Koran Mandalika, Lombok Tengah – Keluarga anak yatim piatu berinisial RJG menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi RJG dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Perwakilan keluarga, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa setelah adanya komunikasi dan koordinasi dengan pihak sekolah, terdapat komitmen untuk mengupayakan agar RJG dapat diterima dan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah yang dituju.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi anak kami. Kami mendapatkan informasi bahwa pihak sekolah akan mengupayakan solusi terbaik agar RJG bisa diterima dan tetap mendapatkan haknya untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Iwan Kurniawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Iwan, respons positif yang diberikan pihak sekolah menjadi angin segar bagi keluarga, mengingat sebelumnya mereka merasa khawatir akibat kendala administratif yang muncul dalam proses penerimaan siswa baru.
Dia juga mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah yang bersedia mendengarkan kondisi RJG sebagai anak yatim piatu yang sejak kecil diasuh oleh neneknya.
“Kami bersyukur karena pihak sekolah menunjukkan kepedulian dan mau memahami kondisi yang sebenarnya. Ini menjadi harapan besar bagi keluarga dan terutama bagi RJG agar tetap bisa bersekolah dan meraih cita-citanya,” katanya.
Iwan berharap proses yang sedang diupayakan dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan RJG. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus mendukung anak-anak yang berada dalam kondisi khusus agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Kami percaya pihak sekolah dan instansi terkait akan mengambil langkah yang terbaik. Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih atas kebijakan dan perhatian yang diberikan,” tutupnya.
Sebelumnya, persoalan RJG sempat menjadi perhatian karena terkendala status administrasi kependudukan dalam Kartu Keluarga (KK) yang memengaruhi posisi dalam sistem penerimaan siswa. Menanggapi hal tersebut, pihak terkait telah melakukan komunikasi untuk mencari solusi sehingga hak pendidikan RJG tetap dapat terpenuhi.






