Koran Mandalika, Lombok Tengah – Direktur MGPA, Ananda Mikola, menegaskan komitmen penuh pihaknya untuk terus mendukung penyelenggaraan Mandalika Racing Series (MRS) sebagai salah satu ajang pembinaan pembalap nasional menuju level internasional.
Menurut Ananda, MRS merupakan event unggulan yang digelar di Sirkuit Mandalika bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Dia menilai kejuaraan ini memiliki peran penting sebagai jenjang pembinaan bagi para pembalap muda Indonesia sebelum berkompetisi di ajang yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“MRS adalah event unggulan Mandalika dan IMI karena ini merupakan event penjenjangan untuk para pembalap nasional menuju tingkat dunia. Sebagai MGPA dan juga regulator, kami akan terus mendukung 100 persen event MRS,” ujar Ananda, Minggu (21/6).
Ananda juga menilai penyelenggaraan MRS sejauh ini sangat sukses. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya jumlah peserta dari tahun ke tahun, khususnya di kelas pembinaan usia muda atau U15.
“Menurut saya ini event yang sangat sukses karena pesertanya, khususnya di kelas U15, terus bertambah setiap tahunnya,” katanya.
Selain peningkatan jumlah peserta, Ananda juga menyoroti perkembangan positif dari sisi keselamatan balap. Ia melihat para pembalap muda kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aspek safety dibandingkan sebelumnya.
“Yang paling saya perhatikan adalah masalah keselamatan. Tahun ini para pembalap sudah jauh lebih baik dalam memahami safety dan keamanan saat balapan,” ungkapnya.
Ananda menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan kejuaraan balap. Karena itu, dukungan terhadap MRS harus tetap berjalan tanpa mengesampingkan standar keamanan yang tinggi.
Ia berharap kejuaraan ini dapat terus melahirkan pembalap-pembalap berbakat yang mampu bersaing di pentas dunia, mulai dari Moto3, Moto2 hingga MotoGP.
“Dari balap motor ini kita bisa melahirkan juara-juara yang mampu berkiprah di kejuaraan dunia. Karena itu Mandalika dan IMI harus terus mendukung event ini,” ujarnya.
Ananda juga mengajak pabrikan besar seperti Honda dan Yamaha untuk terus memberikan dukungan terhadap pembinaan pembalap melalui MRS.
Menurutnya, keberlangsungan kompetisi yang sehat akan memperkuat ekosistem balap nasional.
Bagi para pembalap muda, Ananda berpesan agar tidak hanya mengandalkan keberanian di lintasan, tetapi juga memperhatikan kebugaran fisik dan asupan gizi.
“Nomor satu adalah menjaga kebugaran dan gizi yang baik. Soal keberanian, semua pembalap pasti berani, tetapi kondisi fisik dan gizi harus menjadi perhatian utama,” ucapnya.
Terkait kemungkinan pengembangan MRS ke level Asia, Ananda menilai fokus utama saat ini tetap pada penguatan kompetisi nasional. Pihaknya menegaskan bahwa MRS dirancang sebagai kejuaraan nasional yang memiliki roadmap pembinaan yang jelas.
“Kita harus pahami bahwa Mandalika Racing Series adalah balapan penjenjangan dan balapan motor sport nasional. Untuk saat ini kita fokus membesarkan event ini di tingkat nasional terlebih dahulu,” jelasnya.
Menurut Ananda, MRS tidak hanya menjadi wadah pengembangan kemampuan balap, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda melalui kegiatan yang positif.
Dia memastikan dukungan terhadap MRS akan terus berlanjut mengingat kualitas kompetisi dan pembalap yang terus meningkat.
“Saya akan sekuat tenaga terus mendukung event ini,” tegas Ananda.
Secara khusus, Ananda menaruh perhatian besar terhadap kelas U15 yang dianggap sebagai fondasi lahirnya pembalap masa depan Indonesia. Ia mencontohkan berbagai ajang internasional seperti Asian Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup yang mulai menjaring pembalap sejak usia muda.
“Kalau kita tidak memulai pembinaan dari usia dini, kita tidak akan memiliki pembalap-pembalap seperti Veda, Ramadhipa, atau Mario Aji di masa depan. Karena itu kelas U15 harus mendapat dukungan penuh,” pungkasnya. (wan)






