Koran Mandalika, Lombok Tengah – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Lombok Tengah memasuki tahapan krusial dengan penekanan pada kesiapan fisik dan mental peserta.
Dari sisa 92 peserta yang mengikuti proses seleksi, nantinya akan disaring menjadi 33 orang terbaik untuk bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan.
Kepala Bidang Ideologi Wawasan dan Ketahanan Bangsa, Kesbangpol Lombok Tengah, Fero Ramdoni, mengimbau seluruh peserta agar mempersiapkan diri secara maksimal dalam menghadapi setiap tahapan seleksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penilaian dilakukan secara akumulatif, mulai dari PBB, tes kesamaptaan, hingga wawancara atau kepribadian,” kata Fero, Jumat(10/4).
Dia menjelaskan, komposisi penilaian terdiri dari 30 persen Peraturan Baris Berbaris (PBB), 30 persen tes kesamaptaan, dan 40 persen wawancara atau penilaian kepribadian. Tahapan akhir seleksi akan ditentukan melalui tes wawancara.
Tes wawancara sendiri dijadwalkan berlangsung pada 20 April mendatang. Dalam tahap ini, peserta akan dinilai berdasarkan sejumlah indikator, antara lain wawasan kebangsaan, minat dan bakat, motivasi, serta komitmen.
Dari total 92 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 33 orang yang akan dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka Lombok Tengah. Namun demikian, pengumuman resmi tetap menunggu hasil dari tingkat provinsi dan pusat.
“33 orang yang masuk itu boleh diumumkan setelah pusat dan provinsi mengumumkan. Setelah diumumkan baru dilakukan pemusatan latihan,” jelas Fero.
Dia juga berharap, dari 33 peserta terpilih nantinya, ada yang mampu mewakili Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional sebagai anggota Paskibraka yang bertugas mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara.
Dengan persaingan yang ketat, kesiapan menyeluruh menjadi kunci utama bagi peserta untuk bisa lolos hingga tahap akhir dan mengharumkan nama daerah. (wan)






