PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan - Koran Mandalika

PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan

Senin, 21 September 2026 - 18:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan

Koran Mandalika, Mataram – Rencana pengangkatan PPPK Paruh Waktu (PPPK PW) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), belum ada keputusan yang jelas dari pemerintah.

Kepala Bandan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan rencana pengangkatan tersebut masih dalam tahap pematangan.

Zuddan menjelaskan, banyak hal yang menjadi pembahasan, seperti jumlah PPPK PW di masing-masing daerah hingga penyiapan anggaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang terus sedang kita matangkan. Kita sudah rapat berkali-kali untuk mematangkan baik dari segi jumlah kemudian per daerah sampai dengan penghitungan anggarannya,” katanya saat ditemui di Mataram, Senin (21/9).

Baca Juga :  Disnakertrans NTB Tunggu Regulasi Soal Bantuan Subsidi Upah

Terkait dengan skema yang akan digunakan nanti, Zuddan belum dapat memberikan gambaran jelas.

“Ini sedang dimatangkan ya tahapannya, skemanya, anggarannya, sedang dihitung oleh berbagai kementerian dan lembaga. Karena jumlahnya tersebar ada di 514 kabupaten kota, 38 provinsi, dan di berbagai kementerian dan lembaga,” ucapnya.

Menurutnya, dalam rencana pengangkatan PPPK PW menjadi ASN ini pemerintah harus melakukan perhitungan serius terutama dari sisi anggran. Sehingga, lanjut dia, anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah pengangkatan.

Baca Juga :  Gas Melon di NTB Langka, Pemprov Identifikasi Penyebabnya

“Jadi pemerintah pusat harus matang menghitung. Dari sisi jumlah tidak ada yang tercecer lagi dan dari sisi anggran biar enggak ada yang kurang lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (NTB) Tri Budiprayitno, mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari KemenPANRB.

“Kita tunggu juklak juknis dari Kementerian PANRB ya. Karena semuanya kan sentralisasi terkait pengadaan pegawai dan sebagainya ya,” jawabnya singkat. (dik)

Berita Terkait

Catut Nama Wagub untuk Meminta Uang, Pemprov NTB Tegaskan Itu Penipuan
Mendag Pantau Pasar Kebon Roek, Harga Cabai hingga Ayam di Bawah Acuan
DPAP2KB Loteng Perkuat Penanganan Risiko Stunting dari Keluarga
Pemkab Loteng Kerahkan Ribuan Tim Pendamping Keluarga untuk Cegah Stunting
Panitia Pastikan Keabsahan Ijazah Kepala Desa Bunut Baok Terpilih, Terverifikasi di PKBM Dianda
DP3AP2KB Dorong Desa Perkuat Aturan Pernikahan Anak
DP3AP2KB Loteng Petakan Perempuan Rentan, Siapkan Program 2027
MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:02

Perkuat Akses Perlindungan Pekerja, BRI BO Wonosari Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui BRILink Agen

Minggu, 8 November 2026 - 20:02

Kapan Harus Membayar Pinjaman? Pahami Jatuh Tempo dan Pilihan Pelunasan Lebih Awal

Minggu, 8 November 2026 - 19:02

NEXTGEN MANAGER 2026 – KESEMPATAN UNTUK MENGUJI DAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL

Minggu, 8 November 2026 - 18:02

BRI Unit Ciracas Konsisten Dukung Pelaku UMKM Menjadikan Atin Kurniawati Sukses Kembangkan Usaha Siomay dan Batagor Berkat KUR BRI

Minggu, 8 November 2026 - 15:02

Sebelum Gadai Barang Mewah, Konsumen Perlu Memeriksa Legalitas hingga Ketentuan Penebusan

Minggu, 8 November 2026 - 14:02

Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru

Minggu, 8 November 2026 - 12:02

Perkuat Penanganan Dampak Karhutla, Elnusa Petrofin Pasok Alat Medis untuk 3 Rumah Oksigen di Kalsel

Minggu, 8 November 2026 - 08:02

Kenali Keunggulan Charm Pantyliner Cooling Fresh

Berita Terbaru