Pasar Aset Bitcoin Tetap Kokoh, Mengapa Penurunan Pasar Dapat jadi Sinyal Positif bagi Investor? - Koran Mandalika

Pasar Aset Bitcoin Tetap Kokoh, Mengapa Penurunan Pasar Dapat jadi Sinyal Positif bagi Investor?

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akhir-akhir ini di tengah dinamika pasar aset kripto yang penuh tantangan, para analis dari perusahaan riset terkemuka, Bernstein, baru saja menyampaikan pandangan yang sangat optimis mengenai masa depan Bitcoin di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami penurunan.

Lebih lanjut, Bernstein menegaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini merupakan fase pelemahan yang tidak mengkhawatirkan karena tidak ditemukan adanya kegagalan sistem maupun keruntuhan institusi besar seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan harga yang kita saksikan akhir-akhir ini dipandang sebagai ujian kepercayaan bagi para investor dibandingkan sebuah kegagalan teknologi, sehingga para ahli tetap yakin bahwa harga Bitcoin berpotensi menyentuh angka $150.000 pada akhir tahun 2026 mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keyakinan ini didasari oleh fondasi industri yang kini jauh lebih kokoh dengan adanya dukungan nyata dari lembaga keuangan besar dan kebijakan pemerintah di beberapa negara yang semakin terbuka terhadap aset kripto.

Berbeda dengan masa lalu yang penuh dengan ketidakpastian, saat ini Bitcoin telah menjadi bagian dari strategi cadangan perusahaan besar dan instrumen investasi resmi melalui ETF yang diakui secara global.

Baca Juga :  Dunia Usaha Apresiasi Langkah Rosan Roeslani Pangkas Tantiem Komisaris BUMN

Bagi para investor di Indonesia, dinamika pasar global ini tentu memberikan pengaruh psikologis yang cukup besar terutama dalam menghadapi fluktuasi harga harian yang cukup tajam.

Namun, pandangan positif dari lembaga riset internasional ini memberikan harapan baru bahwa peluang keuntungan jangka panjang masih terbuka sangat lebar bagi mereka yang mampu bersikap tenang dan tidak terbawa arus kepanikan sesaat.

Bittime platform pertukaran aset kripto yang berizin dan diawasi di Indonesia, menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang bagi setiap penggunanya agar investasi tidak sekadar menjadi ajang spekulasi, melainkan sebuah keputusan yang diambil berdasarkan pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko dan fundamental aset.

Dengan memperkuat wawasan sebelum bertransaksi, investor diharapkan dapat membedakan antara fluktuasi harga sementara dan nilai jangka panjang sebuah teknologi sehingga tidak mudah goyah oleh berita-berita yang kurang akurat.

Kesabaran dan pemahaman yang baik akan menjadi kunci utama dalam meraih potensi maksimal dari perkembangan aset kripto yang terus bertransformasi menuju standar keuangan masa depan yang lebih inklusif dan modern.

Baca Juga :  PT. Surya Indo Plastic Meluncurkan Kemasan Minuman PET 100% Daur Ulang dengan Segel PET: Solusi Pengemasan Berkelanjutan

Namun, tentu seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime

Tentang Bittime Indonesia

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI Region 6/Jakarta 1 Laksanakan Roll Out BCM Tools dan TOT Implementasi BCM K3
Antusiasme Mudik Mulai Meningkat, KAI Daop 9 Jember Catat Puluhan Ribu Tiket Terjual dan Hadirkan Fitur Connecting Train
Telkom AI Center Makassar Bekali Mahasiswa Bangun Web Portfolio AI untuk Hadapi Gig Economy
Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:27

BRI Region 6/Jakarta 1 Laksanakan Roll Out BCM Tools dan TOT Implementasi BCM K3

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:17

Antusiasme Mudik Mulai Meningkat, KAI Daop 9 Jember Catat Puluhan Ribu Tiket Terjual dan Hadirkan Fitur Connecting Train

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:34

Pasar Aset Bitcoin Tetap Kokoh, Mengapa Penurunan Pasar Dapat jadi Sinyal Positif bagi Investor?

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:09

Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:53

PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi

Kamis, 12 Februari 2026 - 01:58

Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:57

FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:47

Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

Berita Terbaru