Oleh: Apriadi Abdi Negara
Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemilihan Bupati tahun 2030 di Lombok Tengah dipastikan akan menghadirkan dinamika politik yang berbeda dibanding masa-masa sebelumnya.
Hari ini, masyarakat Lombok Tengah tidak lagi melihat kepemimpinan daerah hanya dari pendekatan geografis “lauq kawat” dan “daye kawat”, tetapi lebih kepada kualitas figur, kapasitas kepemimpinan, pengalaman birokrasi, serta integritas moral calon pemimpin daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pola politik lama yang membelah masyarakat berdasarkan wilayah perlahan mulai kehilangan relevansi di tengah kemajuan pendidikan, keterbukaan informasi, dan meningkatnya kesadaran politik masyarakat.
Lombok Tengah saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat wilayah, suku, maupun kelompok tertentu. Karena itu, analisa politik yang masih menggunakan pendekatan patronase wilayah sudah seharusnya mulai ditinggalkan.
Masyarakat hari ini lebih rasional dalam menentukan pilihan. Yang dibutuhkan bukan lagi simbol wilayah, melainkan figur yang benar-benar memahami kondisi Lombok Tengah, memiliki pengalaman pemerintahan yang matang, serta mampu melanjutkan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Figur yang memiliki pengalaman panjang di birokrasi tentu menjadi kebutuhan penting bagi Lombok Tengah ke depan. Sosok yang pernah meniti karier dari ASN level terbawah, kemudian dipercaya menduduki jabatan strategis hingga menjadi Sekretaris Daerah, bahkan melanjutkan pengabdian sebagai Wakil Bupati selama dua periode, tentu memiliki pemahaman yang utuh terhadap tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan desa, serta kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Selain pengalaman birokrasi, masyarakat juga membutuhkan pemimpin yang religius, dekat dengan rakyat, dan memiliki legitimasi moral yang kuat. Sebab pembangunan daerah tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai moral, budaya, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.
Integritas menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan arah kepemimpinan Lombok Tengah ke depan. Publik tentu menginginkan pemimpin yang bersih dari dugaan suap, gratifikasi, maupun praktik-praktik yang dapat mencederai tata kelola pemerintahan, termasuk persoalan mutasi jabatan ASN yang sering menjadi sorotan publik. Kepemimpinan yang bersih dan profesional akan melahirkan pemerintahan yang sehat dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Lombok Tengah membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja nyata, memahami kebutuhan rakyat, serta memiliki visi besar untuk membawa daerah ini menjadi lebih maju, religius, dan bermartabat.
Politik identitas wilayah sudah bukan lagi jawaban bagi masa depan Lombok Tengah. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah persatuan, pengalaman, integritas, dan kepemimpinan yang mampu membawa Lombok Tengah melangkah lebih jauh ke depan. (*)






