Koran Mandalika, Mataram – Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) NTB, Prof. Abdul Wahid, menekankan agar posisi jabatan Kepala Dinas Kebudayaan NTB diisi oleh orang yang memiliki pemahaman serta visi tentang pengembangan kebudayaan yang mendunia.
Selain itu, ia menjelaskan, OPD baru tersebut harus dipimpin oleh seorang teknokrat.
”Tapi teknokratik nya harus ada, kemampuan manajerial. Jangan yang kaku, jangan yang berjiwa tua lah begitu,” jelasnya, Senin (5/1).
Menurutnya, kebudayaan memiliki ruang yang besar. Sehingga pemimpinnya harus orang yang memiliki pemikiran yang tinggi.
”Kan kebudayan itu liar dia, karena besar sekali sehingga itu harus orang yang agak liar gitu (yang memimpin), out of the box gitu,” ucapnya.
Dia menuturkan bahwa dirinya tetap melakukan diskusi dengan Gubernur NTB terkait hal tersebut.
”Diskusi itu selalu kita retas,” tuturnya
Namun, dirinya tidak ingin ikut campur terlalu dalam terkait sosok pemimpin OPD baru tersebut. Menurutnya, Pemprov NTB sudah memiliki cara sendiri dalam menentukan.
”Cuma kan kami hindari untuk berbicara orang per orang karena kan pemerintah provinsi sudah punya mekanisme,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus memberikan masukan kepada pemerintah sesuai kewenangan yang dimiliki.
”Karena itu memang tugas kami di dewan kebudayaan untuk memberikan masukan,” tandasnya. (dik)












