Dorong Keterlibatan Brand, LindungiHutan Permudah Akses Kolaborasi Hijau - Koran Mandalika

Dorong Keterlibatan Brand, LindungiHutan Permudah Akses Kolaborasi Hijau

Rabu, 7 Mei 2025 - 13:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 7 Mei 2025 — Di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, sejumlah brand di Indonesia mulai meredefinisi cara mereka berkontribusi terhadap lingkungan.

Salah satu pendekatan yang kian populer adalah mengintegrasikan aksi penghijauan ke dalam produk dan layanan mereka.

Tanpa disadari konsumen, pohon kini tak hanya ditanam lewat program CSR skala besar, tapi juga bisa tumbuh dari setiap pembelian sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari paket teh celup hingga layanan digital, perusahaan mulai menyisipkan nilai hijau dalam aktivitas komersial mereka. Di balik pergeseran ini, terdapat model kolaborasi seperti Collaboratree, yang menghubungkan bisnis dengan kegiatan konservasi berbasis masyarakat.

Program yang dikelola oleh LindungiHutan ini menawarkan tiga skema. yakni penggabungan produk (product bundling), integrasi layanan (service bundling), dan kemitraan proyek langsung (project partner). Ketiganya didesain agar fleksibel diterapkan di berbagai lini industri, mulai dari F&B, ritel, teknologi, hingga jasa keuangan.

Baca Juga :  Guru Besar BINUS UNIVERSITY Gagas Potensi Soft Computing dalam Berbagai Sektor: Solusi Efisien untuk Tantangan Kompleks

“Banyak brand sebenarnya ingin berkontribusi, tapi bingung mulai dari mana. Collaboratree hadir untuk menjembatani kebutuhan itu dengan pendekatan yang mudah dan terukur,” ungkap Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan.

Pola kolaborasi seperti ini tak hanya menarik minat pelaku usaha besar, tapi juga UMKM yang ingin terlibat dalam gerakan lingkungan.

Data LindungiHutan menunjukkan lebih dari 600+ mitra perusahaan telah bergabung, berkontribusi terhadap penanaman 1 juta pohon di berbagai wilayah rawan, seperti pesisir rob dan hutan tropis yang terdegradasi.

Namun, angka-angka itu bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Dampak program turut dirasakan oleh masyarakat lokal, terutama para petani hutan yang menjadi ujung tombak pelaksanaan konservasi.

Baca Juga :  Sejak 2022 Baru Terjadi Lagi Whale Bitcoin Jual 115.000 BTC

“Pendapatan petani meningkat hingga 20% lebih karena keterlibatan mereka dalam aktivitas tanam dan perawatan jangka panjang,” kata Aminul Ichsan, Kepala Yayasan LindungiHutan.

Tantangan lingkungan yang kian mendesak, seperti abrasi pesisir yang mencapai lebih dari 700 hektare per tahun di pesisir utara Jawa, membuat kontribusi semacam ini menjadi semakin relevan. Dengan dukungan dari sektor swasta, upaya pemulihan ekosistem kini bisa dilakukan secara terdesentralisasi dan berkelanjutan.

Kolaborasi yang bertumbuh ini sekaligus menunjukkan bahwa tren belanja konsumen pun mulai berubah. Masyarakat mulai tertarik pada produk yang tidak hanya menjual barang atau jasa, tapi juga membawa dampak sosial dan ekologis.

Dalam konteks ini, keterlibatan brand menjadi bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan bagian dari tanggung jawab kolektif menjaga Bumi.

Berita Terkait

Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal
5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan
FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank
Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli
Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu
SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN
OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 01:02

Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal

Senin, 21 September 2026 - 18:02

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 September 2026 - 16:02

Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu

Senin, 21 September 2026 - 12:06

SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN

Senin, 21 September 2026 - 12:06

OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App

Berita Terbaru

Teknologi

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 Sep 2026 - 18:02

NTB Terkini

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Senin, 21 Sep 2026 - 17:47