BBPOM Mataram Dapati 6 Sampel Pangan Positif Mengandung Boraks - Koran Mandalika

BBPOM Mataram Dapati 6 Sampel Pangan Positif Mengandung Boraks

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram bersama lintas sektor terkait, kembali melanjutkan kegiatan intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadhan pada 4–5 Maret 2026 di wilayah Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pengawasan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Mataram, sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan pangan yang beredar selama bulan Ramadhan.

“Pengawasan difokuskan pada produk pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya yang dijual di pasar tradisional maupun sentra penjualan takjil,” kata Kepala BBPOM Mataram, Yogi Abaso dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, serta relawan SAKA POM.

Pengawasan dilakukan di sejumlah lokasi, yaitu Pasar Kediri di Kecamatan Kediri, Lombok Barat dan Pasar Pancor di Kecamatan Pancor, Lombok Timur. Selain itu, tim pengawas juga melakukan pemeriksaan di sentra penjualan takjil yang ramai dikunjungi masyarakat, yakni Giri Menang Square di Gerung, Lombok Barat serta sentra takjil di Selong, Lombok Timur.

Baca Juga :  ‎Jumlah SPPG Lampaui Target, Pemprov NTB Fokus Ratakan Penyaluran MBG

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengambilan sampel pangan dan pengujian menggunakan test kit atau uji cepat untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

Dari total 97 sampel pangan yang diambil dan diuji langsung di lapangan, ditemukan 6 sampel positif mengandung boraks, yang terdiri dari 4 sampel kerupuk terigu dan 2 sampel mie basah. Produk yang tidak memenuhi syarat tersebut ditemukan di Pasar Kediri Lombok Barat dan Pasar Pancor Lombok Timur.

Sementara itu, hasil pengujian terhadap sampel yang diambil dari sentra takjil di Giri Menang Square Gerung dan Selong menunjukkan bahwa seluruh sampel memenuhi syarat keamanan pangan dan tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya.

Baca Juga :  Luruskan Soal Ekonomi NTB Disebut Minus, Iwan Harsono: Tumbuh 5,57 Persen Tanpa Tambang

Terhadap temuan produk yang mengandung boraks tersebut, petugas segera melakukan tindak lanjut berupa pembinaan kepada pedagang serta penelusuran sumber produk guna mencegah peredaran pangan yang tidak memenuhi ketentuan.

BBPOM di Mataram menegaskan bahwa kegiatan intensifikasi pengawasan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi masyarakat dari peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya, khususnya selama bulan Ramadhan ketika aktivitas perdagangan pangan meningkat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat dalam memilih pangan yang akan dikonsumsi serta segera melaporkan kepada BBPOM atau instansi terkait apabila menemukan dugaan pangan yang mengandung bahan berbahaya. Upaya pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan dan kolaboratif ini diharapkan dapat memastikan pangan yang beredar selama Ramadhan aman, bermutu, dan layak dikonsumsi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Bizam Layani 167 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran
Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026
41 Jemaah Umrah NTB Diduga Terlantar, Kemenhaj Surati Pihak Penyelenggara
Dinas ESDM NTB Sebut LPG 3 Kg Langka Imbas Meningkatnya Kebutuhan saat Lebaran
Seribu KDKMP di NTB Miliki Legalitas Usaha, Penguatan Aktivitas Usaha jadi Fokus Pembinaan
Rakornas HIMBARSI 2026 Dipastikan Berlangsung di Lombok
Tarif Angkutan Antar Kota Masih Sama untuk Arus Balik Mudik
Jaga Kelancaran Arus Balik Mudik, Dishub NTB Siapkan Tambahan Armada Kapal

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 12:00

Bukan Sekadar Gelar, BINUS Dorong Pendidikan Tinggi yang Siapkan Mahasiswa Siap Kerja

Rabu, 1 April 2026 - 11:09

Era Baru Budidaya Udang Indonesia Tiba : FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Tambak Banyuwangi

Rabu, 1 April 2026 - 10:00

39.678 Penumpang Gunakan Kereta Api pada Masa Arus Mudik Lebaran 2026

Rabu, 1 April 2026 - 10:00

Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut

Rabu, 1 April 2026 - 09:01

WhatsApp Blast Resmi untuk Kirim Pesan Massal dengan Barantum

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:00

Presiden Direktur Bittime: Investasi Aset Kripto berbasis Emas ($XAUT) Sekarang jadi Lebih Mudah dengan Rupiah (IDR)

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:00

Bittime Exclusive VIP Experience, Layanan Premium dengan Biaya Lebih Rendah

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:00

KAI Bandara Catat Mencapai 250 Ribu Penumpang KA Srilelawangsa Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

Berita Terbaru