Kapan Utang Bisa Dianggap Sehat? Kenali Perbedaannya Sebelum Mengajukan Pinjaman - Koran Mandalika

Kapan Utang Bisa Dianggap Sehat? Kenali Perbedaannya Sebelum Mengajukan Pinjaman

Senin, 6 Juli 2026 - 23:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapan Utang Bisa Dianggap Sehat? Kenali Perbedaannya Sebelum Mengajukan Pinjaman

Utang tidak selalu berdampak buruk bagi keuangan. Utang bisa dianggap sehat apabila digunakan untuk tujuan yang jelas, sesuai kemampuan membayar, dan tidak mengganggu kondisi keuangan sehari-hari. Sebaliknya, utang yang digunakan tanpa perencanaan justru dapat menjadi beban di kemudian hari.

Masih banyak orang yang menganggap semua utang itu sama. Padahal, ada beberapa jenis utang yang memiliki tujuan dan karakteristik berbeda. Memahami perbedaannya dapat membantu kamu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak.

Apa Itu Utang Sehat?

Utang sehat adalah pinjaman yang digunakan untuk kebutuhan produktif atau kebutuhan penting yang telah direncanakan dengan baik. Selain itu, cicilan yang harus dibayar masih sesuai dengan kemampuan finansial sehingga tidak mengganggu kebutuhan pokok maupun tabungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contohnya antara lain:

– Modal mengembangkan usaha

– Biaya pendidikan

– Renovasi rumah yang diperlukan

Kebutuhan mendesak yang sudah diperhitungkan sumber pembayarannya.

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu memahami tujuan penggunaan dana, jumlah cicilan, tenor, bunga, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

Apa Itu Utang Konsumtif?

Utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk membeli barang atau memenuhi keinginan yang nilainya cenderung berkurang seiring waktu dan tidak menghasilkan tambahan pendapatan.

Contohnya seperti:

– Membeli gadget terbaru hanya karena mengikuti tren

– Liburan menggunakan dana pinjaman

– Berbelanja barang yang sebenarnya belum menjadi kebutuhan

– Pengeluaran gaya hidup yang melebihi kemampuan keuangan

Bukan berarti utang konsumtif selalu salah. Namun, penggunaannya perlu dipertimbangkan dengan matang agar cicilan tidak menjadi beban di masa depan.

Utang Jangka Pendek Adalah Pinjaman dengan Tenor Singkat

Utang jangka pendek adalah pinjaman yang umumnya memiliki jangka waktu pelunasan relatif singkat, biasanya kurang dari satu tahun, meskipun ketentuan dapat berbeda pada setiap produk.

Baca Juga :  Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula

Jenis pinjaman ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya sementara atau mendesak, misalnya:

– Biaya kesehatan

– Perbaikan kendaraan

– Kebutuhan operasional usaha dalam jangka pendek

– Kebutuhan mendesak lainnya

Karena tenornya lebih singkat, pastikan kemampuan membayar cicilan telah diperhitungkan sebelum mengajukan pinjaman.

Apa Itu Utang Jangka Panjang?

Utang jangka panjang merupakan pinjaman dengan masa pelunasan yang lebih lama, umumnya lebih dari satu tahun sesuai karakteristik produk.

Jenis utang ini sering digunakan untuk kebutuhan yang membutuhkan dana lebih besar, seperti:

– Pembelian rumah

– Pengembangan usaha

– Investasi aset produktif

– Renovasi rumah dalam skala besar

Keuntungan tenor yang lebih panjang adalah cicilan bulanan dapat menjadi lebih ringan. Namun, total biaya pinjaman dapat berbeda tergantung besaran bunga, tenor, serta ketentuan produk yang dipilih.

Kapan Utang Bisa Dianggap Sehat?

Sebuah utang umumnya dapat dikatakan lebih sehat apabila memenuhi beberapa kondisi berikut.

1. Memiliki Tujuan yang Jelas

Pinjaman digunakan untuk kebutuhan yang memang diperlukan, bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat.

2. Cicilan Masih Sesuai Kemampuan

Idealnya, pembayaran cicilan tidak sampai mengganggu kebutuhan pokok maupun kewajiban keuangan lainnya.

3. Memahami Seluruh Biaya

Sebelum mengajukan pinjaman, pahami informasi mengenai bunga, biaya administrasi, tenor, denda apabila ada, serta seluruh syarat dan ketentuan produk.

4. Memiliki Rencana Pelunasan

Pastikan sudah memiliki sumber pembayaran cicilan yang jelas sehingga risiko keterlambatan pembayaran dapat diminimalkan.

5. Meminjam dari Lembaga yang Berizin

Menggunakan layanan pinjaman dari lembaga keuangan yang berizin dan diawasi membantu memberikan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  5 Tren Marketing yang Wajib Kamu Tahu

Pinjaman Online dari Bank, Apa Bedanya?

Saat ini tersedia berbagai pilihan Pinjaman Online dari Bank yang proses pengajuannya dilakukan secara digital.

Berbeda dengan layanan pinjaman yang disediakan oleh bank, setiap produk memiliki persyaratan, proses analisis kredit, limit, tenor, bunga, biaya, serta ketentuan yang berbeda.

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu:

– Membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY).

– Memahami bunga, biaya, risiko, dan tenor.

– Mengajukan pinjaman sesuai kemampuan membayar.

– Menggunakan dana pinjaman untuk kebutuhan yang telah direncanakan.

Ajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan dengan Neo Pinjam

Kalau kamu membutuhkan Pinjaman Online dari Bank, Neo Pinjam dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Neo Pinjam menyediakan fasilitas pinjaman dengan limit hingga Rp100 juta dan tenor hingga 24 bulan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan pembayaran masing-masing nasabah. Seluruh proses pengajuan dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank.

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, bunga, biaya, risiko, persyaratan, serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Pengajuan pinjaman tetap mengikuti proses analisis dan persetujuan dari Bank Neo Commerce.

***

Jika ingin mulai menggunakan Neo Pinjam, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek
KAI Terapkan Gapeka Baru Mulai 1 Desember 2026, Jadwal Perjalanan KA Mengalami Perubahan
Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat
AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI
ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi
Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan
Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran
Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Senin, 2 November 2026 - 07:33

Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Berita Terbaru