Emas Menguat Tipis di Awal Pekan, Investor Fokus pada Data Inflasi AS - Koran Mandalika

Emas Menguat Tipis di Awal Pekan, Investor Fokus pada Data Inflasi AS

Senin, 27 Oktober 2025 - 07:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Menguat Tipis di Awal Pekan, Investor Fokus pada Data Inflasi AS

Harga emas (XAU/USD) pada perdagangan Senin pagi (20/10) bergerak dalam kisaran sempit di sekitar $4.250 per troy ounce setelah mengalami koreksi teknikal pada akhir pekan lalu. Logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di $4.380 sebelum tekanan jual pada hari Jumat menarik harga turun mendekati area $4.200.

Menurut analisis teknikal dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, tren utama emas masih berada dalam fase bullish yang solid, seiring dengan keyakinan pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) akhir bulan ini.

Menurut Andy Nugraha, sinyal teknikal dari pola candlestick dan indikator Moving Average masih menunjukkan penguatan arah naik. “Harga emas sejauh ini masih bergerak di atas area support kunci dan mempertahankan pola higher low. Jika tekanan beli berlanjut, XAU/USD berpotensi menguji kembali level $4.380 dan bahkan menembus ke target psikologis baru di sekitar $4.400,” ujarnya.

Meski demikian, Andy juga mengingatkan potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka jika pasar gagal mempertahankan momentum beli. “Apabila terjadi tekanan jual lanjutan, maka area $4.294 menjadi batas bawah penting yang harus diwaspadai oleh trader,” tambahnya.

Faktor fundamental turut memperkuat pergerakan emas pekan ini. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam wawancara bersama Fox Business mengisyaratkan bahwa tarif impor 100% terhadap produk Tiongkok tidak akan berlangsung lama, karena kedua negara berupaya mencapai kesepakatan dagang baru pada pertemuan yang dijadwalkan akhir Oktober. Sentimen ini sempat menekan minat terhadap aset safe haven seperti emas, mengingat meredanya tensi geopolitik biasanya mengurangi permintaan logam mulia sebagai pelindung nilai.

Namun secara keseluruhan, prospek harga emas masih optimistis karena pelaku pasar memproyeksikan langkah pelonggaran kebijakan moneter dari The Fed. Berdasarkan alat CME FedWatch, lebih dari 90% pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi kisaran 3,75%–4,00% pada pertemuan FOMC bulan Oktober. Ekspektasi pemotongan suku bunga ini memberi dorongan positif bagi emas, karena suku bunga yang lebih rendah menurunkan imbal hasil Dolar AS dan obligasi, membuat aset tanpa bunga seperti emas lebih menarik bagi investor global.

Baca Juga :  Dari Singapura ke Medan, Xiang Xiang Hadirkan Cita Rasa Hunan Autentik di Delipark Mall

Menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan September pada hari Jumat (24/10), pasar cenderung bergerak hati-hati. Pejabat The Fed telah memasuki periode blackout menjelang pertemuan kebijakan, sehingga pergerakan USD lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan data inflasi.

Dengan kondisi makroekonomi global yang penuh ketidakpastian dan sinyal dovish dari bank sentral utama dunia, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik bagi investor. “Volatilitas mungkin meningkat menjelang data inflasi AS dan keputusan The Fed, tetapi arah jangka menengah masih berpihak pada pembeli,” tutup Andy Nugraha.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India
Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026
Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)
Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto
Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan
Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan
Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Berita Terbaru