Darurat Erupsi Semeru: Kementerian PU Pulihkan Akses Jalan dan Jembatan - Koran Mandalika

Darurat Erupsi Semeru: Kementerian PU Pulihkan Akses Jalan dan Jembatan

Jumat, 28 November 2025 - 09:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 24 November 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons dampak erupsi Gunung Semeru dengan menerjunkan sejumlah alat berat ke lokasi terdampak. Langkah ini difokuskan untuk mendukung penanganan darurat, khususnya pembersihan material abu vulkanik yang menutupi ruas Jalan Nasional Lumajang–Malang dan Jembatan Besuk Kobokan.

Upaya yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali ini diambil demi menjaga keterhubungan akses masyarakat agar tidak terisolasi, sekaligus memastikan infrastruktur jalan nasional tetap berfungsi optimal dalam situasi darurat bencana.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya di kementeriannya merupakan elemen vital dalam manajemen penanganan bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memastikan dukungan peralatan dari balai-balai teknis bisa digerakkan kapan pun diperlukan, termasuk untuk membuka akses dan membantu proses evakuasi,” ujar Menteri Dody.

Dalam laporannya, Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, mengatakan bahwa penanganan teknis di lapangan telah dimulai sejak Sabtu (22/11/2025) pagi. Fokus utama tim adalah membersihkan permukaan jalan dan jembatan dari endapan abu vulkanik yang membahayakan penggunanya.

“Seluruh tim kami dalam posisi siaga untuk memastikan jembatan dan aksesibilitas tetap aman. Jembatan Besuk Kobokan sudah dapat diakses, proses pembersihan jembatan telah dilakukan dari abu vulkanik,” jelas Javid Hurriyanto.

Untuk mempercepat pembukaan akses tersebut, Kementerian PU mengerahkan armada awal yang terdiri dari 2 unit excavator, 1 unit loader, 1 unit tangki air, dan 2 unit dump truck. Penggunaan loader dan tangki air dimaksimalkan untuk menyemprot dan menyingkirkan abu vulkanik tebal di area vital Jembatan Besuk Kobokan.

Baca Juga :  Komitmen JTT Hadirkan Layanan Optimal melalui Pemeliharaan Jalan Tol Berkelanjutan

Kendati demikian, kegiatan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan petugas di lapangan dan tetap mengikuti rekomendasi teknis dari BNPB dan Badan Geologi tentang zona berbahaya. Mengingat status Gunung Semeru yang masih berada pada Level IV (Awas) dan hasil asesmen lapangan menunjukkan beberapa zona masih terlalu berisiko untuk dimasuki, sejumlah alat berat lainnya disiagakan di lokasi aman (standby) sembari menunggu komando dari BPBD Jawa Timur.

Sebagai tindak lanjut penanganan material vulkanik Gunung Semeru, pada hari ini, Senin (24/11/2025) pukul 07.00 WIB, Kementerian PU bersinergi dengan instansi teknis terkait memulai pengerahan alat berat dalam skala besar. Operasi gabungan ini bertujuan untuk mempercepat normalisasi alur sungai dan pembersihan jalur terdampak secara menyeluruh.

Sebanyak 10 unit alat berat diterjunkan dalam operasi terpadu ini, meliputi:

7 unit excavator,2 unit loader (milik BBWS Brantas), dan1 unit dozer (dari Dinas PU SDA Jatim).

Peralatan-peralatan tersebut kini telah berada di titik-titik kritis jalur aliran material vulkanik. Rencananya, akan dipergunakan untuk membuat sudetan (alur pengarah) sepanjang 500 meter untuk mengendalikan aliran lahar dingin atau material vulkanik, serta peninggian tangkis untuk melindungi permukiman dan infrastruktur di wilayah hilir. Pekerjaan ini ditargetkan dapat diselesaikan dalam satu hari, sebelum dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan teknis berikutnya yang disesuaikan dengan perkembangan kondisi Gunung Semeru dan hasil evaluasi lapangan.

Baca Juga :  Banjir Teratasi, 72 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Normal 100 Persen

“Upaya ini dilakukan untuk memastikan aliran material vulkanik dapat dikendalikan secara lebih aman, sekaligus mendukung pembukaan akses dan menjaga keselamatan masyarakat,” tambah Javid.

Mengingat aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih berbahaya, Kementerian PU juga mengingatkan masyarakat, pengunjung, dan petugas untuk mematuhi rekomendasi Badan Geologi, agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak. Di luar area tersebut, masyarakat diminta tidak berada dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, dan tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak karena risiko lontaran batu pijar.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Strategis, BRI BO Otista Jalin Silaturahmi dengan Direktur Utama RS UKI yang Baru
Sinergi Strategis PPBK Jakarta 1: Perkuat Peran Agen BRILink demi Akselerasi Ekonomi Mikro 2026
AI Center Makassar Dorong Komersialisasi Proyek AI Talenta Digital Menjadi Bisnis Berpendapatan Berkelanjutan
Telkom AI Center Makassar Gelar Mini Demo Day Tampilkan Solusi AI untuk Otomasi Workflow UMKM
Mudik Aman Berbagi Harapan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berangkatkan Peserta Mudik Bersama 2026
Praktik Manipulasi Pasar yang Perlu Diketahui Investor
Dua Hari Posko Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 60 Ribu Pelanggan
Pelindo Multi Terminal Perkuat Implementasi Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:00

Ramadan Berkah Jelang Lebaran, KOMBAT Sumut Berbagi Taliasih dan Bingkisan untuk Ribuan Warga

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:00

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Pelanggan Datang Lebih Awal, Khusus Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Cimahi Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Keberangkatan

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00

Antisipasi Lalu Lintas Wisata Idulfitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:00

Tembus 523 Ribu Kendaraan Melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Mobilitas ke Timur Trans Jawa Melonjak Signifikan

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:00

Cara Mengenali Saham Berisiko Tinggi di Pasar Modal

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00

Mudik Lebih Ringan, Perjalanan Lebih Tenang Bersama MIND ID

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00

Sambut Lebaran, BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Mobil Baru untuk Perjalanan yang Lebih Berkualitas

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:00

Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran, Pastikan Arus Logistik & Penumpang Lancar

Berita Terbaru

Teknologi

Cara Mengenali Saham Berisiko Tinggi di Pasar Modal

Jumat, 20 Mar 2026 - 15:00