Mandalika Racing Series Terapkan Regulasi Berstandar Internasional untuk Siapkan Pembalap ke Pentas Dunia - Koran Mandalika

Mandalika Racing Series Terapkan Regulasi Berstandar Internasional untuk Siapkan Pembalap ke Pentas Dunia

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Mandalika Racing Series (MRS) 2026 mulai menerapkan sejumlah regulasi baru yang mengacu pada standar internasional Federasi Balap Motor Dunia (FIM).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan pembalap Indonesia sebelum bersaing di ajang balap internasional.

Ketua Pelaksana Mandalika Racing Series 2026, Arif Syahbani, mengatakan penyesuaian regulasi dilakukan secara bertahap agar pembalap semakin memahami aturan, prosedur, dan etika yang berlaku di kejuaraan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau secara perubahan regulasi, kita mulai pelan-pelan mengacu pada FIM. Jadi ada beberapa aturan baru yang kita terapkan, seperti jump start yang hukumannya berupa double long lap penalty,” ujar Arif.

Selain itu, MRS juga menerapkan aturan terkait prosedur ketika motor mengalami kerusakan saat sesi kualifikasi. Pembalap diwajibkan melaporkan kondisi tersebut kepada race direction. Jika tetap diizinkan mengikuti balapan, mereka harus memulai lomba dari pit lane.

Menurut Arif, penerapan regulasi tersebut merupakan bagian dari proses edukasi agar pembalap Indonesia tidak mengalami kesulitan saat tampil di level internasional.

Baca Juga :  Peluang Kuliah Makin Besar, Poltekpar Lombok Tambah Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru

“Ini adalah upaya kita untuk meningkatkan pemahaman para pembalap sebelum mereka bertanding di internasional,” katanya.

Ia menilai antusiasme terhadap balap internasional saat ini sedang meningkat, seiring munculnya sejumlah talenta muda Indonesia yang berhasil menembus kompetisi dunia, seperti Veda Ega Pratama, Ramadipa, Arayagaska, dan Felix Putra Mulya.

Untuk menjaga kesinambungan pembinaan, MRS membuka kelas Junior Sport 250 U-18 dan Indonesia Junior Talent Cup 150 untuk pembalap berusia di bawah 15 tahun. Melalui kelas-kelas tersebut, diharapkan lahir generasi penerus yang mampu mengikuti jejak para pembalap Indonesia yang telah berkiprah di kancah internasional.

“Diharapkan dari pembinaan pembalap-pembalap muda itu akan lahir generasi-generasi penerus dari Veda, Ramadipa, Arayagaska, dan yang lainnya,” ujar Arif.

Arif menambahkan, para pembalap umumnya dapat menerima perubahan regulasi yang diterapkan panitia. Menurutnya, mereka memahami bahwa MRS digelar di sirkuit berstandar internasional dan menjadi sarana latihan penting sebelum mengikuti kejuaraan regional maupun internasional.

Baca Juga :  Pembalap Asal NTB Aldias Raih Podium Kedua di Superpole National Sport 150cc MRS 2025

“Bulan depan ada RRC, dan banyak pembalap Indonesia yang ikut di sana. Jadi ini bagian dari latihan mereka sebelum bertanding di RRC,” katanya.

Tak hanya soal aturan teknis balapan, penyelenggara juga mulai menanamkan disiplin dan etika yang berlaku di lingkungan balap internasional. Salah satunya dengan melarang aktivitas merokok di sepanjang area pit lane.

“Hal-hal kecil seperti itu bisa membawa nama baik Indonesia ketika bertanding di luar negeri. Jadi kita terus mengedukasi pemahaman mereka, attitude, dan perilaku mereka di sirkuit,” ujar Arif.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, MRS akan terus melakukan evaluasi terhadap regulasi yang diterapkan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian aturan lain yang bertujuan meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperluas pemahaman pembalap terhadap standar balap internasional.

“Intinya kita ingin meningkatkan kualitas dan pemahaman mereka terhadap balapan internasional, mulai dari aturan main, aturan teknis, hingga etika di sirkuit,” pungkasnya. (wan)

Berita Terkait

Eksekusi Hotel Arianz Mataram Tuai Protes Ahli Waris
Pengamat Nilai Miq Hul Miliki Sejumlah Keunggulan Jika Terpilih Pimpin KONI NTB
Dewan Muazzim Bakal Perjuangkan Iuran BPJS bagi Pekerja Informal
Pedagang Beberkan Harga Bahan Pokok Pasca MBG beroperasi
Kelangkaan BBM Mulai Terasa, Antrian Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU Lombok Tengah
Belum Dipasarkan, Harga Paving Block Plastik Belum Masuk Perda Kota Mataram
Empat Wisatawan Alami Insiden di Pantai Semeti, Satu Meninggal
Serahkan Program PISAW di Lombok Tengah, Sari Yuliati Tegaskan Golkar Tak Pernah Lupakan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:02

Alparsa Karya Group Perkuat Layanan Design & Build Terintegrasi untuk Kawasan Jabodetabek

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:02

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Konektivitas Ekosistem Pelabuhan Melalui Pertumbuhan Kinerja Semester I 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:02

ITSEC Asia (IDX: CYBR) Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia untuk Mengamankan dan Memimpin Era AI

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:02

Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Riset, Inovasi, dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:02

Perkuat Mutu Layanan Perhotelan, SUCOFINDO Serahkan Sertifikasi ISO 9001:2015 kepada Hotel FUGO Samarinda

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:02

Syailendra Capital Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah di Bursa Efek Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:02

Di Tengah Ancaman Konflik, 11 Prajurit Koops TNI Habema Evakuasi Warga Ugimba dengan Dua Helikopter

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:02

Cara Memilih Sistem POS untuk Bisnis

Berita Terbaru

Daerah

Eksekusi Hotel Arianz Mataram Tuai Protes Ahli Waris

Senin, 10 Agu 2026 - 19:44