Oarfish Nongol, Gempa Menyusul? DKP NTB: Jangan Keburu Percaya Mitos - Koran Mandalika

Oarfish Nongol, Gempa Menyusul? DKP NTB: Jangan Keburu Percaya Mitos

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Baru-baru ini warga Lombok Timur di hebohkan dengan kemunculan Oarfish, ikan perairan laut dalam yang ditemukan di Pantai Pink. Penemuan ikan tersebut beredar luas di medsos.

Namun, tidak sedikit yang mengaitkan kemunculan ikan tersebut dengan pertanda datangnya bencana gempa dan tsunami.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB mengatakan kemunculan Oarfish ke permukaan memang jarang terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan kemunculan ikan laut dalam tersebut terjadi akibat adanya perubahan suhu air. Menurutnya, perubahan suhu tersebut terjadi akibat gempa bumi yang melanda NTT beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Jokowi Batal Hadir Nonton MotoGP, Ada Acara di Bali, Kata Kadispar NTB

Sehingga, lanjut Muslim, pihaknya berasumsi kemunculan ikan tersebut akibat gempa NTT.

“Kemarin kan baru selesai gempa di NTT. Kita ini kan sepanjang wilayah selatan samudera hindia semua, satu lempeng dengan NTT juga. Sehingga kita punya asumsi bahwa ikan itu muncul salah satu indikasinya itu adalah terakit potensi dari gempa kemarin,” kata Muslim, Rabu (26/8).

Terkait dengan mitos bencana yang akan datang setelah kemunculan ikan tersebut, Muslim mengatakan belum ada pembuktian ilmiah.

“Mitos ini kan belum terbukti secara ilmiah. Mudah-mudahan bisa ditelusuri oleh teman- teman akademisi teman-teman dari BRIN apa sih kaitannya ikan ini dengan potensi bencana,” ucap Muslim.

Baca Juga :  Transformasi Tata Kelola Keuangan Pemprov NTB Kian Jelas, BPK Beri Apresiasi

Muslim mengungkapkan habitat ikan tersebut berada di laut dengan kedalaman rata-rata di atas 200 meter.

“Kalau ikan yang sifatnya bisa bertahan di bawah laut itu kan ikan-ikan yang punya kemampuan khusus ya. Jika dia naik ke darat potensi matinya tinggi,” ungkapnya.

Dia menuturkan NTB merupakan salah satu daerah yang dihinggapi oleh biota-biota yang bermigrasi.
Jadi, tidak heran jika ada beberapa spesies ikan yang berbeda dengan ikan yang biasa ditemui warga.

“Itu kan kalau kita lihat dari Australi, itu satu jenjang satu jalur, termasuk lah beberapa biota-biota laut lainnya,” tutur Muslim. (dik)

Berita Terkait

Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB
Bank NTB Syariah Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Pulang dari NTT, Gubernur Iqbal Langsung Pantau Kebakaran Sade
Gubernur Miq Iqbal Tunda Pulang, Pilih Lanjutkan Solidaritas di Manggarai Timur
Pemprov Sumsel Studi Tiru Tata Kelola Izin Pertambangan Rakyat ke NTB
KPU NTB Atensi Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Lobar
Solidaritas KR-BNN, Gubernur Bali dan NTB Hadir untuk NTT
Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif Berbasis Data

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:28

Kades Rembitan Ungkap Aset Budaya yang Hilang Usai Kebakaran Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41

Sade Terbakar, Lelontar Kuno Bangkit dari Sisa Abu

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:22

Lapor Balik Tak Bikin Ciut, LIDIK NTB: Jangan Tutup Kasus RTLH dengan UU ITE

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:53

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:24

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:04

Mandalika Makin Berisik, The Dudas Ikut Bilang: “Ini Luar Biasa”

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:57

Duta Lingkungan NTB Goes to School, Pelajar SMAN 1 Pringgarata Diajak Jadi Agen Perubahan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:51

Tanah Pecatu Bukan Tanah Tak Bertuan: LIDIK NTB Desak Kejari Bongkar Klaim Aset Desa

Berita Terbaru