Atasi Kemacetan Rembiga, Miq Iqbal dan Bang Aji Mohan Turun Bersama - Koran Mandalika

Atasi Kemacetan Rembiga, Miq Iqbal dan Bang Aji Mohan Turun Bersama

Selasa, 1 September 2026 - 07:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atasi Kemacetan Rembiga, Miq Iqbal dan Bang Aji Mohan Turun Bersama

Koran Mandalika, Mataram – Persoalan kemacetan di Simpang Empat Rembiga, Kota Mataram, mendapat perhatian langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Walikota Mataram Mohan Roliskana. Keduanya turun bersama pada jam sibuk sore untuk melihat kondisi arus lalu lintas sekaligus memastikan penataan kawasan tersebut benar-benar memberi solusi bagi masyarakat.

Gubernur Iqbal dan Walikota Bang Aji Mohan meninjau Simpang Empat Rembiga sekitar pukul 17.15 WITA, Senin (31/8). Keduanya mengamati pergerakan kendaraan dari berbagai arah pada saat volume lalu lintas meningkat, termasuk efektivitas penataan kembali jalur dan penggunaan water barrier di kawasan persimpangan.

Peninjauan langsung dilakukan untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi lalu lintas sekaligus mencari pola penanganan yang paling efektif. Bagi Gubernur Iqbal, persoalan kemacetan Rembiga bukan persoalan baru dan membutuhkan solusi yang dapat bekerja di lapangan, bukan sekadar di atas kertas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sejumlah alternatif yang telah diterapkan, penggunaan water barrier dinilai memberikan hasil yang cukup efektif dalam membantu mengurai arus kendaraan. Karena itu, Gubernur berharap penataan tersebut dapat dipahami sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar.

Baca Juga :  ‎Percepat Pemulihan Pasca Bencana, Iqbal Tinjau Pembangunan Jembatan Perigi dan Jurit

Namun, Gubernur juga menyayangkan adanya pembongkaran water barrier oleh sebagian warga. Ia meminta persoalan tersebut diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, sehingga penataan lalu lintas tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mencari solusi bersama. Kita ingin lalu lintas lancar, tetapi pada saat yang sama kepentingan masyarakat juga harus kita perhatikan,” ujar Gubernur Iqbal.

Bagi pemerintah, penataan kawasan Rembiga tidak semata-mata menyangkut kelancaran kendaraan. Kawasan tersebut juga menjadi ruang aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan perlu mempertemukan kepentingan lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, dan keberlangsungan usaha warga.

Usai memantau persimpangan, Gubernur Iqbal dan Walikota Mohan berjalan kaki menyusuri kawasan Rembiga dan menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah pelaku UMKM. Mereka mendengar langsung kondisi dan aspirasi pedagang yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada keramaian kawasan tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026

Dialog tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan lalu lintas harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Jalan yang tertib dan lancar penting bagi pengguna kendaraan, tetapi ruang ekonomi masyarakat di sekitarnya juga harus tetap tumbuh.

Sinergi Gubernur NTB dan Walikota Mataram dalam peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan penyelesaian yang tidak hanya cepat, tetapi juga dapat diterima dan dijalankan bersama.

Kemacetan Rembiga pada akhirnya bukan sekadar persoalan arus kendaraan, melainkan persoalan kepentingan banyak orang yang bertemu di satu ruang. Karena itu, solusi terbaik adalah solusi yang dibangun dengan melihat kondisi nyata, mendengar masyarakat, dan menghadirkan kepentingan bersama: lalu lintas lebih lancar, kawasan lebih tertib, dan ekonomi warga tetap bergerak. (*)

Berita Terkait

Panitia Pastikan Keabsahan Ijazah Kepala Desa Bunut Baok Terpilih, Terverifikasi di PKBM Dianda
DP3AP2KB Loteng Petakan Perempuan Rentan, Siapkan Program 2027
MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi
Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari
Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi DP3AP2KB guna Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting
Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah

Selasa, 3 November 2026 - 19:02

Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Berita Terbaru