Bittime Resmi Listing AWE Network (AWE) dan Koma Inu (KOMA), Perluas Pilihan Aset Kripto - Koran Mandalika

Bittime Resmi Listing AWE Network (AWE) dan Koma Inu (KOMA), Perluas Pilihan Aset Kripto

Selasa, 1 Juli 2025 - 10:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 1 Juli 2025 – Kabar gembira kembali datang bagi para investor dan penggemar aset kripto di Indonesia dengan kehadiran dua token menarik yaitu AWE Network (AWE) dan Koma Inu (KOMA). Bittime bertujuan memperluas akses aset diversifikasi bagi para investor dan penggemar aset kripto.

AWE merupakan token native dari platform AWE Network yang membawakan era baru dunia virtual mandiri yang dikenal sebagai Autonomous Worlds. Di mana dalam ekosistem ini, agen kecerdasan buatan atau AI agents memiliki kemampuan untuk berkolaborasi, beradaptasi, dan berkembang secara otomatis. 

Didukung oleh Autonomous Worlds Engine (AWE) atau sebuah kerangka kerja modular yang mengoptimalkan pemrosesan paralel dan GPU, sehingga memungkinkan interaksi berskala besar antara agen AI dan manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menjadi mesin penggerak utama, token AWE juga berfungsi sebagai token tata kelola atau yang biasa disebut governance token untuk seluruh ekosistemnya, memberikan hak suara kepada pemegang token dalam pengembangan platform di masa depan.

Baca Juga :  Tren Nail Art 2025: Saatnya Tampil Percaya Diri dengan Sentuhan Elegan di Fleur Beauty Bar

Di sisi lain, Koma Inu (KOMA), sebuah meme-coin yang diluncurkan pada tahun 2024 dan terinspirasi dari budaya Jepang, yakni sosok anjing penjaga kuil Shinto yang melambangkan loyalitas, komunitas, dan ketahanan. 

Token KOMA juga dirancang tanpa pajak transaksi, menjadikannya pilihan yang menarik bagi para trader. Lebih dari sekadar meme-coin, Koma Inu juga mendukung fitur staking dan yield farming, memberikan kemudahan bagi para pemegangnya.

Uniknya lagi, Koma Inu memiliki mekanisme deflasi melalui pembakaran sebagian kecil token saat terjadi transfer, secara bertahap guna mengurangi suplai totalnya. Hal ini ditujukan untuk menjaga potensi pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dibuka Presiden Joko Widodo, TEI ke-39 Momentum Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Melihat potensi pertumbuhan yang dimiliki oleh kedua token ini, Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, menunjukkan komitmennya dengan resmi melisting kedua token tersebut pada platform nya pada 26 Juni lalu dengan trading pairs IDR dan USDT, melalui aplikasi Bittime.

Dengan listing AWE Network (AWE) dan Koma Inu (KOMA), Bittime semakin menegaskan komitmennya untuk menyediakan akses ke aset kripto yang beragam dan inovatif bagi para penggunanya. 

Namun, tentu perlu dipahami bahwa seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Berita Terkait

Hari Pertama WFH ASN, Pengguna LRT Jabodebek Turun 10 Persen, Layanan Tetap Optimal
Promo Hadiah Miliaran Kian Ramai, Pemenang Baru Terus Bermunculan
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara
Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal
Aktivasi Dupoin Futures di CFD Sudirman Tampilkan Inovasi Trading Berbasis Teknologi
Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko
KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA
SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 10:57

Anjlok ke Peringkat 22, Pemprov NTB Tancap Gas Benahi Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 April 2026 - 20:55

Selain Sekda, Gubernur Iqbal Lantik Puluhan Pejabat NTB: Langkah Besar Isi Kekosongan dan Perkuat Kinerja Daerah

Rabu, 8 April 2026 - 18:58

Mi6 Dukung Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah

Rabu, 8 April 2026 - 18:53

Pemprov NTB Bentuk Satgas, Antisipasi Penumpukan Angkutan Ternak saat Idul Adha

Rabu, 8 April 2026 - 08:34

NTB Petakan Destinasi Wisata Terbaik

Selasa, 7 April 2026 - 22:01

Disperindag NTB Sebut Belum Terima Laporan Soal Kenaikan Harga Plastik

Senin, 6 April 2026 - 07:37

Ubah Stigma Permainan Domino, ORADO NTB Gelar Pelatihan Wasit dan Pelantikan Pengurus

Kamis, 2 April 2026 - 18:12

Kasus Gratifikasi NTB Memanas! Tiga Terdakwa Siap Lapor ke Pejabat Tinggi di Jakarta

Berita Terbaru