BBPOM Mataram Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp 170 Juta - Koran Mandalika

BBPOM Mataram Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp 170 Juta

Rabu, 6 Agustus 2025 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, berhasil mengamankan kosmetik ilegal senilai Rp 170 juta, selama tahun 2024. Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil inspeksi rutin yang dilakukan tim pengawas di lapangan.

 

Di tahun 2025, terhitung sejak bulan Januari hingga bulan Juni, BBPOM Mataram kembali mengamankan kosmetik ilegal senilai Rp. 70 juta. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kemudian sampai dengan bulan Juni saya tanya berapa sih temuan kosmetik yang tidak sesuai ketentuan, entah itu tanpa izin edar, yang mengandung bahan berbahaya, itu sudah di angka hampir 70 juta,” kata Yosef, Rabu (6/8).

Baca Juga :  Bertemu Ketua Gerindra, NWDI Loteng Dukung Duet Pathul-Rohmi?

 

Produk-produk kosmetik ilegal tersebut diperjual belikan secara langsung maupun online.

 

“Itu temuan termasuk di ritel-ritel modern di online-online shop,” ucap Yosef.

 

Yosef mengungkapkan kosmetik ini merupakan produk yang memiliki banyak peminat, sehingga hampir di semua daerah kerap ditemukan kosmetik-kosmetik ilegal.

 

“Merata kali ya. Karena kosmetik ini kan gini, kosmetik ini merupakan komoditi yang paling banyak diminati. 50% produk yang terdaftar di Badan POM itu ada obat, makanan, kosmetik, obat tradisional, paling banyak itu kosmetik. 50% itu kosmetik,” ungkapnya.

 

Kosmetik bukan hanya produk kecantikan, Yosef menjelaskan sabun mandi hingga parfum juga termasuk ke dalam golongan kosmetik.

Baca Juga :  ‎Dukung Pemenuhan Gizi Nasional, Bank NTB Syariah Sepakati Kerjasama dengan BGN

 

“Semua orang pakai kosmetik, dari laki-laki, perempuan, dari kecil bayi kita pake. Jadi, itu kosmetik jangan hanya dibayangkan lipstik itu, ndak. Bedak bayi, parfum, karena kosmetik ini untuk memperbaiki penampilan, mewangikan. Bukan hanya sekedar lipstik, krim-krim itu ndak,” jelas Yosef.

 

Untuk itu, masyarakat harus cerdas dalam memilih produk-produk kosmetik yang akan digunakan. Jangan hanya terpancing iklan.

 

“konsumennya harus menjadi konsumen yang cerdas. Jangan sering mintanya yang gampang, yang cepat putih, bagaimana dia bisa cepat kinclong. Itu kan membuka ruang bagi pelaku-pelaku usaha nakal untuk menambahkan bahan berbahaya, yang dilarang dan sebagainya,” tutup Yosef. (dik)

Berita Terkait

Rapat dengan Menteri ATR/BPN, Gubernur Iqbal Singgung Aset Daerah yang Belum Bersertifikat
Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi
Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah
Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah
Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha
NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik
Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik
Ubah Stigma Permainan Domino, ORADO NTB Gelar Pelatihan Wasit dan Pelantikan Pengurus

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:00

IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

Sabtu, 11 April 2026 - 13:00

Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal

Sabtu, 11 April 2026 - 07:00

Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko

Jumat, 10 April 2026 - 22:00

KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA

Jumat, 10 April 2026 - 19:00

SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

Jumat, 10 April 2026 - 18:00

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR Hingga 45% di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

Jumat, 10 April 2026 - 18:00

Menjawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Jadi Kunci Siapkan Talenta Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 16:00

Erajaya Manfaatkan Solusi Salesforce untuk Hadirkan Pengalaman Pelanggan yang Personal dan Terintegrasi bagi 18 Juta Pelanggan

Berita Terbaru