Koran Mandalika, Mataram – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB, mendorong agar peristiwa bencana alam yang terjadi di Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, pada Rapat Paripurna dalam rangka HUT ke-67 NTB.
“Dengan begitu bayaknya korban jiwa, kami menyerukan dan mendorong agar bencana Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional,” kata Isvie, Selasa (16/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh BNPB, kata Isvie, tercatat sebanyak 900 lebih orang dilaporkan meninggal akibat peristiwa tersebut.
“Sekitar 5 ribu orang terluka dan 262 orang masih dinyatakan hilang sampai hari ini. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 800 ribu orang,” bebernya.
Menurutnya, bencana tersebut terjadi akibat keserakahan segelintir orang yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.
“Bencana begitu dahsyat terjadi akibat dari serakahnya segelintir orang hingga mengorbankan alam, flora dan fauna,” ucapnya.
Untuk itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat NTB, untuk tetap menjaga hutan dan lingkungan sekitar serta mengimbau agar tetap waspada di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.
“Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu ini kami mengimbau agar seluruh masyarakat tetap waspada terhadap potensi dan ancaman bencana alam yang mengintai wilayah kita,” ujarnya.
Ia menekankan agar perangkat daerah terkait tetap siaga ketika sewaktu-waktu bencana terjadi.
“BPBD dan perangkat daerah terkait agar tetap siaga jika ada bencana terjadi di Nusa Tenggara Barat,” tegasnya. (dik)












