Blokade Jalan di Jalur Wisata Lombok Tengah Disorot, DPRD: Jangan Rusak Iklim Investasi - Koran Mandalika

Blokade Jalan di Jalur Wisata Lombok Tengah Disorot, DPRD: Jangan Rusak Iklim Investasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Isu pariwisata dan realisasi investasi di Kabupaten Lombok Tengah kembali menjadi sorotan.

Dinamika sosial di lapangan hingga sejumlah kendala struktural dinilai berpotensi mengganggu performa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor strategis tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah saat ini tengah berupaya memperkuat pendapatan daerah di tengah tekanan fiskal, dengan target PAD mencapai Rp900 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, upaya tersebut dinilai menghadapi tantangan serius, terutama terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan aksi pengadangan Truk mixer
di sepanjang jalur wisata Penujak menuju Selong Belanak.

Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah, Ahmad Syamsul Hadi, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oknum tertentu di kawasan jalur pariwisata, mulai dari wilayah Penujak hingga Selong Belanak, berpotensi mencoreng citra pariwisata daerah yang selama ini menjadi andalan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sektor pariwisata saat ini menjadi tulang punggung penerimaan daerah, khususnya melalui pajak hotel dan restoran.

Baca Juga :  DPRD Lombok Tengah Angkat Bicara Soal Penggusuran Lapak Tanjung Aan

Karena itu, keamanan, kenyamanan, serta citra positif destinasi wisata harus dijaga secara bersama-sama.

“Berhentilah kita ini main receh, menghadang-hadang jalan, kayak saya enggak mengerti aja itu,” ujar Ahmad Syamsul Hadi saat menyampaikan pandangannya dalam forum Refleksi Satu Tahun Masmirah.

Ia menilai kawasan pariwisata selatan Lombok Tengah harus terus didorong tumbuh secara sehat agar mampu memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat.

Untuk itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kebutuhan mendesak di tengah situasi ekonomi yang masih penuh tantangan.

Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian publik adalah aksi pengadangan truk mixer yang hendak menuju kawasan destinasi wisata untuk kepentingan pembangunan infrastruktur.

Meski diduga dipicu oleh masalah pengangguran, tapi menurut dia persoalan ini tidak boleh dibiarkan menjadi lingkaran setan yang menghambat investasi.

Ia bahkan menyebut praktik pemblokiran jalan sebagai bentuk premanisme yang harus segera mendapatkan penanganan serius dari pemerintah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengisyaratkan akan segera memanggil Satgas Tim Percepatan Pembangunan guna membahas berbagai persoalan yang menghambat investasi, termasuk dugaan praktik premanisme di kawasan pariwisata.

Baca Juga :  Bawaslu Lombok Tengah Buka Pendaftaran PKD, Segini Gajinya

Menurut Firman, sektor pariwisata kini menjadi salah satu tumpuan utama PAD Kabupaten Lombok Tengah sehingga iklim investasi harus dijaga agar tetap kondusif.

Berdasarkan data Satgas Tim Percepatan Investasi, terdapat tiga persoalan utama yang selama ini menjadi penghambat masuknya investasi di Lombok Tengah.

Pertama, persoalan perizinan yang masih membutuhkan penyederhanaan birokrasi agar proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Kedua, sengketa lahan yang kerap menjadi batu sandungan bagi investor. Permasalahan yang muncul antara lain terkait jual beli tanah yang bermasalah, ketidaksesuaian luasan lahan, hingga sertifikat yang telah dijadikan agunan atau digadaikan.

Ketiga, aksi-aksi yang dinilai mengarah pada praktik premanisme, seperti blokade jalan maupun penghentian paksa aktivitas proyek.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi tingkat kepercayaan investor terhadap Lombok Tengah sebagai daerah tujuan investasi. (*)

Berita Terkait

107 Starter Akan Beradu Kecepatan pada Kejurnas MRS Putaran ke-3
KKN Angkatan 40 UMMAT Edukasi Warga Desa Lepak Timur Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan
Lindungi Anak Sejak Kini, Bupati Pathul: Masa Depan Lombok Tengah Ada di Tangan Mereka
Dukung Mario Aji dan Veda Ega, Warga NTB Nikmati Diskon 50 Persen Tiket MotoGP Indonesia 2026
Raih Emas Porprov NTB 2026, Tim Voli Putri Loteng Berjuang di Tengah Minimnya Fasilitas Latihan
Matrik Data Consulting: Survei Kepuasan Pelanggan PERUMDAM Murni untuk Evaluasi Pelayanan, Bukan Kepentingan Politik
Indonesia Punya Jagoan! Mario Aji dan Veda Ega Siap Menggebrak Mandalika
LSPR, Poltekpar Lombok, dan STEC Latih Bahasa Inggris Digital Warga Desa Blongas

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:02

Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:02

BP Tapera Bersama Kementerian PKP Akan Gelar Akad Massal 62.000 Unit KPR Subsidi dan KUR Perumahan Sebesar Rp880 Miliar “Hunian Berkualitas Menuju Indonesia Sejahtera”

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:02

BP Tapera Dukung Penguatan Ekosistem Perumahan dalam Pertemuan Menteri PKP dan Ketua DEN

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ganti Nomor di neobank

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

RevComm Raih Pendanaan 20,6 Juta Dolar AS pada First Close Seri B, Total Pendanaan Capai 52,8 Juta Dolar AS

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

ORIJIN JAPANESE DINING Hadirkan Japanese Sunday Brunch dengan Cita Rasa Autentik Jepang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02

Diakui Lembaga Independen di Dalam dan Luar Negeri, Prudential Syariah Raih Tiga Penghargaan sebagai Pemimpin Asuransi Jiwa Syariah Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:02

GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK

Berita Terbaru

Teknologi

Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ganti Nomor di neobank

Jumat, 24 Jul 2026 - 17:02