Emas Melemah Jelang Keputusan The Fed, Namun Tren Bullish Tetap Kokoh - Koran Mandalika

Emas Melemah Jelang Keputusan The Fed, Namun Tren Bullish Tetap Kokoh

Selasa, 9 Desember 2025 - 02:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) melemah pada Selasa (2/12) setelah sempat menyentuh titik tertinggi harian di $4.240. Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, penurunan ini terjadi karena para investor memilih melakukan aksi ambil untung menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) yang akan diumumkan minggu depan. Penguatan dolar AS turut menekan harga emas, dengan indeks DXY bertahan di 99,44 atau naik tipis 0,04%, sehingga mengurangi minat terhadap instrumen safe haven tersebut.

Pada Rabu (3/12), harga emas kembali turun mendekati $4.210 akibat lanjutan aksi profit taking. Penurunan ini berlangsung di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan rilis data ekonomi penting AS seperti ADP Employment Change dan ISM Services PMI. Koreksi sekitar 0,65% secara harian juga menggambarkan meningkatnya selera risiko global, dengan sebagian investor beralih ke aset berisiko seiring meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi.

Walaupun tekanan jangka pendek masih terasa, Andy Nugraha menilai ruang penurunan emas relatif terbatas. Pasar tetap yakin akan adanya peluang besar pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan 9–10 Desember. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas pemotongan suku bunga kini berada di level 89%, naik signifikan dari sekitar 71% pekan sebelumnya. Penurunan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena mengurangi biaya peluang dalam menyimpan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Dari perspektif teknikal, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan tren bullish XAU/USD masih dominan. Andy menegaskan bahwa meskipun terjadi koreksi, struktur harga tetap menggambarkan pola penguatan yang sehat. Momentum ini turut diperkuat oleh stabilnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun di kisaran 4,086% serta imbal hasil riil yang bertahan di 1,856%, yang keduanya tidak menunjukkan kenaikan tajam yang biasanya memberi tekanan tambahan pada emas.

Untuk prospek pergerakan hari ini, Andy memberikan dua kemungkinan skenario. Pertama, bila dorongan bullish berlanjut dan pelaku pasar merespons positif ekspektasi pemangkasan suku bunga, emas berpeluang menguji area resistance di 4.267. Jika level ini berhasil ditembus, ruang kenaikan berikutnya terbuka lebih lebar. Kedua, jika sentimen risk-on meningkat atau data ekonomi AS dirilis lebih kuat dari estimasi, emas dapat terkoreksi ke support terdekat di 4.184. Level ini menjadi penentu apakah tren naik jangka pendek tetap bertahan atau mulai berbalik melemah.

Baca Juga :  Pekan Imunisasi Dunia 2025: Jelajah Jawa Tengah, Yayasan RMHC Jangkau 3000 Anak Untuk Lengkapi Imunisasi Dasar

Dari sisi geopolitik, kabar pertemuan utusan AS Steve Witkoff dengan Presiden Rusia Vladimir Putin serta keterlibatan Jared Kushner dalam pembahasan rencana perdamaian Rusia–Ukraina juga dapat memengaruhi arah harga emas. Biasanya, ketegangan geopolitik mendukung kenaikan emas; sebaliknya, ekspektasi tercapainya perdamaian dapat mengurangi permintaan terhadap aset lindung nilai tersebut.

Secara keseluruhan, meski emas sedang berada dalam fase koreksi, peluang penguatan masih cukup besar, terutama jika keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed semakin menguat. Dengan kombinasi faktor ekonomi, geopolitik, dan analisis teknikal yang cenderung mendukung, harga emas diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun tetap mempertahankan bias bullish dalam perdagangan hari ini.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia
Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?
Rangka Baja Dirakit di Bengkel, Proyek Bisa Selesai Lebih Cepat
Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
Landed Cost Odoo: HPP Bahan Baku Impor Termasuk Bea Masuk dan Freight
BRI Finance Raih Penghargaan Yearly Excellent Performance – State-Owned Enterprise Subsidiary 2026
BRI Finance Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Program TJSL di Tabanan Bali
Pembiayaan EV BRI Finance Melonjak 13,8 Kali, Minat Kendaraan Listrik Terus Menguat

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:56

Rekor Baru MotoGP Mandalika! Antusiasme Penonton Melonjak, Ekonomi Lokal Ikut Dibidik

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:45

Bezzecchi Juara Race MotoGP di Mandalika, R. Fernandez dan J. Martin Lengkapi Podium

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:01

Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Mandalika, Indonesia Bangga!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:31

ITDC Gandeng BSI, Mandalika Perkuat Identitas Wisata Halal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:27

Ducati Berjaya di Mandalika, Marc Marquez Rebut Podium Tertinggi Sprint

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:36

Tiket Mahal Justru Cepat Ludes, Troy Sebut Sinyal Ekonomi Positif

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:50

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli

Berita Terbaru