Aset Diversifikasi Menguat, Bittime Resmi Listing DOOD, B, SAHARA, dan LA - Koran Mandalika

Aset Diversifikasi Menguat, Bittime Resmi Listing DOOD, B, SAHARA, dan LA

Kamis, 7 Agustus 2025 - 20:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 Agustus 2025 – Bittime, platform pertukaran aset kripto terdaftar resmi dan berizin OJK, tercatat resmi melisting 4 token yaitu Doodles (DOOD), BUILDon (B), Sahara AI (SAHARA), dan  Lagrange (LA). Langkah ini bertujuan untuk memperluas pilihan aset yang tersedia bagi pengguna Bittime, sekaligus menunjukkan beragamnya ekosistem aset kripto yang terus berkembang.

DOOD adalah token native dari Doodles, sebuah proyek kreatif generasi baru yang memadukan media digital, teknologi blockchain, dan kontribusi komunitas. Awalnya dikenal sebagai koleksi NFT terkemuka pada tahun 2021, token DOOD ini juga  merupakan bagian integral dari ekosistem ini, mendukung berbagai aktivitas, integrasi dengan sistem DreamNet, dan pemberian insentif bagi partisipasi komunitas.

Jika Doodles berfokus pada kreativitas, ada pula proyek yang menempatkan kecerdasan buatan atau AI pada inovasinya. BUILDon adalah komunitas dan proyek AI yang berfokus pada inovasi di ekosistem BNB Smart Chain. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Token native-nya, B, menggerakkan platform investasi cerdas berbasis blockchain. Platform ini menggunakan arsitektur A2A atau Agent-to-Agent  untuk mempermudah proses riset dan investasi. Dengan menggabungkan unsur meme, kecerdasan buatan, dan semangat kolaboratif, BUILDon membuka jalan baru bagi para pengembang, investor, dan penjelajah data.

Baca Juga :  Bitcoin Sentuh $122.000 USD, Rekor Baru dalam Sejarah

Berbicara tentang AI, ada sebuah platform yang mengambil langkah lebih jauh untuk mendesentralisasikan pengembangannya SAHARA, atau token native dari Sahara AI, sebuah platform blockchain yang dirancang khusus untuk mendukung pengembangan AI secara terbuka dan terdesentralisasi. 

Dengan misi untuk menjadikan pengembangan AI lebih inklusif dan adil, Sahara AI didukung oleh Sahara Labs, tim riset yang dipercaya oleh institusi terkemuka seperti Microsoft, Amazon, dan MIT.

Terakhir, di dunia yang semakin kompleks ini, validitas data menjadi sangat penting. Lagrange hadir untuk mengatasi tantangan tersebut dengan menyediakan jaringan pembuktian terdesentralisasi untuk memastikan keabsahan data dan perhitungan di blockchain

Token native-nya, LA, berfungsi sebagai penggerak dalam Lagrange Prover Network, di mana para penyedia bukti atau prover bekerja untuk menghasilkan bukti kriptografi. Pengguna membayar biaya pembuatan bukti dengan LA, sementara prover menerima insentif.

Sistem ini dirancang untuk mendorong kejujuran dan keandalan, di mana prover yang gagal memenuhi tenggat waktu akan dikenai penalti. Seiring meningkatnya permintaan akan bukti, permintaan terhadap token LA pun meningkat, yang pada akhirnya meningkatkan imbal hasil bagi para staker dan kontributor jaringan.

Baca Juga :  Sambut Idul Adha 1446 H, Pelindo Solusi Logistik Salurkan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Keempat proyek dengan pendekatan yang berbeda ini, menunjukkan bagaimana teknologi blockchain terus berkembang dan menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih terdesentralisasi, kolaboratif, dan inovatif.

Image

Melihat hal ini, Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, menunjukkan komitmennya dengan resmi melisting keempat token tersebut pada platformnya pada 5 Agustus lalu dengan trading pairs DOOD/IDR, B/IDR, SAHARA/IDR, dan LA/IDR melalui aplikasi Bittime.

Hal ini dipandang sebagai wujud komitmen Bittime dalam menghadirkan ketersediaan aset-aset diversifikasi, juga memperluas kesempatan adopsi aset kripto di tengah dominasi para investor muda.

Tentu perlu dipahami bahwa seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime. 

Berita Terkait

Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master
Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3
Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100
Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro
Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100
Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps
Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech
Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:00

Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:00

Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:00

KAI Divre III Palembang Imbau Masyarakat Manfaatkan Faskes Alternatif Selama Klinik Mediska Tutup Sementara

Berita Terbaru