‎Diskusi Terbatas Hariman Siregar Cs Tekankan Integritas dan Kemanusiaan - Koran Mandalika

‎Diskusi Terbatas Hariman Siregar Cs Tekankan Integritas dan Kemanusiaan

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Jakarta – Dunia tengah bergerak dalam ketidakpastian yang kian sulit diprediksi. Konflik geopolitik, krisis ekonomi global, disrupsi teknologi, hingga melemahnya kepercayaan publik terhadap institusi negara menciptakan kegelisahan yang meluas di tengah masyarakat.

‎Situasi ini menjadi perhatian serius sejumlah tokoh nasional dalam sebuah diskusi terbatas yang melibatkan Hariman Siregar, Bambang Wiwoho, Sidra Tahta, dan Ariady Achmad, Minggu 18 Januari 2025

‎Diskusi berlangsung dalam suasana silaturahmi dan refleksi mendalam. Para tokoh sepakat bahwa di tengah keterbatasan negara dan mekanisme pasar dalam merespons krisis yang kompleks, ketahanan masyarakat justru harus dibangun dari bawah, berbasis nilai kemanusiaan dan integritas diri.

Silaturahmi sebagai Modal Sosial

‎Dalam diskusi tersebut, silaturahmi ditempatkan bukan sekadar sebagai tradisi sosial, melainkan sebagai modal sosial strategis. Ketika polarisasi politik dan sosial kian tajam, relasi antarindividu yang dilandasi kepercayaan dinilai menjadi penopang utama keutuhan masyarakat.

‎Silaturahmi diyakini mampu membuka ruang dialog, meredam kecurigaan, dan menjaga kohesi sosial di tengah derasnya arus informasi yang sering kali memecah belah. Masyarakat yang saling mengenal dan terhubung dinilai lebih tangguh menghadapi guncangan ekonomi maupun sosial.

Tolong-Menolong di Tengah Logika Transaksional

‎Para peserta diskusi juga menyoroti menguatnya logika transaksional dalam kehidupan modern. Dalam konteks tersebut, tolong-menolong dinilai sebagai nilai yang semakin relevan dan mendesak untuk dirawat.

‎Solidaritas sosial dipandang bukan sebagai bentuk belas kasihan, melainkan sebagai kesadaran kolektif bahwa krisis yang menimpa satu kelompok pada akhirnya akan berdampak pada kelompok lain. Ketahanan sosial hanya dapat terwujud jika masyarakat menjaga semangat saling menopang, terutama bagi mereka yang berada dalam posisi rentan.

Kesehatan sebagai Fondasi Ketahanan

‎Isu kesehatan turut menjadi perhatian utama. Diskusi menegaskan bahwa ketahanan masyarakat tidak mungkin dibangun di atas individu-individu yang rapuh secara fisik maupun mental. Tekanan ekonomi, konflik sosial, dan banjir informasi berpotensi melahirkan kelelahan kolektif jika tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga kesehatan secara menyeluruh.

‎Kesehatan dalam diskusi ini dimaknai secara luas, mencakup kesehatan jasmani, mental, emosional, hingga spiritual. Individu yang sehat dinilai lebih mampu berpikir jernih, bersikap tenang, dan tidak mudah terprovokasi dalam situasi krisis.

Integritas Diri dan Keterampilan Manusiawi

‎Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi, diskusi justru menekankan pentingnya integritas diri dan keterampilan manusiawi. Integritas dipandang sebagai fondasi kepercayaan sosial, agar relasi antarwarga tidak terjebak pada kepentingan sempit atau sekadar pencitraan.

‎Sementara itu, keterampilan manusiawi seperti empati, kemampuan mendengar, komunikasi yang jujur, dan kerja sama lintas perbedaan dinilai sebagai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Nilai-nilai inilah yang diyakini menjadi penentu kualitas peradaban di tengah perubahan zaman.

Ikhtiar Sunyi Menjaga Keutuhan Bangsa

‎Diskusi terbatas tersebut tidak melahirkan seruan bombastis atau agenda politik praktis. Namun, para tokoh sepakat bahwa membangun ketahanan masyarakat memang sering kali merupakan ikhtiar sunyi yang berangkat dari kesadaran individu dan relasi sosial yang sehat.

‎Di tengah dunia yang serba tidak pasti, diskusi ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak semata ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau teknologi, melainkan oleh manusia yang berintegritas, saling terhubung, dan berpegang pada nilai kemanusiaan. (*)
Baca Juga :  Pemilihan Bupati 2030: Politik “Lauq-Daye” Tak Lagi Relevan, Lombok Tengah Butuh Pemimpin Berintegritas dan Berpengalaman

Berita Terkait

Pemilihan Bupati 2030: Politik “Lauq-Daye” Tak Lagi Relevan, Lombok Tengah Butuh Pemimpin Berintegritas dan Berpengalaman
Oligarki Global di Balik Tragedi Perang Iran Amerika Israel 2026
Aktivis Demokrasi Songsong Ramadhan
‎Peringatan Malari 1974 dan HUT INDEMO ke-26
Mengakhiri Kemiskinan NTB dari Desa
Gerakan Mahasiswa Era NKK/BKK – Orde Baru : Sejarah dan Realitas (Bagian Satu)
Biarkan Hukum Berjalan Diatas Rel Hukum
Dari Miss Glamour ke Fitnah Politik: Mari Kita Waras Bersama
Tag :

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:00

Fisik Rampung 100%, Pelindo Sinergi Lokaseva Group Kawal Persiapan Pra-Operasi Fly Over Teluk Lamong untuk Kelancaran Logistik Jawa Timur

Senin, 29 Juni 2026 - 20:00

KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek di Pagi Hari, Distribusi Pengguna di Jam Sibuk Lebih Merata

Senin, 29 Juni 2026 - 18:00

Financial Burnout: Saat Capek Cari Uang Tapi Saldo Tabungan Tidak Bertambah

Senin, 29 Juni 2026 - 18:00

KAI Bandara Dukung Mobilitas Masyarakat Wates melalui Layanan KA Bandara YIA Berbasis PSO Yogyakarta, 29 Juni 2026 – KAI Bandara terus berkomitmen menghadirkan layanan tr

Senin, 29 Juni 2026 - 17:00

Setelah 14 Tahun Menikah, Ini Pelajaran Terbesar Regi Datau dan Ayu Dewi Tentang “Happy Wife, Happy Life”

Senin, 29 Juni 2026 - 16:00

Profil Narendra Modi, Perdana Menteri India yang Akan Berkunjung ke Indonesia

Senin, 29 Juni 2026 - 16:00

Indonesia dan India: Membangun Motor Baru Pertumbuhan Asia

Senin, 29 Juni 2026 - 16:00

Mengapa Indonesia Kembali Menjadi Prioritas India

Berita Terbaru