Ekspektasi Pelonggaran The Fed Jaga Momentum Positif Harga Emas - Koran Mandalika

Ekspektasi Pelonggaran The Fed Jaga Momentum Positif Harga Emas

Kamis, 18 Desember 2025 - 15:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) dunia kembali bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di awal pekan, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang tetap memposisikan emas sebagai aset lindung nilai utama. Setelah mencetak level tertinggi tujuh minggu di $4.353 pada akhir pekan lalu, harga emas memang sempat mengalami koreksi ringan akibat aksi ambil untung. Namun, koreksi tersebut dinilai wajar dan tidak mengubah struktur tren utama yang masih mengarah ke atas. Saat ini, emas bergerak di kisaran $4.300–$4.315, dengan fokus pasar tertuju pada perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan kondisi global.

Berdasarkan analis dari Dupoin Futures Indonesia,  Andy Nugraha menilai bahwa pergerakan emas masih berada dalam fase bullish yang solid. Indikator teknikal, terutama kombinasi pola candlestick dan Moving Average, menunjukkan bahwa tekanan beli tetap dominan. Koreksi yang terjadi lebih mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah reli kuat, bukan sinyal pembalikan arah. Menurut Andy, struktur harga emas saat ini masih memberikan ruang bagi kelanjutan kenaikan selama area support utama mampu dipertahankan.

Baca Juga :  Dukung Ekosistem Halal, KAI Logistik Percepat Penambahan Terminal Bersertifikat Halal

Dari sisi proyeksi teknikal, Andy Nugraha menyampaikan bahwa apabila tekanan bullish kembali menguat, emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju area $4.378. Level tersebut dipandang sebagai target kenaikan terdekat yang dapat diuji dalam jangka pendek, terutama jika sentimen pasar kembali didominasi oleh pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan momentum dan terjadi koreksi lanjutan, maka area $4.290 menjadi zona support penting yang berpotensi menahan tekanan jual awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara fundamental, harga emas masih ditopang oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada tahun depan. Bank sentral AS pekan lalu telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,50%–3,75%, menandai pemangkasan terakhir tahun ini. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut di mata investor. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi AS, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang tertunda, yang dapat menjadi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-32, BRI-MI Gelar Fun Walk dan Peluncuran Website Baru

Selain faktor kebijakan, meningkatnya ketidakpastian global turut memperkuat peran emas sebagai aset safe haven. Ketegangan geopolitik dan insiden keamanan internasional mendorong investor mencari perlindungan nilai, sehingga aliran dana ke emas tetap terjaga. Meski demikian, pasar juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang masih menekankan pendekatan hati-hati dalam pelonggaran kebijakan. Nada hawkish dari pejabat bank sentral berpotensi memicu penguatan Dolar AS dan menekan harga emas dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai bahwa prospek harga emas hari ini masih condong positif, dengan tren naik tetap terjaga selama tidak terjadi tekanan fundamental yang signifikan. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung, emas masih berpeluang melanjutkan penguatan, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi oleh pelaku pasar.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna
Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya
Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini
Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”
Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%
Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:56

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Berita Terbaru