Dewan Respons Tambang Ilegal di Kuta Mandalika, Sugiarto: Itu Merusak - Koran Mandalika

Dewan Respons Tambang Ilegal di Kuta Mandalika, Sugiarto: Itu Merusak

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Respons Tambang Ilegal di Kuta Mandalika, Sugiarto: Itu Merusak

Koran Mandalika, Lombok Tengah- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah dari Partai Hanura, yakni Sugiarto merespons soal tambang emas ilegal di Dusun Kuta 2, Desa Kuta  Mandalika, Kecamatan Pujut.

Sebelumnya beradar bahwa di lokasi tersebut terjadi longsor yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Dewan Dapil Pujut-Praya Timur itu mengaku belum mengecek secara langsung ke lokasi. Pihaknya tidak memungkiri bahwa akhir-akhir ini banyak pengerukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nanti kita cek. Akhir ini banyak pengerukan. Saya telusuri dulu. Lebih jelas, saya koordinasi dengan kadusnya,” kata Sugiarto, Senin (1/12).

Pihaknya sangat menyayangkan terjadinya aktivitas tambang di daerah pariwisata. Terlebih, kawasan tersebut masuk destinasi pariwisata super prioritas.

“Terlebih di dekat sirkuit. Jangan sampai terjadi lagi,” ujar Sugiarto.

Dalam waktu dekat, dewan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk pendindakan lebih lanjut.

Baca Juga :  Akses Pasar Rusak Parah, Warga Tambal Jalan Sendiri: Pemerintah Dinilai Abai

“Kalau memang terbukti, saya harap ditindak lebih lanjut. Gunung itu merupakan zona hijau,” tutur Sugiarto.

Diberitakan sebelumnya seorang penambang emas yang merupakan warga Desa Bonder Kecamatan Praya Barat yakni Hemaldi diduga tewas ditambang emas ilegal yang berada di Dusun Kuta II Desa Kuta Kecamatan Pujut.

Selain Hemaldi, tiga orang korban lainnya juga informasinya mengalami luka-luka, diantaranya satu orang masih menjalani perawatan di RSUD Praya dan dua orang lainnya sudah dipulangkan.

Informasi yang didapatkan dari salah seorang warga Bonder mengaku warganya diduga kuat sedang melakukan aktivitas bersama tiga orang rekannya di salah satu tambang emas di wilayah Desa Kuta. Korban juga saat ini sudah berada di rumah duka, namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail kaitan dengan insiden tersebut.

“Diduga memang kejadiannya ditambang emas ilegal, informasinya mereka berempat masuk dilubang tambang. Kepolisian juga sudah mengecek lokasi, ada satu warga saya dan tiganya dari luar desa kami,” Ungkap salah seorang warga

Baca Juga :  Dewan Minta Mahasiswa Buktikan Program Fiktif Dispora

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi membenarkan kabar adanya warga Desa Bonder Kecamatan Praya Barat dinyatakan meninggal. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan diketahui satu orang masih dirawat serta dua orang sudah bisa dipulangkan. Hanya saja pihaknya belum bisa membeberkan nama-nama korban lainnya karena petugas masih di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihaknya juga belum bersedia membeberkan apakah para korban mendapatkan insiden dilokasi tambang atau tidak.

“Ada empat korban, satu meninggal kemudian satu dirujuk ke RSUD Praya dan dua sudah pulang. Kalau maslaah kejadian,mohon bersabar nanti kita infokan setelah mendapat informasi yang lebih jelas dari Polsek Kuta karena masih di TKP. Jadi petugas masih mengecek (Apakah galian emas atau tidak,red)”ucapnya. (wan)

Berita Terkait

Dari Sapi Hingga Seragam Posyandu: Peta Kebutuhan Warga Jontlak yang Masuk Catatan Haji Supli
Modal Silaturahmi dan Loyalitas, Lalu Basarudin Pimpin Perolehan Suara Sementara Pilkades Kateng
MotoGP Mandalika: Perputaran Rp5,2 Triliun dan Kisah 20 Srikandi NTB Jaga Lintasan MotoGP 2026
Angka Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen, Kualitas Kesejahteraan Membaik
Tingkatkan Layanan Kesehatan, RSUD Praya Resmikan Instalasi Jantung Perdana
Pembangunan 6 Rumah Ibadah di KEK Mandalika Tanpa APBD, FKUB Loteng Buka-Bukaan!
Gebrakan Wabup Nursiah di Rakornas TPAKD 2026: Pasang Badan Buka Akses Modal untuk UMKM dan Petani Loteng!
Suhu Panas dan Debu Mengancam Kesehatan, Ini Imbauan Dinkes Loteng

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:02

SWM Returns to EICMA with Four World Premieres “Smart Evolution · Boundless Adventure”

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:02

Saham Alphabet Anjlok 12,6%, Kapitalisasi Pasar Terpangkas US$482 Miliar dalam Sehari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:02

BP Tapera Sosialisasikan KPR FLPP kepada Pegawai KPPN Mojokerto dan Satker Mitra

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:02

Apakah Deposito Kena Pajak? Ini yang Perlu Kamu Ketahui

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:02

Kereta Api Jadi Pilihan Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:02

Perjanjian Tanpa Meterai Tetap Sah, Tapi Ada Konsekuensinya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:02

Berapa Lama Kantor Siap Pakai? Hitung Mundur dari Tanggal Pindah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:02

Insiden Peretasan Bursa Kripto Jadi Alarm Industri, Keamanan Investor Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Apakah Deposito Kena Pajak? Ini yang Perlu Kamu Ketahui

Teknologi

Apakah Deposito Kena Pajak? Ini yang Perlu Kamu Ketahui

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:02

Kereta Api Jadi Pilihan Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil

Teknologi

Kereta Api Jadi Pilihan Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:02