Cegah Banjir Susulan, Wabup Nursiah Dorong BWS Lakukan Normalisasi Sungai - Koran Mandalika

Cegah Banjir Susulan, Wabup Nursiah Dorong BWS Lakukan Normalisasi Sungai

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Wakil Bupati Lombok Tengah Muhamad Nursiah mengungkapkan penyebab banjir di wilayah Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, bersumber dari luapan sungai dan saluran.

“Rata-rata sedimentasi itu persoalannya,” kata Nursiah, Rabu (14/1).

Menurut Nursiah, perlu kebijakan yang jelas dan tegas untuk menyelesaikan penyebabnya. Oleh karena itu, pihaknya mendorong dan siap mendukung kebijakan program normalisasi sungai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu BWS punya. Kita hanya mendukung dengan kebijakan itu,” ujar Nursiah.

Selain itu, kata Nursiah, sosialisasi terkait cara antisipasi ketika bencana juga perlu dilakukan.

“Ada desa siaga bencana dan ada kader juga kita bentuk di Lombok Tengah ini. Tinggal sekarang (dorong, red) menangani dulu yang ini (banjir),” tutur Nursiah.

Normalisasi sungai diharapkan menjadi solusi jangka panjang. Mengingat, saat ini kondisi sungai mengalami alih fungsi. Seperti halnya dijadikan tempat pembuangan sampah. Bahkan, ada juga pengembangan bangunan ke sungai yang mengakibatkan penyempitan.

Baca Juga :  ‎Dewan Abdussahid Gelar Reses di Kalisade, Warga Keluhkan Minimnya Bak Sampah

“Itulah penting kita berikan pemahaman masyarakat kita,” ucap Nursiah.

Pihaknya menegaskan akan kembali koordinasi dengan BWS terkait upaya penanganan pencegahan banjir.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Ridwan Ma’ruf menyebut korban banjir mencapai 300 kepala keluarga (KK). Masing-masing di Desa Kabul 250 KK dan Dusun Torok Aik Belek 50 KK.

“Kami hari ini akan drop logistik. Tadi pemberangkatan pertama sudah, ini yang kedua,” kata Ridwan.

“Lokasi paling parah di Dusun Kending Sampi, Desa Kabul. Itu langganan memang,” jelas Ridwan.

Dia mengungkapkan penyebabnya banjir dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi dan ada pendangkalan sungai meski sudah ada diadakan revitalisasi oleh PU.

“Tapi, kan, masyarakat kita kadang-kadang pada saat musim kering dia penggundulan bukit-bukit. Begitu hujan datang, air itu, kan, akan turun. Air itu turun membawa lumpur, tanah, dan bekas potongan, itu kan akan membuat tersumbat,” beber Ridwan.

Baca Juga :  DPRD Soroti Jalan Rusak di Perbatasan Loteng-Lotim, Bakal Surati PUPR

Ridwan kembali mengungkapkan kondisi saat ini air sudah mulai surut. Meski masih ada genangan.

“Itulah makanya kita akan turun sekarang ini sekaligus juga melakukan assessment mungkin ada tambahan yang terdampak. Kalau hasil assessment tadi malam sekitar 300 KK. Korban jiwa tidak ada,” beber Ridwan.

Dia menegaskan masyarakat harus bisa membedakan mana banjir dan hanya air tergenang.

“Tapi masyarakat kita begitu hujan deras masuk ke rumahnya, karena panik, dikatakan banjir. Padahal itu hanya air tergenang dan melewati saja. Dalam kurun waktu 1-2 jam hujan sudah enggak ada, maka dia akan berangsur-angsur surut,” ungkap Ridwan.

“Banjir itu, kan, harus bisa kita klasifikasi banjir itu seperti apa? Air tergenang itu seperti apa? Kalau ini akibat derasnya hujan yang tidak menampung buangannya ke sungai misalnya, ini membuat menggenangi rumah-rumah masyarakat,” kata Ridwan menambahkan. (wan)

Berita Terkait

FP4 NTB Soroti Kebijakan Anggaran Bupati Lombok Tengah terkait Nakes
Camat Sape Resmi Buka MTQ ke-III Yayasan Tahfidz Salahuddin Al Ayyubi 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani
Diakui Nasional, Bupati Lombok Tengah Terima TOP Pembina BUMD Award 2026
Kejari Lombok Tengah dan Poltekpar Lombok Perkuat Kolaborasi, Hadirkan Inovasi Jaksa Sahabat Disabilitas
Fokus dan Siap Total! Peserta Paskibraka Lombok Tengah Hadapi Tahap Penentuan
Wabup Nursiah Dorong Aturan Ketat HP Anak, Sekolah Diminta Berinovasi
Pipa Induk Rusak, Dirut PDAM Loteng: Tak Ada Dampak Signifikan Terhadap Pelayanan
Musrenbang Lombok Tengah 2026, DPRD Tegaskan Pentingnya Perencanaan Berpihak pada Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:00

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:00

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:00

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Berita Terbaru