Koran Mandalika, Mataram- Kepala Dinas Sosial P3A NTB, Ahmad Masyhuri, mengungkapkan penyebab maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak terjadi akibat faktor ekonomi.
Masyhuri mengatakan kemiskinan dapat mendekatkan seseorang pada kekufuran. Selain itu, kekerasan seksual juga disebabkan karena adanya moral hazard.
“Kan ini ada orang tua perkosa anaknya sendiri, ada kakak jual adeknya. Nah kakak jual adek itu tadi motif kemiskinan, itu ada kasusnya,” kata Masyhuri, Selasa (20/1).
Menurutnya, kasus-kasus seperti ini akan terus berpotensi terjadi selama kehidupan masih berlangsung.
“Sepanjang dunia ini ada kemungkinan atau potensi kasus itu ada,” ujar Masyhuri.
Sehingga, pihaknya tengah merancang tim dan strategi untuk melakukan penanganan.
“Kemarin sudah ketemu sama LPA, kemudian juga sudah bertemu sama buk Direktur PPA-PPO di polda. Seperti yang saya jelaskan tadi, kita sedang mencari basis yang tepat untuk penanganan,” ucap Masyhuri.
Ia menjelaskan korban ataupun pelapor harus dipastikan keamanannya untuk mengindari tindaka intimidasi dari pelaku.
“Mengeluhkan atau melapor pertama ini kan sendiri orang harus aman juga dia dari mulai melapor. Dan jangan kira untuk membuat aman itu hanya bagi si korban. Petugas kita juga hati-hati, kita harus amankan juga karena mereka juga ikut diancam-ancam sama pelakunya,” jelas Masyhuri. (dik)












