Koran Mandalika, Lombok Tengah – Sebanyak 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti kegiatan lomba “Cipta Menu MBG” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Para peserta dituntut untuk membuat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan harus diselesaikan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan.
Yang menjadi penilaian utama dalam lomba tersebut ialah penyediaan bahan baku, proses pengolahan, dan pendistribusian
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinkes Loteng, Putrawangsa, mengatakan menu yang disajikan harus sesuai dengan menu harian masing-masing SPPG.
Sehingga, lanjut Putrawangsa, lomba tersebut dapat mencerminkan keseharian masing-masing SPPG.
“Sehingga tidak terjadi kemungkinan keracunan dan lain-lain seperti yang sering terjadi beberapa waktu yang lalu, itu yang kita harapkan,” katanya, Sabtu (7/11).
Ia menjelaskan, indikator penilaian lomba ialah personal hygiene atau kebersihan. Pasalnya, setiap terjadi kasus keracunan yang diperhatikan terlebih dahulu ialah kebersihan.
“Misalnya, pencucian bahan yang mau dipakai, benar-benar menggunakan air yang bersih. Semua dilihat aspek-aspek yang lain oleh tim juri,” ucap Putrawangsa.
Kegiatan yang melibatkan SPPG se-Lombok Tengah itu bukan hanya ajang memperebutkan juara, melainkan dapat menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas menu MBG.
“Kalau sudah selesai baru bisa kita simpulkan, karena dari semua penilaian itu kita gabung jadi satu. Baru kita bisa pastikan bahwa, ini yang perlu ditingkatkan oleh taman-teman MBG, ini yang harus dikurangi oleh teman-teman MBG,” jelas Putrawangsa.
Terlebih, lanjut Putrawangsa, bahan baku yang digunakan dalam lomba tersebut harus menggunakan bahan yang tersedia di SPPG untuk penerima manfaat.
“Karena dari awal sudah diminta. Yang digunakan bahan baku yang memang setiap hari mereka olah, mereka proses untuk kebutuhan penerima manfaat,” pungkasnya. (dik)






