus menjadi simpul kepercayaan yang menghubungkan sains, industri, dan komunitas. Melalui riset yang aplikatif dan kolaborasi lintas bidang, kita dapat membentuk generasi yang cakap data, peka terhadap etika, dan peduli terhadap keberlanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Angkutan Lebaran 2026 Kian Dekat, KAI Daop 4 Ingatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi BINUS University dalam memperluas dampak akademik dan sosial di bidang Digital Business Management. Riset Prof. Arta tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi industri, terutama sektor creative industry dan digital commerce yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

“Kami bangga atas kontribusi Prof. Arta dalam memperkaya  ilmu Digital Bisnis di Indonesia. Karya dan riset beliau sejalan dengan semangat BINUS 2035, yang menempatkan inovasi, kolaborasi global, dan keberlanjutan sebagai inti dari pendidikan tinggi masa depan,” ujar Dr. Nelly, S.Kom., M.M., Rektor BINUS University.

Sebagai bagian dari ekosistem akademik yang berorientasi global, Prof. Arta juga aktif menginisiasi kolaborasi riset internasional, serta program pemberdayaan komunitas seperti pelatihan literasi digital dan keuangan untuk petani di Labuan Bajo yang diharapkan menjadi living laboratory untuk menghubungkan riset, pendidikan, dan aksi nyata.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB
Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea
Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan
Pemerintah RI Bisa Sita Kripto untuk Lunasi Utang, Apa Dampaknya?
Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik
Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA
Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data
Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00

Renovasi Rumah Jadi Kebutuhan, BRI Finance Permudah Akses Dana Tunai Berbasis BPKB

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00

Resmi! Lee Junho Jadi Ambassador Global Cuckoo, Merek Rice Cooker asal Korea

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:00

Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:00

Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:01

Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00

Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00

Negara yang melaksanakan “PJC Bridge” semacam JLPT kini bertambah hingga 15 negara – memperluas kesempatan sertifikasi untuk visa Jepang seiring meningkatnya pelajar asing yang belajar bahasa Jepang maupun kerja di Jepang

Berita Terbaru