Pemilihan Bupati 2030: Politik “Lauq-Daye” Tak Lagi Relevan, Lombok Tengah Butuh Pemimpin Berintegritas dan Berpengalaman - Koran Mandalika

Pemilihan Bupati 2030: Politik “Lauq-Daye” Tak Lagi Relevan, Lombok Tengah Butuh Pemimpin Berintegritas dan Berpengalaman

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Apriadi Abdi Negara

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemilihan Bupati tahun 2030 di Lombok Tengah dipastikan akan menghadirkan dinamika politik yang berbeda dibanding masa-masa sebelumnya.

Hari ini, masyarakat Lombok Tengah tidak lagi melihat kepemimpinan daerah hanya dari pendekatan geografis “lauq kawat” dan “daye kawat”, tetapi lebih kepada kualitas figur, kapasitas kepemimpinan, pengalaman birokrasi, serta integritas moral calon pemimpin daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pola politik lama yang membelah masyarakat berdasarkan wilayah perlahan mulai kehilangan relevansi di tengah kemajuan pendidikan, keterbukaan informasi, dan meningkatnya kesadaran politik masyarakat.

Lombok Tengah saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat wilayah, suku, maupun kelompok tertentu. Karena itu, analisa politik yang masih menggunakan pendekatan patronase wilayah sudah seharusnya mulai ditinggalkan.

Baca Juga :  Gerakan Mahasiswa Era NKK/BKK - Orde Baru : Sejarah dan Realitas (Bagian Satu)

Masyarakat hari ini lebih rasional dalam menentukan pilihan. Yang dibutuhkan bukan lagi simbol wilayah, melainkan figur yang benar-benar memahami kondisi Lombok Tengah, memiliki pengalaman pemerintahan yang matang, serta mampu melanjutkan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Figur yang memiliki pengalaman panjang di birokrasi tentu menjadi kebutuhan penting bagi Lombok Tengah ke depan. Sosok yang pernah meniti karier dari ASN level terbawah, kemudian dipercaya menduduki jabatan strategis hingga menjadi Sekretaris Daerah, bahkan melanjutkan pengabdian sebagai Wakil Bupati selama dua periode, tentu memiliki pemahaman yang utuh terhadap tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan desa, serta kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Selain pengalaman birokrasi, masyarakat juga membutuhkan pemimpin yang religius, dekat dengan rakyat, dan memiliki legitimasi moral yang kuat. Sebab pembangunan daerah tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai moral, budaya, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.

Baca Juga :  Cita-cita Lama Bersemi Kembali, Selamat Jadi Calon Kepala Daerah

Integritas menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan arah kepemimpinan Lombok Tengah ke depan. Publik tentu menginginkan pemimpin yang bersih dari dugaan suap, gratifikasi, maupun praktik-praktik yang dapat mencederai tata kelola pemerintahan, termasuk persoalan mutasi jabatan ASN yang sering menjadi sorotan publik. Kepemimpinan yang bersih dan profesional akan melahirkan pemerintahan yang sehat dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Lombok Tengah membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja nyata, memahami kebutuhan rakyat, serta memiliki visi besar untuk membawa daerah ini menjadi lebih maju, religius, dan bermartabat.

Politik identitas wilayah sudah bukan lagi jawaban bagi masa depan Lombok Tengah. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah persatuan, pengalaman, integritas, dan kepemimpinan yang mampu membawa Lombok Tengah melangkah lebih jauh ke depan. (*)

Berita Terkait

Oligarki Global di Balik Tragedi Perang Iran Amerika Israel 2026
Aktivis Demokrasi Songsong Ramadhan
‎Diskusi Terbatas Hariman Siregar Cs Tekankan Integritas dan Kemanusiaan
‎Peringatan Malari 1974 dan HUT INDEMO ke-26
Mengakhiri Kemiskinan NTB dari Desa
Gerakan Mahasiswa Era NKK/BKK – Orde Baru : Sejarah dan Realitas (Bagian Satu)
Biarkan Hukum Berjalan Diatas Rel Hukum
Dari Miss Glamour ke Fitnah Politik: Mari Kita Waras Bersama

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:00

KAI Tegaskan Tidak Ada Kebocoran, Material Cairan di Belakang Depo Tanjungkarang Merupakan Residu Yang Terbawa Hujan

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:00

Angkutan Penumpang KAI Bandara Januari–April 2026 Tumbuh 2,96 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:00

Siloam Menutup Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:00

Libur Panjang Hari Buruh Internasional, KAI Divre IV Tanjungkarang Layani 11.967 Penumpang

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:00

FisTx Resmi Luncurkan NAWASENA Water Test Kit, Solusi Monitoring Kualitas Air Tambak Lebih Mudah, Hemat, dan Cerdas

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:00

KOI NATION LUNCURKAN JPD SHOW SERIES 2026–2027: RANGKAIAN SHOW KHUSUS SHOWA DOITSU DENGAN HADIAH TRIP ALL JAPAN KOI SHOW 2028

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:00

Fat Bowl Bali, legenda favorit yang kini kembali dengan nuansa baru yang segar.

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:00

Kenapa Uang Cepat Habis Padahal Gaji Tetap? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Teknologi

Siloam Menutup Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:00