Koran Mandalika, Lombok Tengah – PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah menindaklanjuti arahan Bupati Lombok Tengah terkait layanan air gratis untuk rumah ibadah tidak hanya mushola dan masjid.
Direktur Utama PDAM Loteng, Bambang mengatakan, pihaknya masih mengkaji terkait arahan tersebut dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan dan kemampuan operasional perusahaan.
Namun, terdapat dua hal utama yang menjadi perhatian sebelum program diperluas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perintah pak bupati tentu harus kami tindak lanjuti. Tapi ada dua hal yang jadi perhatian, yakni kesiapan infrastruktur jaringan dan kemampuan operasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, belum seluruh rumah ibadah terjangkau jaringan distribusi PDAM, sehingga menjadi kendala dalam pemasangan meter air gratis.
“Misalnya ada masjid yang ingin kita pasangkan meter gratis, tetapi jaringan belum tersedia. Itu yang membuat belum bisa kita realisasikan,” jelasnya.
Saat ini, PDAM Loteng telah melayani sekitar 470 rumah ibadah dengan air gratis, dari total sekitar 1.600 unit rumah ibadah di Lombok Tengah.
Bambang menyebut, jika seluruhnya digratiskan, perusahaan harus melakukan perhitungan ulang karena berpotensi meningkatkan biaya operasional.
“Kalau semuanya digratiskan, tentu kita harus berhitung ulang karena akan berdampak pada pembengkakan biaya operasional,” imbuhnya.
Bambang Supratomo terus melakukan evaluasi dan pemetaan terhadap rumah ibadah yang telah memiliki jaringan siap pakai untuk pemasangan meter air. “Kita evaluasi mana masjid dan mushola yang sudah siap jaringan untuk dipasangkan meter air,” katanya.
Ia menegaskan, layanan gratis tetap memiliki batasan penggunaan sesuai kebutuhan utama rumah ibadah.
“Kata gratis ini jangan diartikan tanpa batas. Tetap ada ketentuan, misalnya pemakaian dalam batas tertentu, karena ini diperuntukkan untuk kebutuhan ibadah seperti wudhu dan kegiatan di masjid,” tegasnya.
Bambang Supratomo berharap program ini dapat berjalan secara bertahap dengan tetap menjaga keberlanjutan layanan serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat secara luas. (*)






