Inflasi, Krisis Ekonomi, dan Dampaknya terhadap Nilai Tukar - Koran Mandalika

Inflasi, Krisis Ekonomi, dan Dampaknya terhadap Nilai Tukar

Senin, 2 Februari 2026 - 17:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar mata uang suatu negara tidak pernah berdiri sendiri. Pergerakannya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik maupun global, terutama faktor seperti inflasi dan krisis ekonomi. Ketika inflasi meningkat dan stabilitas ekonomi terganggu, mata uang biasanya mengalami tekanan dan melemah terhadap dolar AS maupun mata uang kuat lainnya.

Fenomena ini sering terjadi di negara-negara berkembang atau negara yang mengalami ketidakpastian politik dan ekonomi. Bagi trader maupun investor, memahami hubungan antara inflasi, krisis ekonomi, dan nilai tukar menjadi hal penting karena pergerakan mata uang mencerminkan kondisi fundamental suatu negara.

Inflasi sebagai Pemicu Pelemahan Mata Uang

Inflasi terjadi ketika harga barang dan jasa naik secara terus-menerus, sehingga daya beli masyarakat menurun. Ketika inflasi tinggi, mata uang suatu negara cenderung kehilangan nilai karena uang yang beredar tidak lagi memiliki kekuatan beli yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kondisi inflasi ekstrem, masyarakat biasanya mulai mencari aset yang lebih stabil seperti dolar AS, emas, atau aset luar negeri. Akibatnya, permintaan terhadap mata uang lokal turun dan nilai tukarnya melemah.

Baca Juga :  RevComm Terima AI Innovation Award di CES® 2025

Inflasi juga memengaruhi kebijakan bank sentral. Jika suku bunga tidak dinaikkan secara efektif untuk mengendalikan inflasi, kepercayaan investor terhadap ekonomi akan menurun dan mata uang semakin tertekan.

Krisis Ekonomi dan Ketidakstabilan Nilai Tukar

Krisis ekonomi memperburuk tekanan terhadap mata uang karena menciptakan ketidakpastian besar di pasar. Krisis bisa disebabkan oleh utang yang membengkak, defisit perdagangan, konflik politik, hingga sanksi internasional.

Ketika sebuah negara memasuki krisis, investor asing biasanya menarik modal mereka, cadangan devisa menurun, dan mata uang lokal jatuh lebih dalam. Dalam beberapa kasus, pelemahan mata uang dapat berlangsung sangat cepat dan menyebabkan inflasi semakin tidak terkendali.

Inilah alasan mengapa mata uang dari negara yang mengalami krisis sering masuk dalam daftar mata uang terlemah di dunia.

5 Mata Uang Negara Terendah di Dunia 2026, Iran termasuk?

Beberapa negara dengan inflasi tinggi dan tekanan ekonomi berat sering memiliki mata uang dengan nilai tukar paling rendah secara global. Iran termasuk salah satu contoh negara yang mata uangnya terus tertekan akibat kombinasi inflasi domestik, sanksi internasional, dan ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga :  Kapan Waktu yang Tepat Membeli Bitcoin? Tinjauan Indikator RSI dan MACD

Pembahasan lengkap mengenai daftar mata uang terendah di dunia tahun 2026 dapat dibaca melalui artikel berikut

Artikel tersebut memberikan gambaran bagaimana kondisi ekonomi suatu negara dapat tercermin langsung pada nilai tukarnya.

Broker Trading KVB Indonesia untuk Memantau Pergerakan Nilai Tukar

Dalam trading forex, pergerakan nilai tukar sangat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi seperti inflasi dan krisis. Oleh karena itu, trader membutuhkan broker yang menyediakan akses pasar global dengan platform stabil serta dukungan analisis yang relevan.

Broker Trading KVB Indonesia membantu trader memanfaatkan peluang di pasar mata uang dengan eksekusi cepat dan insight pasar yang mendalam. Bagi Anda yang ingin mulai trading forex dan memahami dinamika nilai tukar secara lebih terukur, pendaftaran akun dapat dilakukan melalui link ini

Dengan memahami inflasi, krisis ekonomi, dan dampaknya terhadap mata uang, trader dapat mengambil keputusan yang lebih strategis dalam menghadapi volatilitas pasar global.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Krakatau Steel Dorong Kehadiran Negara Hadapi Distorsi Pasar Baja Global
Profesor BINUS Masuk Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Dunia
Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas
Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220
Hero Masa Depan Lahir di Sini: Pororo Star Chajgi Final Show Siap Cetak Hero Masa Depan di Pondok Indah Mall
Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol
Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra
Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:02

Krakatau Steel Dorong Kehadiran Negara Hadapi Distorsi Pasar Baja Global

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:17

Profesor BINUS Masuk Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Dunia

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:13

Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:53

Hero Masa Depan Lahir di Sini: Pororo Star Chajgi Final Show Siap Cetak Hero Masa Depan di Pondok Indah Mall

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:35

Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:23

Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:24

Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:46

5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka

Berita Terbaru

NTB Terkini

‎Pemprov NTB Buka Suara Soal Video Viral WNI di Libya

Jumat, 27 Feb 2026 - 18:05