Koran Mandalika, Lombok Tengah – Masyarakat Desa Pajangan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, menghias kantor desa dengan ornamen unik, untuk memeriahkan Piala Dunia 2026.
Tidak hanya seputar sepak bola, namun masyarakat di Desa yang baru devinitif 22 September 2022 itu memasukkan unsur kerajinan ketak dalam hiasan berupa mural.
Kreatifnya, para warga yang ada juga membuat ketak sebagai pengganti bendera, kerajinan ketak di cat dengan puluhan peserta negara piala dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usut punya usut, Desa yang memiliki keindahan alam persawahannya ini menggelar kegiatan tersebut dikarenakan ingin menjadikan momentum ini sebagai ajang promosi ekonomi kreatif, khususnya kerajinan, produk anyaman khas lokal yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun.
Kepala Desa Pajangan, Samiun menyatakan dukungannya terhadap inisiatif masyarakat yang didominasi pemuda ini.
Ia menekankan bahwa acara ini merupakan jembatan untuk memperkenalkan potensi desa ke khalayak yang lebih luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi media pemersatu sekaligus penggerak ekonomi. Melalui kegiatan ini, kami mempromosikan Desa Pajangan sebagai desa dengan lebih dari 1.500 pengulat Ketak. Ini adalah kesempatan emas untuk memamerkan karya warga kami di tengah atmosfer kemeriahan Piala Dunia,” ucap Samiun, Sabtu (13/6/2026).
Selain melakukan dekorasi di kantor Desa Pajangan, Pemerintah Desa Pajangan juga akan menggelar Nonton Bareng World Cup 2026 di halaman kantor.
Konsep acara kata dia akan dibuat sangat menarik dan Instagramable. Area nonton bareng akan dihias dengan perpaduan apik antara pernak-pernik sepak bola dan dekorasi berbahan dasar Ketak.
Hal ini sejalan dengan langkah strategis desa yang saat ini tengah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Poltekpar Lombok dan Mandalika International Festival untuk meningkatkan daya tarik wisata serta ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Selain untuk mempromosikan produk, kegiatan ini ditargetkan mampu menarik kehadiran sekitar 450 hingga 500 penonton setiap malamnya, yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan pecinta bola.
Anggaran yang disiapkan pun tergolong efisien, yakni sekitar Rp2,5 juta, dengan memanfaatkan fasilitas kantor desa seperti proyektor dan sistem suara guna menekan biaya.
“Melalui perpaduan ini, kita tidak hanya merayakan semangat olahraga, tetapi juga sekaligus mempromosikan potensi wisata di Desa Pajangan,” kata Samiun.
Selama World Cup 2026 berlangsung, Pemdes Pajangan juga merencanakan akan mengadakan beragam lomba.
Satu diantaranya yakni berfoto selfi di kantor desa yang telah dihiasi, dengan dipadukan panorama indah alam desa Pajangan dan landscape gunung Rinjani.
“Pada Semi Final, Perempat Final, dan Final, nanti juga akan ada dorprize,” demikian Samiun.
Harapannya, kegiatan ini mampu mempererat tali silaturahmi antar warga serta menyediakan sarana hiburan yang edukatif dan positif bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)






